Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Berstatus Penyintas Covid-19, Bima Arya Tak Masuk Daftar Penerima Vaksin Tahap Pertama di Kota Bogor

Kompas.com - 13/01/2021, 12:09 WIB
Ramdhan Triyadi Bempah,
Egidius Patnistik

Tim Redaksi

BOGOR, KOMPAS.com - Wali Kota Bogor, Jawa Barat, Bima Arya Sugiarto, tidak masuk dalam daftar nama pejabat publik yang akan mendapatkan vaksinasi Covid-19 tahap pertama di Kota Bogor. Bima Arya yang pernah terinfeksi Covid-19 membuatnya tidak bisa masuk dalam daftar itu.

Hal itu juga merujuk kepada Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor HK.02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19.

Posisi Bima Arya akan digantikan Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim. Mantan direktur di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu akan menjadi orang nomor satu di Kota Bogor yang bakal disuntik vaksin pada Kamis besok.

Baca juga: Bima Arya Sidak Mal hingga Restoran di Hari Pertama PPKM

Dedie menjelaskan, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi para penerima vaksin, antara lain berusia antara 16 hingga 59 tahun, tidak dalam kondisi hamil dan menyusui, tidak memiliki penyakit bawaan atau komorbid, serta bukan berstatus sebagai penyintas Covid-19, dan dalam keadaan sehat.

“Pak Bima kan sudah pernah (Covid-19), Bu Sekda juga pernah. Maka dari itu sayalah untuk penerima vaksin pertama,” kata Dedie, Rabu ini.

Dedie mengemukakan, pemberian vaksin terhadap kepala daerah merupakan perintah dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) agar menjadi contoh kepada masyarakat.

Ia menyatakan siap mengikuti instruksi tersebut. Kemungkinan besar, kata Dedie, pelaksanaan vaksinasi terhadap dirinya akan dilakukan di Puskesmas Tanah Sareal.

"Saya yakin vaksin ini aman. Hari ini para penerima pertama vaksin mulai melakukan screening, diantaranya saya sendiri, Kapolresta dan Ketua DPRD, sebelum nantinya menerima suntikan vaksin. Jadi ada beberapa tahap," sebutnya.

Soal persiapannya, Dedie megnatakan tetap menjaga stamina tubuh agar imunitas tetap terjaga hingga mencari informasi dari berbagai sumber tentang bagaimana dampak atau efek pemberian vaksin.

Baca juga: Bima Arya Hormati Proses Hukum atas Penetapan Tersangka Dirut RS Ummi

"Jadi kami normal saja. Kami bisa melihat contoh yang sudah dilakukan di berbagai tempat. Insya Allah aman," ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Korban 'Bullying' Siswa SMA di Serpong Sudah Diperiksa Polisi

Korban "Bullying" Siswa SMA di Serpong Sudah Diperiksa Polisi

Megapolitan
BNPB Bangun 38 Unit Rumah Tahan Gempa di Bogor, Telan Dana Rp 4,3 Miliar

BNPB Bangun 38 Unit Rumah Tahan Gempa di Bogor, Telan Dana Rp 4,3 Miliar

Megapolitan
BNPB Bangun 38 Unit Rumah Tahan Gempa untuk Korban Longsor di Kota Bogor

BNPB Bangun 38 Unit Rumah Tahan Gempa untuk Korban Longsor di Kota Bogor

Megapolitan
Kondisi Bayi Laki-laki yang Ditemukan dalam Kardus di Tamansari Dipastikan Sehat

Kondisi Bayi Laki-laki yang Ditemukan dalam Kardus di Tamansari Dipastikan Sehat

Megapolitan
Proses Rekapitulasi Suara Pemilu di Kota Bogor Baru 25 Persen

Proses Rekapitulasi Suara Pemilu di Kota Bogor Baru 25 Persen

Megapolitan
Bawaslu Kota Bogor Sebut Rekapitulasi Suara Pemilu di Tingkat Kecamatan Berjalan Alot

Bawaslu Kota Bogor Sebut Rekapitulasi Suara Pemilu di Tingkat Kecamatan Berjalan Alot

Megapolitan
Cerita Agus Teruskan Usaha Pancong Warisan Sang Kakek, Ciptakan Konsep Warkop Jadul di Samping Rel Manggarai

Cerita Agus Teruskan Usaha Pancong Warisan Sang Kakek, Ciptakan Konsep Warkop Jadul di Samping Rel Manggarai

Megapolitan
Bawaslu Kota Bogor Sebut Tidak Ada Laporan Kecurangan Pemilu 2024 hingga Saat Ini

Bawaslu Kota Bogor Sebut Tidak Ada Laporan Kecurangan Pemilu 2024 hingga Saat Ini

Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Renovasi Gelanggang Remaja, Zita Anjani Harap Pemuda Raih Prestasi

Pemprov DKI Jakarta Renovasi Gelanggang Remaja, Zita Anjani Harap Pemuda Raih Prestasi

Megapolitan
Warga Temukan Bayi Laki-laki dalam Kardus di Tamansari

Warga Temukan Bayi Laki-laki dalam Kardus di Tamansari

Megapolitan
Pengendara Keluhkan Keberadaan Parkir Liar di Taman Manunggal Bogor: Jadi Biang Macet

Pengendara Keluhkan Keberadaan Parkir Liar di Taman Manunggal Bogor: Jadi Biang Macet

Megapolitan
Korban 'Bullying' Siswa SMA di Serpong Minta Perlindungan ke LPSK

Korban "Bullying" Siswa SMA di Serpong Minta Perlindungan ke LPSK

Megapolitan
Trotoar Taman Manunggal Bogor 'Dikuasai' PKL, Pejalan Kaki Tergusur

Trotoar Taman Manunggal Bogor "Dikuasai" PKL, Pejalan Kaki Tergusur

Megapolitan
Meski Mendung, Warga Tetap Semangat Kunjungi CFD Bundaran HI untuk Berolahraga dan Rekreasi

Meski Mendung, Warga Tetap Semangat Kunjungi CFD Bundaran HI untuk Berolahraga dan Rekreasi

Megapolitan
GAC Ramaikan CFD Bundaran HI, Penonton Ikut Bernyanyi Sampai Terharu

GAC Ramaikan CFD Bundaran HI, Penonton Ikut Bernyanyi Sampai Terharu

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com