Kompas.com - 12/01/2021, 11:51 WIB
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menggelar operasi tertib masker di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Selasa (12/1/2021). Lebih dari 50 orang dikenai sanksi karena tak memakai masker atau pun tak memakai maskernya dengan benar. Dok Satpol PPSatuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menggelar operasi tertib masker di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Selasa (12/1/2021). Lebih dari 50 orang dikenai sanksi karena tak memakai masker atau pun tak memakai maskernya dengan benar.
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menggelar operasi tertib masker di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Selasa (12/1/2021). Lebih dari 50 orang dikenai sanksi karena tak memakai masker atau tak memakai maskernya dengan benar.

"Jumlah pelanggar sebanyak 52 orang," kata Kepala Seksi Operasi Satpol PP DKI Jakarta Fitrano Jaya Putra, Selasa (12/1/2021).

Sebanyak 52 pelanggar itu terdiri dari pengunjung hingga pedagang di Pasar Senen. Dari jumlah itu, 51 orang dikenai sanksi sosial yakni membersihkan kawasan Pasar Senen. Sementara satu orang memilih sanksi administrasi denda sebesar Rp 250.000.

Baca juga: Sepekan Razia Masker, Satgas Covid-19 Jaring 267 Pelanggar, 39 Reaktif

"Lebih banyak yang memilih sanksi sosial karena mungkin mereka enggak pegang uang," kata Fitrano.

Ia menyebutkan, sebanyak 47 personil Satpol PP diterjunkan dalam operasi itu. Petugas menyusuri Blok III sampai Blok VI Pasar Senen. Operasi berlangsung pukul 09.00 WIB sampai pukul 10.30 WIB.

"Selama kegiatan berlangsung, berjalan dengan aman dan kondusif," ujar Fitrano.

Fitrano mengatakan, operasi itu digelar berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 3 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 2 tahun 2020 tentang penanggulangan Covid-19 di Provinsi DKI Jakarta.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemudik Berdatangan di Terminal Kampung Rambutan, Bus-bus AKAP Disemprot Disinfektan

Pemudik Berdatangan di Terminal Kampung Rambutan, Bus-bus AKAP Disemprot Disinfektan

Megapolitan
Sehari Usai Larangan Mudik Berakhir, Terminal Poris Plawad Dipenuhi Penumpang

Sehari Usai Larangan Mudik Berakhir, Terminal Poris Plawad Dipenuhi Penumpang

Megapolitan
Polisi Sebut Guru yang Cabuli Murid di Sebuah Masjid di Bekasi seperti Maniak

Polisi Sebut Guru yang Cabuli Murid di Sebuah Masjid di Bekasi seperti Maniak

Megapolitan
Mengaku Kurang Pengetahuan, JYC yang Gelar Paduan Suara di Masjid Istiqlal Minta Maaf

Mengaku Kurang Pengetahuan, JYC yang Gelar Paduan Suara di Masjid Istiqlal Minta Maaf

Megapolitan
Kelurahan Cipete Selatan Data Penghuni Kos dan Kontrakan yang Kembali dari Mudik

Kelurahan Cipete Selatan Data Penghuni Kos dan Kontrakan yang Kembali dari Mudik

Megapolitan
John Kei Nilai Jaksa Tak Hiraukan Fakta Persidangan

John Kei Nilai Jaksa Tak Hiraukan Fakta Persidangan

Megapolitan
Korban Pemerkosaan Maling di Bekasi Alami Trauma Berat sampai Takut Tidur Sendiri

Korban Pemerkosaan Maling di Bekasi Alami Trauma Berat sampai Takut Tidur Sendiri

Megapolitan
Video ART Aniaya Majikan di Cengkareng Viral di Medsos

Video ART Aniaya Majikan di Cengkareng Viral di Medsos

Megapolitan
Bacakan Nota Pembelaan, John Kei: Saya Sudah Bertobat, Saya Bukan John Kei yang Dulu

Bacakan Nota Pembelaan, John Kei: Saya Sudah Bertobat, Saya Bukan John Kei yang Dulu

Megapolitan
KA Lokal Walahar dan Jatiluhur Kembali Beroperasi Mulai 18 Mei 2021

KA Lokal Walahar dan Jatiluhur Kembali Beroperasi Mulai 18 Mei 2021

Megapolitan
Dituntut 18 Tahun Penjara, John Kei: Saya Dizalimi, Saya Tidak Bersalah...

Dituntut 18 Tahun Penjara, John Kei: Saya Dizalimi, Saya Tidak Bersalah...

Megapolitan
TMII Dibuka Kembali, Pengunjung Dibatasi 50 Persen dari Kapasitas Maksimal

TMII Dibuka Kembali, Pengunjung Dibatasi 50 Persen dari Kapasitas Maksimal

Megapolitan
Pemprov DKI Tempel Stiker di Rumah Pemudik, Ini Penjelasan Wagub

Pemprov DKI Tempel Stiker di Rumah Pemudik, Ini Penjelasan Wagub

Megapolitan
Kedatangan Pemudik di Bojong Nangka Tangerang Dipantau secara Daring

Kedatangan Pemudik di Bojong Nangka Tangerang Dipantau secara Daring

Megapolitan
Wagub DKI Minta Maaf soal Video Paduan Suara di Ruang Utama Masjid Istiqlal

Wagub DKI Minta Maaf soal Video Paduan Suara di Ruang Utama Masjid Istiqlal

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X