Petugas Bubarkan Pengunjung Galuh Mas Karawang: Maaf Waktunya Sudah Habis, Bukannya Ngusir...

Kompas.com - 09/01/2021, 11:40 WIB
Satgas Penanganan Covid-19 Karawang saat emlakukan patroli jam malam, Jumat (8/1/2021). KOMPAS.COM/FARIDASatgas Penanganan Covid-19 Karawang saat emlakukan patroli jam malam, Jumat (8/1/2021).

KARAWANG, KOMPAS.com - Dengan menenteng pengeras suara, seorang anggota TNI memperingatkan pengunjung di rumah makan di Kawasan Galuh Mas untuk bubar, Jumat (08/01/2021) malam.

"Silakan tinggalkan tempat, kembali ke rumah masing-masing," kata petugas TNI itu.

Malam itu, belasan anggota TNI, Polri, dan Satpol PP Karawang melakukan patroli jam malam dan penerapan protokol kesehatan.

Mereka berkeliling mulai dari wilayah Karangpawitan, Grand Taruma, hingga Kawasan Galuh Mas, Perumnas, hingga Tuparev. Patroli dilakukan di titik-titik yang berpotensi terjadi kerumunan.

Hasilnya, masih banyak tempat makan atau usaha lainnya yang abai menerapkan jam malam.

Padahal dalam Peraturan Bupati Karawang Nomor 78 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) dan Surat Edaran Bupati Karawang Nomor 500/4998-Satpol PP tentang Pembatasan Kegiatan Usaha, kegiatan usaha dibatasi hingga pukul 20.00 WIB.

Baca juga: Pusat Kerumunan di Karawang Akan Ditutup Sabtu Malam Mulai Pukul 20.00

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tim patroli juga mendapati salah satu cafe di bilangan Grand Taruma Karawang yang tak menerapkan jaga jarak bagi pengunjung dan melanggar jam malam.

"Harus ditandai, meskipun keluarga gak boleh (jarak terlalu dekat)," ucap Kapolres Karawang AKBP Rama Samtama Putra di sela patroli.

Rama menyebut pengelola rumah makan harus mengingatkan pengunjung apabila waktu sudah menunjukkan pukul 20.00 WIB, sebagaimana batas jam malam.

"Diingatkan 'pa mohon maaf waktu sudah habis, bukannya ngusir'," ujar Rama mencontohkan.

Baca juga: Pabrik Kopi Merek Kapal Api di Karawang Tak Lapor 71 Karyawan Positif Covid-19

Rama mengatakan, Satgas Penanganan Covid-19 Karawang akan tegas jika didapati masih ada pelaku usaha yang melanggar jam malam dan menimbulkan kerumunan.

Pihaknya tak segan akan memberikan sanksi, mulai dari teguran lisan, tertulis, penutupan, hingga pencabutan izin usaha.

"Semua tempat nongkrong akan kita bubarkan, kita akan tegas," kata dia.

Baca juga: Banyak Kasus Covid-19 Ditutup-tutupi, Gugus Tugas Karawang Kesulitan Tracing

 

 

Karawang siaga 1 Covid-19

Patroli penegakkan protokol kesehatan, kata Rama, akan rutin dilakukan meski Karawang tak masuk dalam wilayah yang ditetapkan untuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jawa-Bali.

Sebab, dalam waktu yang berturut, Karawang menjadi zona merah Covid-19 dan bahkan ditetapkan siaga 1.

"Untuk di wilayah pedesaan akan dilakukan patroli oleh satgas penanganan Covid-19 di kecamatan," ungkapnya.

Dandim 0604 Karawang Letkol Inf Medi Hariyo Wibowo mengungkapkan, pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 tak bisa hanya dilakukan Satgas Penanganan Covid-19. Melainkan memerlukan peran serta masyarakat.

 

Pedagang mengaku baru tahu

Salah seorang pedagang kedai kopi di Jalan Tuparev, Angga, mengaku baru mengetahui ada jam malam mulai pukul 20.00 WIB. Yang ia tahu pembatasan tersebut hanya berlaku pada malam tahun baru.

"Baru tahu," kata dia.

Angga mengaku saat malam pergantian baru, ia mengikui imbauan pemerintah tentang jam malam. Ia mengaku biasa membuka kedainya mulai pukul 16.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB.

Dengan adanya aturan jam malam itu, Angga berencana membuka kedainya dari pagi hari. Meskipun beberapa pelanggannya ada yang protes jika pada siang hari panas matahari menyengat.

"Tidak ada pilihan," kata dia.

Lembaran surat edaran yang ia dapat dari satgas, bakal digunakan sebagai dasar menjelaskan kepada pelanggan.

Selama ini pun ia kerap menyediakan masker bagi pengunjung yang tak bermasker.

"Kita lakukan imbauan-imbauan kecil melalui tulisan," ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Senangnya Anak SD di Kota Tangerang Kembali ke Sekolah Setelah Dua Tahun Belajar Online

Senangnya Anak SD di Kota Tangerang Kembali ke Sekolah Setelah Dua Tahun Belajar Online

Megapolitan
Tangkap 3 Pengedar Narkoba, Polisi Sita 7,2 Kg Sabu

Tangkap 3 Pengedar Narkoba, Polisi Sita 7,2 Kg Sabu

Megapolitan
Pagi yang Menghebohkan di Cawang Ketika Dua Bus Transjakarta Tabrakan hingga Tewaskan Dua Orang

Pagi yang Menghebohkan di Cawang Ketika Dua Bus Transjakarta Tabrakan hingga Tewaskan Dua Orang

Megapolitan
Pohon Tumbang di Pujasera Cipondoh, Pemilik Sebut Kerugian Capai Rp 20 Juta

Pohon Tumbang di Pujasera Cipondoh, Pemilik Sebut Kerugian Capai Rp 20 Juta

Megapolitan
Curhat Pedagang yang Kiosnya Terbakar di Pasar Kalideres, Tak Sempat Selamatkan Dagangan

Curhat Pedagang yang Kiosnya Terbakar di Pasar Kalideres, Tak Sempat Selamatkan Dagangan

Megapolitan
Update Kondisi Korban Kecelakaan Bus Transjakarta, 7 Korban Luka Sudah Boleh Pulang

Update Kondisi Korban Kecelakaan Bus Transjakarta, 7 Korban Luka Sudah Boleh Pulang

Megapolitan
UPDATE 25 Oktober: Tidak Ada Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang

UPDATE 25 Oktober: Tidak Ada Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang

Megapolitan
Polisi Buru Kawanan Begal yang Tewaskan Pemuda di Cimanggis Depok

Polisi Buru Kawanan Begal yang Tewaskan Pemuda di Cimanggis Depok

Megapolitan
Ketika Pengendara di Jalan Fatmawati Sempat Kena Tilang meski Ganjil Genap Baru Sosialisasi

Ketika Pengendara di Jalan Fatmawati Sempat Kena Tilang meski Ganjil Genap Baru Sosialisasi

Megapolitan
WN Nigeria Tersangka Kasus Penipuan Modus Jual Black Dollar Mengaku Sudah 3 Tahun di Indonesia

WN Nigeria Tersangka Kasus Penipuan Modus Jual Black Dollar Mengaku Sudah 3 Tahun di Indonesia

Megapolitan
Saat Transjakarta dan LRT Jabodebek Alami Kecelakaan pada Hari yang Sama...

Saat Transjakarta dan LRT Jabodebek Alami Kecelakaan pada Hari yang Sama...

Megapolitan
UPDATE 25 Oktober: Tambah 3 Kasus Baru Covid-19 di Depok

UPDATE 25 Oktober: Tambah 3 Kasus Baru Covid-19 di Depok

Megapolitan
Penyegelan Ulang Masjid Ahmadiyah Depok Disertai Ujaran Kebencian Massa, Polisi Diminta Turun Tangan

Penyegelan Ulang Masjid Ahmadiyah Depok Disertai Ujaran Kebencian Massa, Polisi Diminta Turun Tangan

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Bogor, Bekasi, dan Depok Hujan hingga Malam

Prakiraan Cuaca BMKG: Bogor, Bekasi, dan Depok Hujan hingga Malam

Megapolitan
Polisi Gencar Gerebek Kantor Pinjol Ilegal, Para 'Debt Collector' Kini Kerja di Kamar Kos

Polisi Gencar Gerebek Kantor Pinjol Ilegal, Para "Debt Collector" Kini Kerja di Kamar Kos

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.