Satpol PP hingga TNI-Polri Dikerahkan untuk Awasi WFH 75 Persen di Kota Tangerang

Kompas.com - 08/01/2021, 22:59 WIB
(dokumentasi Pemkot Tangerang) Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah saat menjelaskan ketersediaan kasur di RS wilayah Kota Tangerang. Kompas.COM/MUHAMMAD NAUFAL(dokumentasi Pemkot Tangerang) Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah saat menjelaskan ketersediaan kasur di RS wilayah Kota Tangerang.
|

TANGERANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Tangerang optimistis bisa mengawasi penerapan work from home (WFH) hingga 75 persen di Kota Tangerang, sesuai instruksi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Kebijakan itu diterapkan saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Tangerang pada 11-25 Januari 2021.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah menyatakan, jumlah personel yang dikerahkan cukup untuk mengawasi kebijakan tersebut.

"Insyaallah personelnya mencukupi," ujar Arief melalui sambungan telepon, Jumat (8/1/2021) malam.

Baca juga: PPKM di Kota Tangerang Dimulai 11 Januari, Hari Ini Hanya Sosialisasi

Arief berujar, personel yang dikerahkan tidak hanya dari unsur Satpol PP.

TNI dan Polri juga turut membantu Satpol PP untuk mengawasi kebijakan WFH 75 persen tersebut.

"Bukan cuma Satpol PP, TNI (dan Polri) juga ikut mengawasi," tuturnya.

Ia juga mengatakan, organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Tangerang juga bergabung dengan personel gabungan tersebut.

"Jadi, OPD diperbantukan untuk melakukan pengawasan," ucap Arief.

Arief menjelaskan, tim gabungan itu akan dibagi di tiap kelurahan dalam melaksanakan tugasnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasatpol PP DKI: Kafe Brotherhood Berkamuflase Saat Beroperasi Melebihi Jam Operasional

Kasatpol PP DKI: Kafe Brotherhood Berkamuflase Saat Beroperasi Melebihi Jam Operasional

Megapolitan
Satpol PP DKI Tutup Sementara Kafe Brotherhood karena Langgar PSBB

Satpol PP DKI Tutup Sementara Kafe Brotherhood karena Langgar PSBB

Megapolitan
HeliCity, Layanan Taksi Helikopter Terbang Menuju Bandara Soekarno-Hatta atau Sebaliknya

HeliCity, Layanan Taksi Helikopter Terbang Menuju Bandara Soekarno-Hatta atau Sebaliknya

Megapolitan
2 Bantuan Biaya Kuliah Sedang Dibuka bagi Warga Jakarta, Ini Beda KIP dan KJMU

2 Bantuan Biaya Kuliah Sedang Dibuka bagi Warga Jakarta, Ini Beda KIP dan KJMU

Megapolitan
Pemprov DKI Buka Pendaftaran KJMU 2021, Ini Syarat dan Cara Daftar demi Bantuan Kuliah Rp 9 Juta

Pemprov DKI Buka Pendaftaran KJMU 2021, Ini Syarat dan Cara Daftar demi Bantuan Kuliah Rp 9 Juta

Megapolitan
Penjambretan Marak di Tangsel, Korbannya Bocah hingga Lansia

Penjambretan Marak di Tangsel, Korbannya Bocah hingga Lansia

Megapolitan
Terjaring Razia Protokol Kesehatan, Millen Cyrus Positif Konsumsi Benzo

Terjaring Razia Protokol Kesehatan, Millen Cyrus Positif Konsumsi Benzo

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Tunanetra Tabrak Truk di Trotoar | PSI Disebut Cari Panggung

[POPULER JABODETABEK] Tunanetra Tabrak Truk di Trotoar | PSI Disebut Cari Panggung

Megapolitan
Tiga Hari Vaksinasi Covid-19 untuk Wartawan...

Tiga Hari Vaksinasi Covid-19 untuk Wartawan...

Megapolitan
Mayat Mengambang di Kali Pesanggrahan Tanpa Identitas, Diperkirakan Berusia 45-50 Tahun

Mayat Mengambang di Kali Pesanggrahan Tanpa Identitas, Diperkirakan Berusia 45-50 Tahun

Megapolitan
Polda Metro Klaim Kampung Tangguh di Paseban Mampu Tekan Penyebaran Covid-19

Polda Metro Klaim Kampung Tangguh di Paseban Mampu Tekan Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Ibu 60 Tahun yang Kalung Emasnya Dijambret Alami Luka di Leher

Ibu 60 Tahun yang Kalung Emasnya Dijambret Alami Luka di Leher

Megapolitan
Jakarta Catat 1.737 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Hampir 14 Persen

Jakarta Catat 1.737 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Hampir 14 Persen

Megapolitan
UPDATE 27 Februari: Depok Catat 233 Kasus Baru Covid-19, 4 Pasien Meninggal

UPDATE 27 Februari: Depok Catat 233 Kasus Baru Covid-19, 4 Pasien Meninggal

Megapolitan
Viral Video Kalung Emas Ibu 60 Tahun Dijambret di Tangsel

Viral Video Kalung Emas Ibu 60 Tahun Dijambret di Tangsel

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X