Kompas.com - 11/01/2021, 22:13 WIB
Contoh plasma darah yang telah dibekukan ditunjukan oleh salah satu staf PMI Kota Tangerang, Kamis (17/12/2020). KOMPAS.COM/MUHAMMAD NAUFALContoh plasma darah yang telah dibekukan ditunjukan oleh salah satu staf PMI Kota Tangerang, Kamis (17/12/2020).

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang Selatan telah menerima 150 penderma plasma darah konvalesen dari panyitas Covid-19.

Sejumlah itu diterima PMI Tangerang Selatan sejak program donor untuk bantu terapi pasien Covid-19 itu diselenggarakan mulai Desember 2020.

"Untuk yang sudah terscreening ada 150 penyintas. Dari 150 penyintas yang (plasma darah konvalesen) lolos itu ada 38 orang," ujar Kepala Unit Donor Darah PMI Tangerang Selatan, Suhara Manullang saat dikonfirmasi, Senin (11/1/2021).

Baca juga: Anies Keluarkan Aturan Standarisasi Masker, Tidak Sesuai Bakal Kena Sanksi

Suhara mengatakan, plasma darah dari 38 penderma itu dapat digunakan untuk 79 pasien yang terpapar Covid-19 dalam perawatan.

Adapun plasma darah konvalesen yang lolos untuk didonorkan itu telah didistribusikan ke beberapa rumah sakit yang ada di Tangerang Selatan hingga wilayah Sampit, Kalimantan.

"Sudah terdistribusikan seluruhnya, baik di rumah sakit yang ada di tangsel, bahkan di luar pulau Jawa, hingga di Sampit, Kalimantan," kata Suhara.

Suhara menjelaskan, sejauh ini program donor darah konvalesen dari PMI Tangsel itu dibagi dalam tiga kelompok.

Baca juga: PSBB Jakarta Diperketat, Pengunjung Hotel dan Tempat Wisata Wajib Pakai Masker

Salah satunya dilakukan di Rumah Lawan Covid-19 (RLC), Serpong, Tangerang Selatan.

"PMI Tangsel menjemput bola ke RLC. Setiap hari kan ada pemulangan (pasien sembuh). Ditanya petugas siapa yang mau mendonorkan, nanti petugas PMI datang untuk diambil darahnya untuk kita screening," katanya.

Sejauh program donor plasma darah konvalesen digelar, Suhara menyebut paling banyak menerima golongan darah A dan O.

Adapun yang paling sedikit itu AB. Namun Suhara tak menjelaskan alasan kurangnya golongan darah itu.

"Kalau secara umum sih yang banyak (plasma darah konvalesen) itu golongan A dan O. Yang memang sedikit itu AB," kata Suhara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadwal Shalat di Jakarta Selama Bulan Ramadhan 2021

Jadwal Shalat di Jakarta Selama Bulan Ramadhan 2021

Megapolitan
Ratusan Pedagang Korban Kebakaran di Pasar Minggu Akan Direlokasi

Ratusan Pedagang Korban Kebakaran di Pasar Minggu Akan Direlokasi

Megapolitan
Menengok Rumah Mantan Menlu Pertama RI Achmad Soebardjo yang Kini Dijual

Menengok Rumah Mantan Menlu Pertama RI Achmad Soebardjo yang Kini Dijual

Megapolitan
Jalan di Grand Depok City Ambles, Kedalaman Diperkirakan 3 Meter

Jalan di Grand Depok City Ambles, Kedalaman Diperkirakan 3 Meter

Megapolitan
Gedung Blok C Pasar Minggu Rawan Runtuh, Pedagang Diimbau Jangan Masuk

Gedung Blok C Pasar Minggu Rawan Runtuh, Pedagang Diimbau Jangan Masuk

Megapolitan
Keterangan Saksi di Sidang Rizieq: Bandara Rugi hingga Alasan Tak Bubarkan Acara di Petamburan

Keterangan Saksi di Sidang Rizieq: Bandara Rugi hingga Alasan Tak Bubarkan Acara di Petamburan

Megapolitan
Ini Syarat Membuat dan Perpanjang SKCK Langsung di Polres atau Polsek

Ini Syarat Membuat dan Perpanjang SKCK Langsung di Polres atau Polsek

Megapolitan
Anies Targetkan 95 Persen Lansia Jakarta Divaksin Sebelum Idul Fitri

Anies Targetkan 95 Persen Lansia Jakarta Divaksin Sebelum Idul Fitri

Megapolitan
Suara Buruh: Tolak THR Dicicil, Minta Diskusi Terbuka jika Pengusaha Beralasan Rugi

Suara Buruh: Tolak THR Dicicil, Minta Diskusi Terbuka jika Pengusaha Beralasan Rugi

Megapolitan
Pemprov Banten Buka-bukaan soal Polemik Tugu Pamulang yang Habiskan Rp 300 Juta

Pemprov Banten Buka-bukaan soal Polemik Tugu Pamulang yang Habiskan Rp 300 Juta

Megapolitan
Catat! Jam Operasional Sentra Vaksinasi di Istora Senayan Berubah Selama Ramadhan

Catat! Jam Operasional Sentra Vaksinasi di Istora Senayan Berubah Selama Ramadhan

Megapolitan
Anies Ingatkan Warga Hindari Buka Puasa Bersama dan Kumpul Keluarga Selama Ramadhan

Anies Ingatkan Warga Hindari Buka Puasa Bersama dan Kumpul Keluarga Selama Ramadhan

Megapolitan
Hari Pertama Puasa, Sentra Vaksinasi BUMN Istora Tak Beroperasi

Hari Pertama Puasa, Sentra Vaksinasi BUMN Istora Tak Beroperasi

Megapolitan
Perusahaan Wajib Bayar THR, Pengusaha Diminta Cairkan Tepat Waktu hingga Selesaikan Masalah melalui Perundingan

Perusahaan Wajib Bayar THR, Pengusaha Diminta Cairkan Tepat Waktu hingga Selesaikan Masalah melalui Perundingan

Megapolitan
Larangan Mudik Lebaran 2021, Polisi Buat Titik Penyekatan hingga Kendaraan yang Boleh Melintas

Larangan Mudik Lebaran 2021, Polisi Buat Titik Penyekatan hingga Kendaraan yang Boleh Melintas

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X