Kompas.com - 08/01/2021, 08:56 WIB
Ilustrasi tes swab PCR DOK. SHUTTERSTOCKIlustrasi tes swab PCR

JAKARTA, KOMPAS.com - Polda Metro Jaya menangkap tiga orang pria dalam kasus pemalsuan hasil tes swab PCR Covid-19 yang mengatasnamakan PT BF untuk diperjualbelikan ke masyarakat. Ketiga yaitu MFA, EAD, dan MAIS, telah jadi tersangka.

Mereka ditangkap di tiga lokasi berbeda, yakni Bandung, Bekasi, dan Bali pada 1 Januari 2021.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan, para tersangka hanya membutuhkan KTP konsumen untuk membuat dokumen hasil tes PCR Covid-19 palsu. Mereka memasukkan identitas konsumen secara lengkap ke dalam file PDF yang telah disiapkan.

Baca juga: Polisi Akan Lakukan Patroli Siber Telusuri Promosi Surat PCR Palsu

Setelah beres, konsumen mendapat surat hasil swab PCR palsu yang dapat dicetak.

Para tersangka melakukan pemalsuan setelah MAIS lolos menggunakan dokumen palsu saat ke Bali dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

"Pada tanggal 23 Desember, MAIS berangkat ke Bali bertiga bersama temannya. Saat itu, ada ketentuan memakai tes PCR H-2. Lalu, ia mengontak temannya di Bali," kata Yusri.

Yusri menegaskan, MAIS mendapat ide untuk pemalsuan dokumen dari rekannya di Bali yang saat ini masih dalam pengejaran.

"MAIS bertemu rekannya (di Bali), tawarkan bisnis palsukan swab PCR ini. Ditanggapi EAD. Kemudian EAD ajak MFH. Coba promosikan lewat akunnya medsos (MFH)," katanya.

Disinggung dr Tirta

Aksi para tersangka itu terungkap setelah ada laporan dari PT BF yang merasa dirugikan dengan pembuatan surat swab PCR palsu tersebut.

PT BF melaporkan ke polisi setelah mengetahui adanya postingan dr Tirta soal tangkapan gambar penawaran surat swab PCR palsu. Tangkapan gambar yang diunggah dr Tirta itu merupakan postingan penawaran salah satu pelaku melalui media sosialnya.

""Baru sejam terbaca dr Tirta. Ini yang kemudian di unggah di akun dr Tirta. Kemudian baru ketahuan oleh PT BF dan dilaporkan ke Polda Metro Jaya," ujar Yusri.

Saat itu, MFA langsung menghapus postingan penawaran itu demi menghilangkan jejak.

Namun polisi terus melakukan penyelidikan setelah mendapatkan laporan dan ahkirnya jaringan itu terbongkar. 

"Tim bergerak, selidiki mulai dari akun karena saat ramai MFA menghapus. Ini kemudian dasar kami lakukan penyelidikan dan menangkap tersangka," ucap Yusri.

Dipatok Rp 650 ribu

Yusri menyebutkan, para tersangka mendapat dua konsumen dalam praktik pemalsuan hasil swab PCR tersebut.

Dua konsumen itu telah melakukan pembayaran dengan cara transfer dana senilai Rp 650.000 ke salah satu rekening tersangka.

"Tersangka mematok Rp 650.000 karena kami ketahui di Bandara (Soekarno-Hatta) sekitar Rp 900.000. Jadi Rp 650.000 kali dua," kata Yusri.

Namun, kedua konsumen tersebut belum mengambil hasil tes swab palsu. Mereka melarikan diri setelah kasus pemalsuan surat PCR itu ramai setelah dr Tirta mengunggahnya ke media sosial.

"Konsumen sudah membayar, pas ramai dia melarikan diri. Surat tidak diambil," kata Yusri.

Mahasiswa kedokteran

Hasil pemeriksaan polisi, ketiga tersangka pemalsu surat PCR itu berstatus mahasiswa. Salah satunya mahasiswa kedokteran.

"MFA ini merupakan mahasiswa kedokteran yang belum selesai (lulus)," ujar Yusri.

Yusri tak merinci nama dan lokasi para tersangka menuntut ilmu. "Jadi ketiga ini adalah pelajar atau mahasiswa," kata Yusri.

Panggil pihak Bandara

Polisi akan memanggil pihak Bandara Soekarno-Hatta untuk dimintai keterangan terkait tertangkapnya tersangka. Tersangka MAIS beserta dua rekannya pernah menggunakan hasil swab palsu saat ke Bali. Mereka berangkat dari Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta. Tersangka lolos dalam pemeriksaan.

"Nanti akan kami tanyakan ke sana. Nanti kami akan koordinasi dengan Bandara (Soekarno-Hatta)," ujar Yusri.

Baca juga: Kasus Pemalsuan Hasil Swab PCR yang Disinggung dr Tirta, Tiga Pria Ditangkap

Yusri tak menyebutkan jadwal pemanggilan pihak Bandara Soekarno-Hatta. Dia hanya memastikan proses pemeriksaan akan segera dilakukan.

Polisi berharap penangkapan para tersangka dapat menjadi pelajaran. Masyarakat diingatkan bahwa mereka dapat dijerat hukum jika memalsukan surat tersebut.

Pihak bandara juga diminta lebih teliti dalam pemeriksaan hasil tes kesehatan calon penumpang.

"Jadi pelajaran untuk tempat penerbangan lain untuk teliti lihat surat tes hasil PCR seseorang," kata Yusri.

"Pembelajaran dari sini, karena kita ketahui bersama kalau dengan modus seperti ini tindak pidana yang dilakukan akibatnya cukup besar bagi masyarakat," tambah Yusri.

Patroli Siber

Ke depan, polisi akan melakukan patroli siber untuk mencegah kasus serupa.

"Kami akan patroli siber untuk bisa mengetahui apakah masih ada akun-akun lain yang mempromosikan modus operandi seperti ini," ucap Yusri.

Polisi kini memburu satu tersangka yang berasal dari Bali. Tersangka itu yang memberikan file FDF surat hasil swab PCR palsu pertama kali kepada para tersangka.

"Kami masih dalami lagi, masih lakukan pengejaran kepada satu orang yang berikan (surat hasil PCR) awalnya," kata Yusri.

Ketiga tersangka yang ditangkap disangkakan dengan Pasal 32 junto Pasal 48 Undang-Undang ITE dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun penjara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anies Kembali Perpanjangan PPKM hingga 31 Mei

Anies Kembali Perpanjangan PPKM hingga 31 Mei

Megapolitan
Ada 9.291 Pergerakan Penumpang di Soekarno-Hatta pada Hari Terakhir Larangan Mudik

Ada 9.291 Pergerakan Penumpang di Soekarno-Hatta pada Hari Terakhir Larangan Mudik

Megapolitan
Berstatus Mantan Narapidana, Tuntutan Hukuman Rizieq Shihab dalam Kasus Kerumunan Diperberat

Berstatus Mantan Narapidana, Tuntutan Hukuman Rizieq Shihab dalam Kasus Kerumunan Diperberat

Megapolitan
Fakta Pelaku Pencurian dan Pemerkosaan Anak di Bekasi: Positif Narkoba, Ada Residivis, Aktor Utama Buron

Fakta Pelaku Pencurian dan Pemerkosaan Anak di Bekasi: Positif Narkoba, Ada Residivis, Aktor Utama Buron

Megapolitan
Komisioner KPK Berharap Bisa Segera Fokus pada Kerja Pemberantasan Korupsi Setelah Ada Pernyataan Presiden Soal TWK

Komisioner KPK Berharap Bisa Segera Fokus pada Kerja Pemberantasan Korupsi Setelah Ada Pernyataan Presiden Soal TWK

Megapolitan
Banjir Sempat Melanda Kampung Baru, Warga: Sudah Biasa

Banjir Sempat Melanda Kampung Baru, Warga: Sudah Biasa

Megapolitan
Warga Cimahpar Bogor Pasang Spanduk Tolak Pemudik yang Kembali Tanpa Surat Bebas Covid-19

Warga Cimahpar Bogor Pasang Spanduk Tolak Pemudik yang Kembali Tanpa Surat Bebas Covid-19

Megapolitan
5 Terdakwa Kasus Kerumunan Petamburan Dituntut Penjara Selama 1 Tahun 6 Bulan

5 Terdakwa Kasus Kerumunan Petamburan Dituntut Penjara Selama 1 Tahun 6 Bulan

Megapolitan
Banjir di 6 RT di Pondok Pinang Sudah Surut Senin Sore

Banjir di 6 RT di Pondok Pinang Sudah Surut Senin Sore

Megapolitan
Kasus Kerumunan Petamburan, Rizieq Shihab Dituntut Penjara Selama 2 Tahun

Kasus Kerumunan Petamburan, Rizieq Shihab Dituntut Penjara Selama 2 Tahun

Megapolitan
10.000 Rapid Test Antigen Gratis Disiapkan Dinkes Kota Tangerang untuk Antisipasi Lonjakan Covid-19

10.000 Rapid Test Antigen Gratis Disiapkan Dinkes Kota Tangerang untuk Antisipasi Lonjakan Covid-19

Megapolitan
Dinkes DKI Lanjutkan Vaksinasi AstraZeneca Selain Batch CTMAV547

Dinkes DKI Lanjutkan Vaksinasi AstraZeneca Selain Batch CTMAV547

Megapolitan
UPDATE 17 Mei: 21 Kasus Covid-19 Baru di Tangsel, 1 Pasien Meninggal

UPDATE 17 Mei: 21 Kasus Covid-19 Baru di Tangsel, 1 Pasien Meninggal

Megapolitan
Antisipasi Lonjakan Covid-19, Polisi Sediakan 3.400 Tes Antigen Gratis di Sejumlah Titik di Kota Tangerang

Antisipasi Lonjakan Covid-19, Polisi Sediakan 3.400 Tes Antigen Gratis di Sejumlah Titik di Kota Tangerang

Megapolitan
Penumpang yang Tiba di Terminal Kalideres Dites Cepat Antigen Covid-19, Dua Positif

Penumpang yang Tiba di Terminal Kalideres Dites Cepat Antigen Covid-19, Dua Positif

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X