Kala Panti Sosial Jakarta Mulai Jadi Klaster Penyebaran Covid-19

Kompas.com - 04/01/2021, 12:52 WIB
Petugas medis dan Unit Pelaksana Angkutan Sekolah (UPAS) Dishub DKI Jakarta mengevakuasi pasien manula terkonfirmasi COVID-19 dari panti di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, menuju RSKD Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (22/12/2020) dini hari. ANTARA/HO-UPAS DKI/priPetugas medis dan Unit Pelaksana Angkutan Sekolah (UPAS) Dishub DKI Jakarta mengevakuasi pasien manula terkonfirmasi COVID-19 dari panti di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, menuju RSKD Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (22/12/2020) dini hari.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak tiga panti sosial di DKI Jakarta mulai menjadi klaster Covid-19.

Terbaru, Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa dan Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 1 di Kelurahan Cipayung, Jakarta Timur menjadi klaster penyebaran Covid-19.

PSBL Harapan Sentosa merupakan panti sosial yang dikelola Dinas Sosial DKI Jakarta untuk menangani orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Baca juga: 2 Panti Sosial di Cipayung Jaktim Jadi Klaster, Ada 302 Kasus Aktif Covid-19

Camat Cipayung Fajar Eko Satrio mengatakan, tercatat 221 kasus aktif Covid-19 di PSBL Harapan Sentosa hingga 29 Desember 2020. Sementara itu, tercatat 81 kasus aktif di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 1.

Dengan demikian, tercatat 302 kasus aktif Covid-19 di kedua panti sosial tersebut hingga 29 Desember 2020.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Wilayah RW 004 dan RW 006 Kelurahan Cipayung yang menjadi alamat kedua panti sosial itu kemudian ditetapkan sebagai zona merah penyebaran Covid-19 dan masuk wilayah pengendalian ketat (WPK).

Menurut Fajar, pelacakan kasus Covid-19 di kedua panti itu telah ditangani Puskesmas Kecamatan Cipayung. Adapun, pasien Covid-19 di kedua panti sosial itu umumnya tergolong pasien tanpa gejala (OTG).

Baca juga: Kasus Covid-19 Meningkat tapi Mengapa PSBB Jakarta Tak Diperketat?

"Dari pihak pengelola panti sudah melaksanakan isolasi kepada warga binaan. Kalau untuk (pasien Covid-19) bergejala dirujuk Puskesmas Kecamatan ke RS Duren Sawit," ujar Fajar, Minggu (3/1/2021).

Fajar pun menegaskan seluruh pasien baik yang bergejala maupun tidak bergejala telah mendapatkan penanganan sesuai protokol kesehatan Covid-19.

"Ada yang merawat di sana, setiap hari kerja sama dengan puskesmas. Puskesmas sudah melatih para petugas panti dengan protokol Covid-19 untuk menangani yang positif," tutur Fajar.

Panti Sosial di Jakarta Barat

Sebelumnya, Panti Sosial Tuna Werdha Budi Mulya 2 Cengkareng, Jakarta Barat juga pernah menjadi klaster Covid-19. Hingga 24 Desember 2020, tercatat 88 penghuni panti terpapar Covid-10.

Awalnya, tiga orang penghuni panti diketahui positif Covid-19 setelah menjalani tes cepat pada 7 Desember 2020.

Ketiga orang tersebut merupakan orang dengan masalah kejiwaan (ODMK) dan sedang mengalami gangguan depresi. Mereka pun segera dibawa ke rumah sakit.

Baca juga: Klaster Covid-19 di Dua Panti Sosial Cipayung, Warga Binaan yang Positif Sudah Dipisahkan

Beberapa hari kemudian, seluruh penghuni dan petugas panti pun menjalani tes usap Covid-19. Hasilnya, sebanyak 61 orang penghuni dan lima orang pegawai dinyatakan positif Covid-19 pada 21 Desember 2020.

Pihak panti pun sempat memberlakukan lockdown selama seminggu sehingga tidak ada kunjungan ke panti dan seluruh pegawai dilarang pulang ke rumah.

Kasus Covid-19 di Jakarta

Berdasarkan keterangan Pemprov DKI Jakarta, kasus Covid-19 di Jakarta bertambah 1.657 pada Minggu kemarin. Dengan demikian, secara akumulatif kasus Covid-19 di Jakarta menjadi 189.243.

Dari jumlah tersebut, 170.510 orang di antaranya telah dinyatakan sembuh dengan tingkat kesembuhan 90, persen.

Sementara jumlah orang yang dilaporkan meninggal dunia sebanyak 3.345 orang dengan tingkat kematian sebesar 1,8 persen.

Baca juga: PSBB Transisi Diperpanjang, Pemprov DKI Fokus Tekan Kasus Covid-19 Pascalibur Natal dan Tahun Baru

Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta kemarin berkurang 83 kasus, sehingga kemarin tercatat 15.388 pasien yang masih dirawat atau menjalani isolasi mandiri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinas LH Kembali Segel Saluran Limbah Pabrik Pencemar Parasetamol di Teluk Jakarta

Dinas LH Kembali Segel Saluran Limbah Pabrik Pencemar Parasetamol di Teluk Jakarta

Megapolitan
Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Kota Tangerang 94 Persen

Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Kota Tangerang 94 Persen

Megapolitan
Keputusan Gubernur Banten: UMK 2022 Kota Tangerang Rp 4.285.798, Kota Tangsel Rp 4.280.214

Keputusan Gubernur Banten: UMK 2022 Kota Tangerang Rp 4.285.798, Kota Tangsel Rp 4.280.214

Megapolitan
Curhat Orangtua Murid SMPN 2 Depok Izinkan Anak Ikut PTM Terbatas

Curhat Orangtua Murid SMPN 2 Depok Izinkan Anak Ikut PTM Terbatas

Megapolitan
Korban Pelecehan Seksual KPI Harap Polres Jakpus Segera Rampungkan Penyelidikan

Korban Pelecehan Seksual KPI Harap Polres Jakpus Segera Rampungkan Penyelidikan

Megapolitan
Cerita Guru SMPN 2 Depok Senang PTM Terbatas

Cerita Guru SMPN 2 Depok Senang PTM Terbatas

Megapolitan
Satu Mahasiswi Meninggal, UPN Veteran Jakarta Sebut Pembaretan Menwa Tak Berizin

Satu Mahasiswi Meninggal, UPN Veteran Jakarta Sebut Pembaretan Menwa Tak Berizin

Megapolitan
6 Anggota Pemuda Pancasila Jadi Tersangka Pengeroyokan, Polisi Cari Pelaku Lain

6 Anggota Pemuda Pancasila Jadi Tersangka Pengeroyokan, Polisi Cari Pelaku Lain

Megapolitan
Mulai Rabu, Warga Belum Vaksinasi Covid-19 Dilarang Masuk Pasar Anyar Bogor

Mulai Rabu, Warga Belum Vaksinasi Covid-19 Dilarang Masuk Pasar Anyar Bogor

Megapolitan
Jenazah Korban Mutilasi di Bekasi Diserahkan ke Keluarga

Jenazah Korban Mutilasi di Bekasi Diserahkan ke Keluarga

Megapolitan
Penjelasan Rektor UPN Veteran Jakarta soal Kematian Mahasiswi Saat Pembaretan Menwa

Penjelasan Rektor UPN Veteran Jakarta soal Kematian Mahasiswi Saat Pembaretan Menwa

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Menyoroti Beban Tracking WNA Positif Covid-19

Wali Kota Tangerang Menyoroti Beban Tracking WNA Positif Covid-19

Megapolitan
Wakil Wali Kota Depok Mempertanyakan Data Pelecehan Seksual Anak, Ini Penjelasan Kejaksaan

Wakil Wali Kota Depok Mempertanyakan Data Pelecehan Seksual Anak, Ini Penjelasan Kejaksaan

Megapolitan
Rabu Besok, Sidang Munarman di PN Jaktim Digelar Virtual

Rabu Besok, Sidang Munarman di PN Jaktim Digelar Virtual

Megapolitan
Satpol PP Copot Atribut Ormas di Kawasan Cilandak Cegah Gesekan

Satpol PP Copot Atribut Ormas di Kawasan Cilandak Cegah Gesekan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.