Hoaks dan Fakta Tuduhan Blusukan Risma Rekayasa hingga Pemulung Gadungan

Kompas.com - 09/01/2021, 13:59 WIB
(Dari kiri ke kanan) Foto pemulung bernama Kastubi yang ditemui Menteri Sosial Tri Rismaharini, foto Nursaman yang disebut netizen sebagai pemulung yang disebut rekayasa, foto Kastubi dengan rambut sudah dipangkas setelah dibawa ke Balai Rehabilitasi Kemensos di Bekasi. Istimewa, KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO, KOMPAS.com/WALDA MARISON(Dari kiri ke kanan) Foto pemulung bernama Kastubi yang ditemui Menteri Sosial Tri Rismaharini, foto Nursaman yang disebut netizen sebagai pemulung yang disebut rekayasa, foto Kastubi dengan rambut sudah dipangkas setelah dibawa ke Balai Rehabilitasi Kemensos di Bekasi.
|

BEKASI, KOMPAS.com - Beberapa hari terakhir, Menteri Sosial Tri Risma Harini menjadi sorotan publik karena aksinya menemui pemulung di jalan.

Namun aksi blusukan Risma itu mengundang banyak cibiran hingga tudingan rekayasa mencuat. 

Seperti dua pemulung yang bertemu Risma yakni Kastubi (60) dan Faisal Tanjung (43).

Kastubi yang ditemui di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat dituduh netizen sebagai penjual poster. Sedangkan Faisal dituduh sebagai pemulung yang memiliki smartphone.

Baca juga: Sempat Mengaku Pemulung yang Ditemui Risma, Nursaman Minta Maaf karena Keliru

Tuduhan ini pun bergilir deras di dunia maya. Alhasil banyak yang setuju dan tak sedikit juga yang membantah.

Atas tuduhan itu, Risma pun akhirnya angkat bicara.

Kompas.com pun merangkum beberapa fakta terkait tuduhan warganet terhadap dua pemulung itu hingga respon dari Risma sendiri.

1. Kastubi disangka penjual poster

Akun Twitter @Andhy_SP211 menyebut Kastubi bukanlah pemulung.

"Gembel ternyata bisa menjadi profesi yg menguntungkan,bisa ikut Drakor tanpa casting pastiny,"  tulis @Andhy_SP211 pada Rabu (6/1/2021) pukul 10.22 WIB.

Dalam twitnya, akun @Andhy_SP211 menyertakan dua foto wajah seorang gelandangan berambut dan berkumis putih, bertopi hitam, serta mengenakan masker.

Akun @Andhy_SP211 juga menyertakan tangkapan layar sebuah kiriman akun Facebook yang bernama Adhe Idol.

Baca juga: Risma Pekerjakan 5 Pemulung di Apartemen Milik Anak Usaha BUMN

"Kalau yg menghadap ke depan atau yg rambutnya putih/ubanan kek kenal itu, tukang jualan poster Soekarno Menang dia orang PDIP. Lokasi jualanya jln Minang kabau Manggarai, selain itu dia juga jualan kelapa muda. Terciduk juga,” demikian tulis akun Facebook Adhe Idol yang diunggah melalui Twitter @Andhy_SP211.

Ketika Kompas.com menemui Kastubi di Balai Rehabilitasi Pangudi luhur Bekasi, dia membantah semua tudingan itu.

"Saya bukan pelukis, peluk dan kiss saja," kata Kastubi bergurau.

Dia mengaku bertemu Risma saat baru bangun tidur di depan toko di kawasan Pasar. Saat bangun, dia langsung diajak Risma ke Balai Rehabilitasi Pangudi Luhur dengan iming-iming mendapatkan tempat tinggal layak.

2. Faisal yang dituduh punya smartphone

Selain Kastubi, Faisal juga dituduh sebagai pemulung gadungan.

Dalam foto yang diunggah pemilik akun Instagram @tante_rempong_, Risma tampak menghampiri Faisal yang duduk di pinggir jalan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 11 April: Tambah 21 Kasus di Kota Tangerang, 235 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 11 April: Tambah 21 Kasus di Kota Tangerang, 235 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Dosis 1 untuk Nakes, Lansia dan Pelayan Publik DKI Jakarta Capai 50,9 Persen

Vaksinasi Covid-19 Dosis 1 untuk Nakes, Lansia dan Pelayan Publik DKI Jakarta Capai 50,9 Persen

Megapolitan
UPDATE 11 April: Tambah 1.031 Kasus di Jakarta, 15 Pasien Covid-19 Meninggal

UPDATE 11 April: Tambah 1.031 Kasus di Jakarta, 15 Pasien Covid-19 Meninggal

Megapolitan
Pohon Tumbang di Kebayoran Lama, Dua Rute Transjakarta Dialihkan

Pohon Tumbang di Kebayoran Lama, Dua Rute Transjakarta Dialihkan

Megapolitan
Larangan Mudik, Kepala Terminal Poris: Perusahaan Otobus Lapang Dada

Larangan Mudik, Kepala Terminal Poris: Perusahaan Otobus Lapang Dada

Megapolitan
Panduan Ibadah Ramadhan 2021 di Masjid dengan Protokol Kesehatan

Panduan Ibadah Ramadhan 2021 di Masjid dengan Protokol Kesehatan

Megapolitan
Pohon Tumbang di Jalur Rel, Perjalanan KRL dari Tanah Abang Tak Tersedia

Pohon Tumbang di Jalur Rel, Perjalanan KRL dari Tanah Abang Tak Tersedia

Megapolitan
Pohon Tumbang di Jalur Rel Kebayoran Lama, KRL Tak Bisa Melintas

Pohon Tumbang di Jalur Rel Kebayoran Lama, KRL Tak Bisa Melintas

Megapolitan
Kritik Tugu Sepeda, Anggota DPRD: Pemprov DKI Tak Peka Kebutuhan Pesepeda

Kritik Tugu Sepeda, Anggota DPRD: Pemprov DKI Tak Peka Kebutuhan Pesepeda

Megapolitan
Ajaran Lia Eden Disebut Sesat, Mulai dari Halalkan Babi hingga Izinkan Shalat Dua Bahasa

Ajaran Lia Eden Disebut Sesat, Mulai dari Halalkan Babi hingga Izinkan Shalat Dua Bahasa

Megapolitan
Jenazah Lia Eden Akan Dikremasi

Jenazah Lia Eden Akan Dikremasi

Megapolitan
Lia Eden Meninggal Dunia pada Jumat 9 April 2021

Lia Eden Meninggal Dunia pada Jumat 9 April 2021

Megapolitan
Mengenal Lia Eden yang Mengaku Dapat Wahyu dari Malaikat Jibril

Mengenal Lia Eden yang Mengaku Dapat Wahyu dari Malaikat Jibril

Megapolitan
Seorang Karyawan Curi 14 Ponsel Dari Gerai yang Dia Jaga, Kerugian Korban Capai Rp 100 Juta

Seorang Karyawan Curi 14 Ponsel Dari Gerai yang Dia Jaga, Kerugian Korban Capai Rp 100 Juta

Megapolitan
Cara Daftar Kartu Lansia Jakarta 2021

Cara Daftar Kartu Lansia Jakarta 2021

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X