Kompas.com - 11/01/2021, 16:02 WIB
Ruang isolasi Stadion Patriot Chandrabaga, Bekasi, Selasa (15/9/2020). Dokumen Pemkot BekasiRuang isolasi Stadion Patriot Chandrabaga, Bekasi, Selasa (15/9/2020).

DEPOK, KOMPAS.com - Anggota Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Kota Depok Ikravany Hilman mengungkapkan "kecemburuannya" kepada Kota Bekasi yang memiliki Stadion Patriot Candrabhaga yang difungsikan untuk penanggulangan pandemi Covid-19.

"Bekasi itu bahkan menjadikan stadionnya untuk orang datang sebagai tempat pemeriksaan massal dan sebagainya. Kita (Depok) kan enggak," ujar pria yang akrab disapa Ikra itu kepada wartawan, Senin (11/1/2021).

Stadion Patriot merupakan aset daerah yang belakangan disulap sebagai lokasi menggelar tes massal, baik rapid test maupun swab PCR.

Di samping itu, stadion yang sempat dipakai sebagai markas Persija Jakarta itu, kini didapuk sebagai fasilitas isolasi khusus pasien Covid-19 tanpa gejala atau bergejala ringan, dengan kapasitas lebih dari 50 tempat tidur.

Baca juga: Anggota DPRD Depok Minta Penanganan Covid-19 oleh Pemkot Dievaluasi

Di Depok, fasilitas isolasi khusus pasien Covid-19 tanpa gejala dilakukan di Universitas Indonesia, yakni di Wisma Makara dan penginapan Pusat Studi Jepang.

"Saya heran. Di Bekasi, bisa gratis tuh, rapid test, kalau positif, di-swab gratis. Bagaimana kita mau tracing, lokalisir, dan penanganan kalau enggak dilakukan tes massal?" sebut Ikra.

"Pernah sih dilakukan tes massal (di Depok), tapi sekali-sekali dan jumlahnya enggak banyak," ujarnya.

Walaupun demikian, pernyataan Ikra juga mengandung unsur problematis sebab jumlah tes PCR Covid-19 di Depok per pekan di Depok ditengarai sudah memenuhi standar minimal WHO (1 per 1.000 penduduk).

Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok memang tak pernah merilis realisasi jumlah tes harian, namun mengumumkan bahwa rerata tingkat positivitas 30 persen dalam sepekan.

Baca juga: Kasus Terus Memuncak, 3.824 Orang Masih Positif Covid-19 di Depok

Dengan 1.600-an kasus baru Covid-19 sepekan terakhir, maka diperkirakan Kota Depok sudah melakukan lebih dari 4.000 tes seminggu, di atas target minimal 2.400-an tes sepekan jika mengacu standar WHO.

Meski begitu, tak diketahui jumlah tes yang dilakukan adalah hasil tracing oleh pemerintah sehingga gratis, dan berapa tes yang dilakukan atas inisiatif warga (mandiri) sehingga berbayar.

Ikra meminta Pemerintah Kota Depok bersedia duduk bareng dengan dewan supaya penanggulangan pandemi Covid-19 selama ini dapat dievaluasi dan ditingkatkan.

"Pemerintah kota enggak usah malu, enggak usah gengsi. Ngomong sama kita permasalahannya apa, ini solusinya apa. Kita omongin sama-sama," jelasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kejar Sampai ke Riau, Polisi Tangkap Pengedar dan Sita 5,9 Kilogram Sabu dalam Kemasan Teh

Kejar Sampai ke Riau, Polisi Tangkap Pengedar dan Sita 5,9 Kilogram Sabu dalam Kemasan Teh

Megapolitan
Keluh Kesah Pekerja PO Bus soal Larangan Mudik Lebaran, Mencoba Maklum meski Kecewa

Keluh Kesah Pekerja PO Bus soal Larangan Mudik Lebaran, Mencoba Maklum meski Kecewa

Megapolitan
Polisi Masih Selidiki Dugaan Pengeroyokan Anggota TNI dan Polri di Kebayoran Baru

Polisi Masih Selidiki Dugaan Pengeroyokan Anggota TNI dan Polri di Kebayoran Baru

Megapolitan
Anggota TNI dan Polri Dikeroyok di Kebayoran Baru, Keterlibatan Oknum Diusut

Anggota TNI dan Polri Dikeroyok di Kebayoran Baru, Keterlibatan Oknum Diusut

Megapolitan
Kelompok Pemuda Dua RW di Tebet Bentrok, Satu Orang Kena Bacok

Kelompok Pemuda Dua RW di Tebet Bentrok, Satu Orang Kena Bacok

Megapolitan
Sering Perang Sarung Saat Sahur dan Bikin Resah, 18 Remaja Diamankan Polisi

Sering Perang Sarung Saat Sahur dan Bikin Resah, 18 Remaja Diamankan Polisi

Megapolitan
Sandi Pembongkar Dugaan Korupsi Damkar Depok Mengaku Diberi SP, Wali Kota Idris: Lapor ke Saya!

Sandi Pembongkar Dugaan Korupsi Damkar Depok Mengaku Diberi SP, Wali Kota Idris: Lapor ke Saya!

Megapolitan
Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Meningkat, Diduga Efek Liburan Panjang Paskah

Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Meningkat, Diduga Efek Liburan Panjang Paskah

Megapolitan
Pipa Palyja Bocor di Pangeran Antasari, 20 Daerah Ini Akan Terganggu Pasokan Air

Pipa Palyja Bocor di Pangeran Antasari, 20 Daerah Ini Akan Terganggu Pasokan Air

Megapolitan
Harga Tiket Kereta Api Jakarta-Malang Terbaru Tahun 2021

Harga Tiket Kereta Api Jakarta-Malang Terbaru Tahun 2021

Megapolitan
Pemprov DKI Buka Vaksinasi untuk Pelaku Ekonomi Kreatif, dari Pemusik hingga Pengusaha Kuliner

Pemprov DKI Buka Vaksinasi untuk Pelaku Ekonomi Kreatif, dari Pemusik hingga Pengusaha Kuliner

Megapolitan
Suami Nindy Didakwa Pasal Berlapis, Terancam 20 Tahun Penjara

Suami Nindy Didakwa Pasal Berlapis, Terancam 20 Tahun Penjara

Megapolitan
Dugaan Korupsi Damkar Depok, Wali Kota Idris: Pemkot Dukung Pengusutan Kasus

Dugaan Korupsi Damkar Depok, Wali Kota Idris: Pemkot Dukung Pengusutan Kasus

Megapolitan
Harga Tiket Kereta Api Jakarta-Bandung Terbaru Tahun 2021

Harga Tiket Kereta Api Jakarta-Bandung Terbaru Tahun 2021

Megapolitan
Namanya Disinggung dalam Dugaan Korupsi Damkar Depok, Ini Kata Wali Kota Idris

Namanya Disinggung dalam Dugaan Korupsi Damkar Depok, Ini Kata Wali Kota Idris

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X