Kompas.com - 12/01/2021, 20:40 WIB
Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (4/1/2021) KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONOGedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (4/1/2021)

JAKARTA, KOMPAS.com - Penutupan Gedung DPRD DKI Jakarta yang ditutup selama dua pekan membuat anggota Dewan kesulitan untuk bekerja menggelar rapat-rapat kerja.

Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Iman Satria yang menilai ketidaknyamanan proses kerja dewan karena kantornya ditutup akibat Covid-19.

"Ini sebenarnya agak sedikit kurang enak aja," kata Iman saat dihubungi melalui telepon, Selasa (12/1/2021).

Iman mengatakan, beberapa halangan di antaranya disebutkan soal pertemuan dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang biasanya digelar secara tatap muka.

Baca juga: Pandemi Memburuk, Pimpinan DPRD DKI Minta Pemprov DKI Terapkan Perda Covid-19

Kini agenda-agenda rapat tatap muka tersebut harus dilaksanakan dengan virtual dan bisa memakan waktu lebih karena proses penyiapan rapat virtual.

"Sedikit banyak ada halangan lah, awalnya kita bisa mendapat informasi memanggil SKPD lebih cepat akhirnya kita berproses lewat WA atau zoom," ucap Iman.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Itulah sebabnya, kata politikus Gerindra ini, dia menginginkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diterapkan serentak se Jawa-Bali bisa mengakhiri polemik Covid-19 di Jakarta.

Pasalnya, apabila kasus tidak menurun akan tetap berdampak pada aktivitas DPRD jika ada orang-orang di lingkungan DPRD DKI kembali terpapar.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Jakarta, Pimpinan DPRD DKI Sebut Tunggu Hasil Uji Klinis

"Sejak tahun baru kita lockdown, kita berharap dengan PSBB kemabli ketat mudahan bisa jadi yang terakhir," ujar Iman.

Dia juga setuju apabila PSBB terus diperpanjang hingga benar-benar tuntas, agar tidak mengganggu proses kerja Pemprov DKI Jakarta dan DPRD DKI.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kelabui Polisi Saat Digerebek, Kantor Pinjol Ilegal di Kelapa Gading Mengaku Perusahaan Ekspedisi

Kelabui Polisi Saat Digerebek, Kantor Pinjol Ilegal di Kelapa Gading Mengaku Perusahaan Ekspedisi

Megapolitan
Polisi Pastikan Perusahaan Pinjol Ilegal di Kelapa Gading Tak Lagi Lakukan Penagihan

Polisi Pastikan Perusahaan Pinjol Ilegal di Kelapa Gading Tak Lagi Lakukan Penagihan

Megapolitan
Fakta Baru Kasus Kematian Perempuan di Tol Sedyatmo, Korban Ditabrak Sopir Taksi Online

Fakta Baru Kasus Kematian Perempuan di Tol Sedyatmo, Korban Ditabrak Sopir Taksi Online

Megapolitan
Pemkot Beri Perhatian Khusus pada Empat Kawasan Rawan Banjir di Jakbar

Pemkot Beri Perhatian Khusus pada Empat Kawasan Rawan Banjir di Jakbar

Megapolitan
Perempuan di Pesanggrahan Trauma dan Tak Nafsu Makan karena Pria Masturbasi Buang Sperma di Jok Motornya

Perempuan di Pesanggrahan Trauma dan Tak Nafsu Makan karena Pria Masturbasi Buang Sperma di Jok Motornya

Megapolitan
Sulit Berjalan, Pasien Berbobot 120 Kg Dievakuasi Petugas Damkar dari Lantai 2 Rumah ke RS

Sulit Berjalan, Pasien Berbobot 120 Kg Dievakuasi Petugas Damkar dari Lantai 2 Rumah ke RS

Megapolitan
Rapor Merah 4 Tahun Anies dari LBH: Gimik soal Reklamasi hingga Warga Sulit Punya Rumah di Jakarta

Rapor Merah 4 Tahun Anies dari LBH: Gimik soal Reklamasi hingga Warga Sulit Punya Rumah di Jakarta

Megapolitan
PPKM Jakarta Turun Jadi Level 2

PPKM Jakarta Turun Jadi Level 2

Megapolitan
Babak Baru Kasus Unlawful Killing Laskar FPI, Briptu Fikri dan Ipda Yusmin Didakwa Menganiaya hingga Korban Tewas

Babak Baru Kasus Unlawful Killing Laskar FPI, Briptu Fikri dan Ipda Yusmin Didakwa Menganiaya hingga Korban Tewas

Megapolitan
Cinta Satu Malam di Lokalisasi Gunung Antang Berujung Tewasnya Pelanggan yang Ogah Bayar

Cinta Satu Malam di Lokalisasi Gunung Antang Berujung Tewasnya Pelanggan yang Ogah Bayar

Megapolitan
UPDATE 18 Oktober: Tambah 1 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 40 Pasien Dirawat

UPDATE 18 Oktober: Tambah 1 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 40 Pasien Dirawat

Megapolitan
Bela Anies yang Diberi Rapor Merah, Wagub DKI: Tanya Masyarakat, Jakarta Semakin Baik...

Bela Anies yang Diberi Rapor Merah, Wagub DKI: Tanya Masyarakat, Jakarta Semakin Baik...

Megapolitan
Beri Rapor Merah untuk Anies, LBH Sebut Sulit Punya Tempat Tinggal di Jakarta

Beri Rapor Merah untuk Anies, LBH Sebut Sulit Punya Tempat Tinggal di Jakarta

Megapolitan
LBH Jakarta Sebut Pemprov DKI Masih Setengah Hati Tangani Pandemi Covid-19

LBH Jakarta Sebut Pemprov DKI Masih Setengah Hati Tangani Pandemi Covid-19

Megapolitan
Kantor Pinjol Ilegal di Kepala Gading Sepi Saat Digerebek, Ternyata Pegawainya WFH

Kantor Pinjol Ilegal di Kepala Gading Sepi Saat Digerebek, Ternyata Pegawainya WFH

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.