Kompas.com - 09/01/2021, 21:54 WIB
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang diduga jatuh di Kepulauan Seribu, Sabtu, (9/1/2021), sempat delay selama 30 menit sebelum lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta.

Direktur Utama Sriwijaya Air Jefferson Irwin Jauwena membenarkan penerbangan pesawat tujuan Pontianak itu sempat tertunda. Menurut dia, hal itu disebabkan karena cuaca buruk yang tak memungkinkan pesawat tersebut lepas landas.

"Jadi tadi delay akibat hujan deras. Makanya ada delay 30 menit saat boarding," kata Jefferson dalam konferensi pers di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (9/1/2021). 

Baca juga: KNKT : Lokasi Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182 Sudah Diketahui

Jefferson menegaskan, delay itu terjadi bukan karena ada masalah pada kondisi pesawat.

"Kalau kondisi pesawat dalam keadaan sehat. Sebelumnya pulang pergi ke pontianak, harusnya tidak ada masalah. Semuanya lancar," kata dia.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak setelah empat menit lepas landas dari Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Budi memaparkan, Sriwijaya Air SJ 182 lepas landas pukul 14.36 WIB dan dinyatakan hilang kontak pada 14.40 WIB hari ini.

Baca juga: Kronologi Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Hilang Kontak

Menurut catatan, pesawat sempat diizinkan naik ke ketinggian 29.000 kaki pada pukul 14.37 WIB. Setelah itu, pesawat terpantau tidak sesuai dengan arah perjalanan. Selanjutnya, pesawat hilang dari radar.

Bupati Kepulauan Seribu Djunaedi mengonfirmasi pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak itu jatuh di sekitar Pulau Laki, Kepulauan Seribu, Sabtu siang tadi.

Kapal patroli Kementerian Perhubungan menemukan serpihan daging di lokasi yang diduga menjadi titik jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

Sementara itu, nelayan Pulau Lancang pertama kali mendengar suara ledakan seperti suara petir di sekitar lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air.

Saat itu, lokasi jatuhnya pesawat sedang diguyur hujan deras. Nelayan tersebut melapor ke Pemkab Kepulauan Seribu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 2 Juli: Turun 182 Kasus, Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Kini 9.363

UPDATE 2 Juli: Turun 182 Kasus, Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Kini 9.363

Megapolitan
Pria yang Tusuk Ibu dan Anak di Bekasi Ternyata Polisi Gadungan

Pria yang Tusuk Ibu dan Anak di Bekasi Ternyata Polisi Gadungan

Megapolitan
Polres Metro Bekasi Tangkap Pria Beratribut Polisi yang Tusuk Ibu dan Anak di Bantargebang

Polres Metro Bekasi Tangkap Pria Beratribut Polisi yang Tusuk Ibu dan Anak di Bantargebang

Megapolitan
Saat Anies Menang Adu Layangan dengan Juara Dunia Koh Akiat

Saat Anies Menang Adu Layangan dengan Juara Dunia Koh Akiat

Megapolitan
Hilang Kendali hingga Tabrak Pembatas Jalan, Pengemudi dan Penumpang Sepeda Motor Meninggal di Pondok Indah

Hilang Kendali hingga Tabrak Pembatas Jalan, Pengemudi dan Penumpang Sepeda Motor Meninggal di Pondok Indah

Megapolitan
Berharap Tak Diusir, Keluarga Bayi yang Sempat Dibuang Ditawari Pindah ke Rusun Lain

Berharap Tak Diusir, Keluarga Bayi yang Sempat Dibuang Ditawari Pindah ke Rusun Lain

Megapolitan
Rawat Bayi yang Sempat Dibuang, Satu Keluarga Diusir dari Rusun di Jatinegara karena Desakan Tetangga

Rawat Bayi yang Sempat Dibuang, Satu Keluarga Diusir dari Rusun di Jatinegara karena Desakan Tetangga

Megapolitan
Rawat Bayi yang Sempat Dibuang, Keluarga Berharap Tak Diusir dari Rusun Jatinegara

Rawat Bayi yang Sempat Dibuang, Keluarga Berharap Tak Diusir dari Rusun Jatinegara

Megapolitan
Belum Dibuka hingga Awal Juli, Penutupan Sementara Tebet Eco Park untuk Perbaikan Diperpanjang

Belum Dibuka hingga Awal Juli, Penutupan Sementara Tebet Eco Park untuk Perbaikan Diperpanjang

Megapolitan
WALHI: Pemadaman Lampu Satu Jam Kurang Efektif Atasi Jejak Karbon

WALHI: Pemadaman Lampu Satu Jam Kurang Efektif Atasi Jejak Karbon

Megapolitan
Ada Helipad di Kepulauan Seribu, Dituding Ilegal hingga Bantahan Wagub DKI

Ada Helipad di Kepulauan Seribu, Dituding Ilegal hingga Bantahan Wagub DKI

Megapolitan
UPDATE 2 Juli: Tambah 113 Kasus di Tangsel, 324 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 2 Juli: Tambah 113 Kasus di Tangsel, 324 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Jadwal Konser Jakarta Fair Ada Tony Q Rastafara, Ini Harga Tiketnya

Jadwal Konser Jakarta Fair Ada Tony Q Rastafara, Ini Harga Tiketnya

Megapolitan
UPDATE 2 Juli: Tambah 53 Kasus di Kota Tangerang, 435 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 2 Juli: Tambah 53 Kasus di Kota Tangerang, 435 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Puncak Monas Sudah Dibuka Kembali, Simak Jam Operasionalnya

Puncak Monas Sudah Dibuka Kembali, Simak Jam Operasionalnya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.