Kompas.com - 04/01/2021, 15:43 WIB
Yohanes (58), seorang pedagang sayuran di wilayah Pasar Bukit Pamulang, Tangerang Selatan Senin (4/1/2021). KOMPAS.com/Tria SutrisnaYohanes (58), seorang pedagang sayuran di wilayah Pasar Bukit Pamulang, Tangerang Selatan Senin (4/1/2021).
|

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Harga tempe di pasar wilayah Tangerang Selatan melonjak, setelah sebelumnya menghilang dari peredaran karena sejumlah produsen mogok produksi.

Aksi mogok itu berlangsung sejak 1 - 3 Januari 2021 sebagai respons para produsen atas melonjaknya harga kedelai yang menjadi bahan baku Tempe, dari sekitar 7.200 per kilogram, menjadi Rp 9.200 per kilogram.

Salah satu penjual tahu dan tempe di Pasar Bukit Pamulang, Haidar (20) menjelaskan, stok tempe dipasaran kembali tersedia.

Namun, harganya naik sekitar Rp 2.000 dibanding sebelumnya.

Baca juga: Perajin Tempe Tahu di Kota Tangerang Terpaksa Menaikkan Harga

"Biasanya saya jual Rp 8.000, sekarang Rp 10.000. Karena kan kedelai naik, jadinya menyesuaikan harganya naik," ujarnya, Senin (4/1/2021).

Meski mengalami kenaikan, Haidar mengaku bersyukur karena pada saat ini Tempe yang didagangkannya tetap laris, bahkan lebih cepat laku dari sebelumnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari 70 papan tempe yang disediakan hari ini, kata Haidar, seluruhnya telah terjual pada Senin pagi.

"Alhamdulillah, tadi sekitar jam 09.00 WIB, 70 papan langsung habis semua. Biasanya sore baru habis," ungkapnya.

Baca juga: Produsen Mogok Produksi, Tukang Gorengan Tak Jual Tahu dan Tempe

Hal senada diungkapkan oleh Yohanes, salah seorang pedagang di Pasar Bukit Pamulang yang menyebut bahwa saat ini Tempe lebih laris di pasaran.

Menurut dia, kenaikan harga yang terjadi tidak dikeluhkan oleh para pelanggan, khususnya di Pasar Bukit Pamulang.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ragunan dan 58 Taman di Jakarta Dibuka, Ini Syarat Wajib bagi Pengunjung

Ragunan dan 58 Taman di Jakarta Dibuka, Ini Syarat Wajib bagi Pengunjung

Megapolitan
Wagub DKI Sebut Kerja Sama TPST Bantargebang dengan Pemkot Bekasi Diteken Senin Depan

Wagub DKI Sebut Kerja Sama TPST Bantargebang dengan Pemkot Bekasi Diteken Senin Depan

Megapolitan
Wagub DKI: Sudah Tidak Ditemukan Kandungan Parasetamol di Teluk Jakarta

Wagub DKI: Sudah Tidak Ditemukan Kandungan Parasetamol di Teluk Jakarta

Megapolitan
Kepala Basarnas Harap Polisi Segera Tangkap Perampok yang Bunuh Karyawannya

Kepala Basarnas Harap Polisi Segera Tangkap Perampok yang Bunuh Karyawannya

Megapolitan
Polisi Buru Penyuplai Dana dari 5 Perusahaan Pinjol yang Digerebek

Polisi Buru Penyuplai Dana dari 5 Perusahaan Pinjol yang Digerebek

Megapolitan
59 RTH Mulai Dibuka, Wagub DKI Minta Masyarakat Tetap Jaga Protokol Kesehatan

59 RTH Mulai Dibuka, Wagub DKI Minta Masyarakat Tetap Jaga Protokol Kesehatan

Megapolitan
Anak Diduga Korban Kekerasan Ibu Kandung di Duri Kepa Dapat Pendampingan Psikologis

Anak Diduga Korban Kekerasan Ibu Kandung di Duri Kepa Dapat Pendampingan Psikologis

Megapolitan
Ganjil Genap di Kawasan TMII dan Ancol, Pelanggar yang Terjaring Akan Diputar Balik

Ganjil Genap di Kawasan TMII dan Ancol, Pelanggar yang Terjaring Akan Diputar Balik

Megapolitan
Polisi: Besarnya Permintaan Konsumen Sebabkan Tingginya Kasus Narkotika

Polisi: Besarnya Permintaan Konsumen Sebabkan Tingginya Kasus Narkotika

Megapolitan
Polisi Mengaku Selalu Kecolongan Saat Ingin Tertibkan Lokalisasi Liar Gunung Antang

Polisi Mengaku Selalu Kecolongan Saat Ingin Tertibkan Lokalisasi Liar Gunung Antang

Megapolitan
Polisi Buru 4 Perampok yang Bacok Karyawati Basarnas hingga Tewas

Polisi Buru 4 Perampok yang Bacok Karyawati Basarnas hingga Tewas

Megapolitan
Toko PS Store di Condet Terbakar

Toko PS Store di Condet Terbakar

Megapolitan
Dibanting Polisi hingga Kejang, Korban Pertimbangkan Tempuh Jalur Pidana

Dibanting Polisi hingga Kejang, Korban Pertimbangkan Tempuh Jalur Pidana

Megapolitan
Antipasi Banjir, Wali Kota Jaksel Minta Lurah dan Camat Cek Kondisi Pompa Air

Antipasi Banjir, Wali Kota Jaksel Minta Lurah dan Camat Cek Kondisi Pompa Air

Megapolitan
Pekerja LRT yang Jatuh dari Ketinggian 8 Meter Belum Sadar

Pekerja LRT yang Jatuh dari Ketinggian 8 Meter Belum Sadar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.