Jelang Vaksinasi Covid-19, Tangsel Latih Vaksinator dan Siapkan 167 Lokasi Vaksinasi

Kompas.com - 05/01/2021, 08:31 WIB
Ilustrasi vaksinasi anak-anak. SHUTTERSTOCKIlustrasi vaksinasi anak-anak.

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Vaksinasi Covid-19 tahapan pertama di Tangerang Selatan, Banten, direncanakan akan mulai dilakukan pada 14 Januari 2021.

Waktu pelaksanaan vaksinasi itu lebih cepat dibandingkan jadwal yang direncanakan sebelumnya oleh Pemerintah Provinsi Banten, yakni 22 Desember 2021.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Tangerang Selatan, Deden Deni menjelaskan, pihaknya tengah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Banten terkait vaksinasi Covid-19 yang pelaksanaannya lebih awal dari sebelumnya.

"Tanggal 14 Januari 2021. Yang tadinya tanggal 22 Januari 2021, ini dimajuin jadi tanggal 14 Januari, makanya kami koordinasi terus dengan Dinas Kesehatan Provinsi Banten," kata Deden, Senin (4/1/2021).

Baca juga: 167 Fasilitas Kesehatan di Tangsel Jadi Lokasi Vaksinasi Covid-19

Hal senada diungkap Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramuji yang menyebutkan vaksinasi Covid-19 di Banten kemungkinan besar dipercepat.

"(Pada) 22 Januari itu rencana vaksinasi secara serentak. Namun, ini ada kebijakan pemerintah pusat untuk segera dipercepat, kemungkinan tanggal 14 Januari sudah pelaksanaan vaksinasi," ujar Ati.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Ati, vaksin Covid-19 yang akan digunakan untuk wilayah Banten adalah Sinovac. Saat ini, sudah ada 14.560 dosis vaksin Sinovac yang diterima Dinas Kesehatan Banten dari pemerintah pusat.

Pada pekan ketiga Januari, sebanyak 68.920 dosis vaksin Sinovac akan kembali dikirimkan ke Banten. Dengan demikian, keseluruhan vaksin yang tersedia untuk vaksinasi tahap pertama sebanyak 83.480 dosis.

Tahap pertama khusus tenaga kesehatan

Pada tahap pertama ini, kata Deden, vaksin Covid-19 diperuntukan bagi para tenaga kesehatan atau medis.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Tangerang Selatan ada sekitar 12.000 tenaga kesehatan atau medis yang terdaftar.

Namun, sampai Senin kemarin hanya sekitar 9.760 di antaranya yang tercatat sebagai peserta vaksinasi Covid-19.

"Total data tenaga kesehatan yang ada di kami itu yang terdaftar itu ada 12.000-an, tetapi yang mendaftar untuk vaksinasi baru 9.760 sekian," ujar dia.

Deden menyebutkan, jumlah tenaga kesehatan di wilayah Tangerang Selatan yang menjadi peserta vaksinasi Covid-19 masih akan bertambah.

Baca juga: Dipercepat, Vaksinasi Covid-19 untuk Nakes di Tangsel Direncanakan Mulai 14 Januari

Sebab, kata Deden, proses pendataan dan pendaftaran tenaga kesehatan yang disuntik vaksin Covid-19 masih berlanjut.

"Itu belum semuanya daftar, dari data yang ada di Dinas Kesehatan tuh belum semuanya, makanya masih terus kami dorong, datanya masih bergerak," kata Deden.

Vaksinator ikuti pelatihan

Seiring dipercepatnya pelaksanaan vaksinasi Covid-19, tenaga kesehatan yang ditugaskan menjadi vaksinator mulai mengikuti pelatihan oleh Kementerian Kesehatan.

Deden mengatakan, pelatihan untuk para vaksinator dilakukan secara daring (dalam jaringan) atau online selama dua hari mulai Senin kemarin sampai Selasa ini.

Namun, Deden belum dapat memastikan jumlah vaksinator yang dikerahkan oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan dan mulai mengikuti pelatihan.

Dia hanya menjelaskan bahwa pelatihan tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa sumber daya manusia yang ditugaskan dalam vaksinasi Covid-19 memahami prosedur penyuntikan.

"Bagaimana alurnya, penyuntikannya, gitu lho. Karena ini bukan sesuatu yang biasa. Pada saat orang mau disuntik itu juga kan harus di-screening lagi," ungkap Deden.

Sementara itu, Ati menyebutkan bahwa terdapat sekitar 5.000 vaksinator di delapan Kabupaten/Kota di Banten yang tengah mengikuti pelatihan secara bertahap hingga Jumat mendatang.

"Hari ini sudah kami melakukan pelatihan sampai hari Jumat nanti dengan target 5.000 tenaga vaksinator terlatih," kata Ati.

167 lokasi  vaksinasi

Pemerintah Kota Tangerang Selatan menyebutkan, saat ini 167 fasilitas pelayanan kesehatan yang siap menjadi lokasi vaksinasi Covid-19.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan Allin Hendarlin Mahdaniar menjelaskan, fasilitas pelayanan kesehatan tersebut terbagi menjadi 28 rumah sakit, 29 puskesmas, 47 klinik, dan 63 tempat praktik mandiri.

"Dengan total tempat yang siap melakukan vaksinasi Covid-19 sebanyak 167 tempat," ujar Allin dalam keterangan tertulis, Senin.

Dalam pelaksanaannya, kata Allin, vaksin Covid-19 akan diberikan kepada masing-masing peserta sebanyak dua dosis dalam rentang waktu 14 hari.

"Sebanyak dua dosis dengan masa interval 14 hari, pemberian vaksin akan dilakukan di tempat yang siap melayani vaksinasi," kata dia.

Penerima vaksin akan diinformasikan waktu pelaksanaan dan lokasinya melalui short message service (SMS) dari Kementerian Kesehatan.

Penjadwalan dilakukan guna mengantisipasi penumpukan di lokasi vaksinasi. Penerima diminta agar datang tepat waktu sesuai dengan pemberitahuan.

Lokasi vaksinasi akan dilakukan sesuai dengan domisili penerima vaksin.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

154 Pasien Covid-19 Meninggal di Jakarta Hari Ini, Kasus Fatal Tak Kunjung Turun

154 Pasien Covid-19 Meninggal di Jakarta Hari Ini, Kasus Fatal Tak Kunjung Turun

Megapolitan
Jumlah Penumpang Bus Transjakarta Turun Drastis Sejak Pandemi, Dulu 1 Juta Kini 150.000 Per Hari

Jumlah Penumpang Bus Transjakarta Turun Drastis Sejak Pandemi, Dulu 1 Juta Kini 150.000 Per Hari

Megapolitan
Presiden Perpanjang PPKM Level 4 hingga 9 Agustus, Wagub DKI Jakarta: Kami Mendukung

Presiden Perpanjang PPKM Level 4 hingga 9 Agustus, Wagub DKI Jakarta: Kami Mendukung

Megapolitan
Kecelakaan Beruntun di Tol Karang Tengah-Jakarta, Salah Satu Korbannya Kadispora Kota Tangerang

Kecelakaan Beruntun di Tol Karang Tengah-Jakarta, Salah Satu Korbannya Kadispora Kota Tangerang

Megapolitan
Penumpang Kereta Jarak Jauh dari Jakarta Turun 60 Persen Selama PPKM Darurat dan Level 4

Penumpang Kereta Jarak Jauh dari Jakarta Turun 60 Persen Selama PPKM Darurat dan Level 4

Megapolitan
Setelah Beraksi Ratusan Kali Selama 9 Tahun, Pencuri Motor Ini Akhirnya Ditangkap

Setelah Beraksi Ratusan Kali Selama 9 Tahun, Pencuri Motor Ini Akhirnya Ditangkap

Megapolitan
Tanggapi Usulan Perubahan RPJMD, F-PAN Minta Anies Tuntaskan Program Rumah DP Rp 0

Tanggapi Usulan Perubahan RPJMD, F-PAN Minta Anies Tuntaskan Program Rumah DP Rp 0

Megapolitan
Efek PPKM Level 4, BOR di Kabupaten Bekasi Turun Signifikan

Efek PPKM Level 4, BOR di Kabupaten Bekasi Turun Signifikan

Megapolitan
Permintaan Peti Mati yang Tak Kunjung Henti

Permintaan Peti Mati yang Tak Kunjung Henti

Megapolitan
Pengelola GBK Akan Tindak Satpamnya yang Pukul Mahasiswa

Pengelola GBK Akan Tindak Satpamnya yang Pukul Mahasiswa

Megapolitan
Pasien Covid-19 di RSUD Pasar Rebo Terus Menurun, Kini Ada 97 Orang yang Dirawat

Pasien Covid-19 di RSUD Pasar Rebo Terus Menurun, Kini Ada 97 Orang yang Dirawat

Megapolitan
UPDATE 2 Agustus: Jakarta Tambah 1.410 Kasus Covid-19

UPDATE 2 Agustus: Jakarta Tambah 1.410 Kasus Covid-19

Megapolitan
UPDATE 2 Agustus: 10.338 Pasien Covid-19 di Tangsel Masih Dirawat dan Isolasi Mandiri

UPDATE 2 Agustus: 10.338 Pasien Covid-19 di Tangsel Masih Dirawat dan Isolasi Mandiri

Megapolitan
Pendapatan Asli Daerah Anjlok, Wali Kota Bekasi Berharap PPKM Tak Diperpanjang

Pendapatan Asli Daerah Anjlok, Wali Kota Bekasi Berharap PPKM Tak Diperpanjang

Megapolitan
Tingkat Keterpakaian Tempat Tidur Pasien Rujukan Covid-19 di Jakbar Kini 55 Persen

Tingkat Keterpakaian Tempat Tidur Pasien Rujukan Covid-19 di Jakbar Kini 55 Persen

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X