Kompas.com - 06/01/2021, 19:49 WIB
Barang bukti narkotika berupa tembakau gorila kasus penyelundupan Narkotika di Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Senin (23/12/2019) KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONOBarang bukti narkotika berupa tembakau gorila kasus penyelundupan Narkotika di Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Senin (23/12/2019)
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Polres Metro Jakarta Pusat menemukan dan menggerebek pabrik rumahan yang memproduksi narkotika jenis tembakau gorila di Jalan Kemanggisan Pulo, Palmerah, Jakarta Barat.

Empat orang selaku bandar dan pengedar tembakau gorila ditangkap. Mereka mengaku menjual tembakau gorila itu lewat media sosial Instagram.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Indrawienny Panjiyoga menyebutkan, pabrik rumahan itu ditemukan pada Minggu (4/1/2020).

Di pabrik itu, polisi menangkap MAH yang berperan sebagai pembuat tembakau gorila.

"Tersangka MAH mengolah tembakau murni dengan campuran serbuk sintetis dan alkohol, kemudian dikemas dalam berbagai macam ukuran, kemudian dijual melalui aplikasi media sosial Instagram," kata Panjiyoga dalam keterangannya, Rabu (6/1/2021).

Baca juga: Tembakau Gorila Cair di Bekasi Dipasarkan Lewat Line dan Instagram

Selain menangkap MAH, polisi juga menangkap tiga tersangka lainnya yang berperan sebagai pengedar tembakau gorila, yakni AP, SNJ, dan OIAD.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tersangka AP sempat mencoba melawan saat akan ditangkap sehingga betis kirinya didor oleh petugas.

"Selanjutnya, tersangka AP dibawa ke RS Polri untuk mendapat pengobatan," kata Panjiyoga.

Dari keempat tersangka, polisi menyita tiga kilogram tembakau gorila siap edar.

Baca juga: Polisi Tangkap 12 Produsen Tembakau Gorila, Transaksi Menggunakan Bitcoin

Atas perbuatannya, keempat pelaku disangkakan Pasal 114 subsider Pasa 112 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Ancaman hukumannya paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun penjara.

"Tersangka terancam hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun," ucap Panjiyoga.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Jakpus Temukan Sumur Resapan Perkantoran Tak Berfungsi

Pemkot Jakpus Temukan Sumur Resapan Perkantoran Tak Berfungsi

Megapolitan
Pemprov DKI Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik 4 Kali Berturut-Turut

Pemprov DKI Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik 4 Kali Berturut-Turut

Megapolitan
Pengunjung Pasar Anyar dan Pasar Poris Diimbau Pakai PeduliLindungi

Pengunjung Pasar Anyar dan Pasar Poris Diimbau Pakai PeduliLindungi

Megapolitan
Hasil Olah TKP, Kecepatan Bus Transjakarta Saat Tabrakan di Cawang 55,4 Km Per Jam

Hasil Olah TKP, Kecepatan Bus Transjakarta Saat Tabrakan di Cawang 55,4 Km Per Jam

Megapolitan
Ini Nomor Kontak Darurat bagi Warga yang Terkena Bencana di Kota Tangerang

Ini Nomor Kontak Darurat bagi Warga yang Terkena Bencana di Kota Tangerang

Megapolitan
Pemkot Bekasi Klaim Capaian Vaksin Covid-19 Dosis Pertama Capai 71,85 Persen

Pemkot Bekasi Klaim Capaian Vaksin Covid-19 Dosis Pertama Capai 71,85 Persen

Megapolitan
Dimulai di Era Ahok, Kini Anies Lanjutkan Kerja Sama dengan NTT untuk Pengadaan Daging Sapi

Dimulai di Era Ahok, Kini Anies Lanjutkan Kerja Sama dengan NTT untuk Pengadaan Daging Sapi

Megapolitan
Jasad Seorang Pria Ditemukan di Bak Mobil Pikap, Awalnya Dikira Sedang Tiduran

Jasad Seorang Pria Ditemukan di Bak Mobil Pikap, Awalnya Dikira Sedang Tiduran

Megapolitan
1,8 Juta Warga Belum Divaksin, Pemprov DKI Jakarta Gencarkan Vaksinasi Malam Hari

1,8 Juta Warga Belum Divaksin, Pemprov DKI Jakarta Gencarkan Vaksinasi Malam Hari

Megapolitan
Update 6 Korban Kecelakaan Transjakarta yang Dirawat di RSUD Budhi Asih, 2 Orang Boleh Pulang

Update 6 Korban Kecelakaan Transjakarta yang Dirawat di RSUD Budhi Asih, 2 Orang Boleh Pulang

Megapolitan
Pelaku Masturbasi di Jok Motor Milik Perempuan Diperiksa Kejiwaannya

Pelaku Masturbasi di Jok Motor Milik Perempuan Diperiksa Kejiwaannya

Megapolitan
Update Covid-19 di Jakarta, Tak Ada Lagi RT Zona Merah dan DKI Catat Nol Kematian

Update Covid-19 di Jakarta, Tak Ada Lagi RT Zona Merah dan DKI Catat Nol Kematian

Megapolitan
Pencemaran Parasetamol di Teluk Jakarta, Dinkes DKI Sebut Belum Tentu dari Konsumsi Obat

Pencemaran Parasetamol di Teluk Jakarta, Dinkes DKI Sebut Belum Tentu dari Konsumsi Obat

Megapolitan
Cerita Korban Kecelakaan Transjakarta: Duduk di Belakang Terpental ke Tengah hingga Bunyi Dentuman

Cerita Korban Kecelakaan Transjakarta: Duduk di Belakang Terpental ke Tengah hingga Bunyi Dentuman

Megapolitan
Berubah Pakai Data Dukcapil, Depok Akan Kurangi Target Vaksinasi Covid-19

Berubah Pakai Data Dukcapil, Depok Akan Kurangi Target Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.