Kompas.com - 02/01/2021, 11:04 WIB
Foto tertanggal 13 Mei 2020 menunjukkan Gary Stokes pendiri LSM lingkungan hidup Oceans Asia, memegang sampah masker sekali pakai yang berserakan di Discovery Bay di Pulau Lantu yang terpencil di Hong Kong. Selain berserakan di sepanjang garis pantai, beberapa sampah masker sekali pakai juga hanyut ke laut. AFP/ANTHONY WALLACEFoto tertanggal 13 Mei 2020 menunjukkan Gary Stokes pendiri LSM lingkungan hidup Oceans Asia, memegang sampah masker sekali pakai yang berserakan di Discovery Bay di Pulau Lantu yang terpencil di Hong Kong. Selain berserakan di sepanjang garis pantai, beberapa sampah masker sekali pakai juga hanyut ke laut.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 sudah hampir 10 bulan melanda Indonesia, termasuk Ibu Kota DKI Jakarta. Namun, kondisi ini tak kunjung membaik.

Data corona.jakarta.go.id bahkan menunjukkan kecenderungan kenaikan kasus dengan persentase kasus positif sebesar 12,3 persen dalam sepekan terakhir. Angka ini jauh dari batas aman 5 persen yang ditetapkan oleh WHO.

Hingga 1 Januari 2021, sebanyak 185.691 kasus positif Covid-19 tercatat di Ibu Kota. Sebanyak 3.308 di antaranya meninggal dunia, dan 15.871 orang masih dirawat atau diisolasi saat ini.

Tak hanya berdampak buruk pada kesehatan, pandemi ini ternyata juga berdampak negatif terhadap lingkungan. Bahkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diketahui telah menangani ribuan kilogram limbah masker sekali pakai selama pandemi Covid-19.

Baca juga: Vaksinasi Bakal Berlangsung Lama, Menkes Minta Warga Tetap Patuh Protokol Kesehatan

Masker sekali pakai itu dapat dengan mudahnya ditemui di jalanan, kali, dan tempat umum lainnya. Seringkali masker tersebut masih dalam bentuk yang utuh.

Padahal, Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan pedoman pengelolaan limbah masker dari masyarakat. Di antara tahapan mengelola limbah masker adalah dengan melakukan disinfeksi, mengubah bentuk, dan membuang ke tempat sampah.

Warga disarankan agar merusak tali masker dan merobek bagian tengahnya untuk menghindari kemungkinan barang tersebut dipakai kembali.

Dewan Pakar Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi) Hanifa Maher Denny mengatakan, masker bekas harus dikelola dengan baik. Jika tidak, masker tersebut akan dengan mudah didaur ulang oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Baca juga: Pemerintah Diharapkan Tak Beda Narasi dalam Penanganan Covid-19

Ia juga menegaskan, masker yang dibuang secara serampangan dapat menyebarkan kuman dan virus melalui air maupun udara.

"Masker juga dapat mencemari tanah dan air karena bahannya tidak tergradasi secara singkat," imbuhnya, seperti dilansir harian Kompas.

Sementara itu, hingga pertengahan Desember lalu, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta telah menangani 1.213 kilogram limbah masker sekali pakai dari rumah tangga. Jumlah tersebut dihimpun dari data limbah infeksius dari April-Desember 2020.

”Dari awal Pandemi pada April, Jakarta sudah melakukan penanganan limbah infeksius dari rumah tangga secara rutin. Ini dilakukan agar limbah infeksius bisa ditangani dengan baik dan menghindari potensi penularan Covid-19,” ujar Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Syaripudin dalam keterangan tertulis. (Kompas/Fajar Ramadhan)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Lonjakan Kasus Covid-19, Anies Siapkan Dua Lapis Screening Saat Arus Balik

Cegah Lonjakan Kasus Covid-19, Anies Siapkan Dua Lapis Screening Saat Arus Balik

Megapolitan
Jakarta Catat 632 Kasus Baru Covid-19, 30 Pasien Meninggal dalam Sehari

Jakarta Catat 632 Kasus Baru Covid-19, 30 Pasien Meninggal dalam Sehari

Megapolitan
Update: 53 Kasus Baru Covid-19 di Depok

Update: 53 Kasus Baru Covid-19 di Depok

Megapolitan
Hari Kedua Lebaran, Hampir 23.000 Orang Kunjungi TMII

Hari Kedua Lebaran, Hampir 23.000 Orang Kunjungi TMII

Megapolitan
Penyekatan Kendaraan Keluar Jakata Berakhir Malam Ini, Tol Layang MBZ Pun Kembali Dibuka

Penyekatan Kendaraan Keluar Jakata Berakhir Malam Ini, Tol Layang MBZ Pun Kembali Dibuka

Megapolitan
Kebakaran Hanguskan 3 Toko dan 2 Rumah di Jalan Sultan Agung Bekasi

Kebakaran Hanguskan 3 Toko dan 2 Rumah di Jalan Sultan Agung Bekasi

Megapolitan
Polisi Periksa Korban dan Tersangka pada Kasus Tamu Hotel Bobobox Direkam Saat Mandi

Polisi Periksa Korban dan Tersangka pada Kasus Tamu Hotel Bobobox Direkam Saat Mandi

Megapolitan
Proyektil Peluru Ditemukan di Rumah Warga di Pondok Pucung

Proyektil Peluru Ditemukan di Rumah Warga di Pondok Pucung

Megapolitan
Kuota Pengunjung Terpenuhi, Pintu Utama Ancol Ditutup Sementara

Kuota Pengunjung Terpenuhi, Pintu Utama Ancol Ditutup Sementara

Megapolitan
Cerita Natalia Tetap Bekerja Saat Merayakan Lebaran dan Kenaikan Yesus Kristus

Cerita Natalia Tetap Bekerja Saat Merayakan Lebaran dan Kenaikan Yesus Kristus

Megapolitan
Banyak yang Tak Pakai Masker di TPU Sawangan, Peziarah: Kayak Gak Takut Covid-19

Banyak yang Tak Pakai Masker di TPU Sawangan, Peziarah: Kayak Gak Takut Covid-19

Megapolitan
Petugas Cegat Warga yang Gunakan Ambulans untuk Jalan-jalan

Petugas Cegat Warga yang Gunakan Ambulans untuk Jalan-jalan

Megapolitan
Pengunjung Membeludak, Pintu Timur Ancol Ditutup Sementara

Pengunjung Membeludak, Pintu Timur Ancol Ditutup Sementara

Megapolitan
Pengguna KRL Naik Selama Libur Lebaran, KCI Tambah 6 Jadwal Perjalanan

Pengguna KRL Naik Selama Libur Lebaran, KCI Tambah 6 Jadwal Perjalanan

Megapolitan
SMA Negeri 12 Bekasi Dibobol Maling Saat Malam Takbiran, Laptop dan Ponsel Raib

SMA Negeri 12 Bekasi Dibobol Maling Saat Malam Takbiran, Laptop dan Ponsel Raib

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X