Wagub DKI Sebut Warga Lelah Hadapi Pandemi Covid-19

Kompas.com - 07/01/2021, 17:34 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (29/12/2020) KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONOWakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (29/12/2020)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, saat ini warga DKI Jakarta sudah lelah dan jenuh berdiam diri di rumah akibat pandemi Covid-19.

Dia mengatakan, warga jenuh karena pembatasan sosial berskala besar (PSBB) DKI Jakarta terus-menerus dilberlakukan.

"Memang ini satu yang berat dan kami memahami warga Jakarta jenuh, capai ketika PSBB kemarin," ujar Ariza dalam acara talkshow yang diadakan Satgas Covid-19, Kamis (7/1/2021).

Ariza menjelaskan, mulanya sebanyak 60 persen warga Jakarta patuh dan taat berada di rumah.

Namun, ketika PSBB mulai dilonggarkan, banyak warga DKI Jakarta yang keluar rumah.

Baca juga: Anies Ubah Pergub PSBB Transisi Jakarta, Sesuaikan dengan Aturan Pembatasan Jawa-Bali

Untuk itu, Ariza meminta agar warga Jakarta kembali beraktivitas di rumah masing-masing untuk mencegah penularan Covid-19.

"Waktu lebih banyak digunakan di dalam rumah bersama keluarga," kata Ariza.

Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta juga sudah mengambil kebijakan pembatasan kerja di kantor dan menerapkan work from home (WFH) sampai 50 persen.

Begitu juga ruang usaha yang saat ini dimungkinkan bisa dikembangkan secara online.

"Jadi kami minta interaksi kita batasi secara fisik, kita menggunakan teknologi digital dan IT (teknologi informasi) dan lain-lain," kata Ariza.

Baca juga: Pemkot Bekasi Perketat Pos Penyekatan Saat Pembatasan Kegiatan Jawa-Bali Berlaku

Dia juga meminta warga Jakarta untuk lebih bersabar sedikit lagi sampai vaksin Covid-19 bisa benar-benar didistribusikan dan disuntikan.

"Mudah-mudahan secara bertahap kita bisa memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19," ucap Ariza.

Data teranyar kasus Covid-19 secara keseluruhan di DKI Jakarta pada 6 Januari 2021 tercatat sebanyak 195.301 kasus.

Dari jumlah kasus tersebut, terdapat 16.450 pasien masih dalam perawatan, 175.441 pasien sembuh, dan 3.410 korban meninggal dunia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X