Mengenal Sosok "Robin Hood Indonesia" yang Jarah Museum Nasional

Kompas.com - 13/01/2021, 13:35 WIB
Kusni Kasdut Kompas.idKusni Kasdut

Ia kemudian tidak bergabung dalam ketentaraan pasca-pengembalian kedaulatan. Pria kelahiran Blitar, Jawa Timur, tersebut kemudian menjadi orang sipil.

Kehidupan ekonomi yang morat-marit membuat Kasdut memilih jalan pintas untuk bertahan hidup. Maka tampillah Kusni Kasdut sebagai penjahat legendaris di Indonesia.

Dikenal sebagai belut licin di tahanan

Kusni Kasdut dikenal sering meloloskan diri dari penjara. Ia berulang kali kabur dari tahanan baik saat menjadi pejuang maupun penjahat.

Kasdut yang ditahan di LP Lowokwaru, Malang, Jawa Timur setelah divonis mati oleh hakim atas semua kejahatannya, melarikan diri pada tanggal 10 September 1979 sekitar pukul 03.00 dini hari.

Harian Kompas melaporkan, Kasdut kabur dari sel khusus berisi satu orang tersebut dengan bantuan sebuah obeng dan seutas tali.

Tali itu terbuat dari kain yang disambung-sambung dengan benang jahit tangan. Sedangkan obeng terbuat dari paku besar dan diberi pegangan kayu.

Baca juga: Kusni Kasdut, Penjahat Ulung yang Fenomenal: Belut Licin di Tahanan

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Langit-langit ruang tahanan Kasdut cukup rendah sehingga mampu dijangkau dengan menaiki kasur. Ia lantas mencongkel langit-langit tersebut dan meloloskan diri dari lubang sebesar 30x40 cm.

Di bagian atas langit-langit tampak bekas kaki Kasdut menjelajahi lokasi tersebut, lalu melewati tembok sambungan bangunan sel yang berfungsi sebagai pagar.

Kasdut ditangkap kembali pada 17 Oktober 1979 di Surabaya.

Di hari-hari terakhir jelang eksekusi matinya, Kasdut sempat berkenalan dengan seorang pemuka agama Katolik dan dekat dengannya. Kasdut kemudian dibaptis sebagai pemeluk Katolik dengan nama Ignatius Kusni Kasdut.

Saat menunggu hari eksekusi, dia menuangkan rasa cinta terhadap agamanya dalam sebuah lukisan yang terbuat dari gedebog pohon pisang.

Dalam lukisan tersebut tergambar rinci Gereja Katedral Jakarta lengkap dengan menara dan arsitektur bangunannya yang unik.

Lukisan tersebut sampai sekarang masih tersimpan rapi di Museum Gereja Katedral Jakarta.

Kasdut ditembak mati pada 16 Februari 1980, beberapa hari setelah menyerahkan lukisannya kepada Gereja Katedral Jakarta.

Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Protes PTM SD di Kota Tangerang Belum Digelar, Orangtua Siswa Diminta Bersabar

Protes PTM SD di Kota Tangerang Belum Digelar, Orangtua Siswa Diminta Bersabar

Megapolitan
Hari Kedua Pembukaan Bioskop di Bekasi, Masih Sepi Pengunjung

Hari Kedua Pembukaan Bioskop di Bekasi, Masih Sepi Pengunjung

Megapolitan
Perampok Sadis Bacok Tangan Perempuan yang Jalan Sendirian, Rampas Handphone

Perampok Sadis Bacok Tangan Perempuan yang Jalan Sendirian, Rampas Handphone

Megapolitan
Polisi: Pengendara Mobil yang Tabrak Pemotor hingga Patah Kaki di Rawa Buntu Tidak Mabuk

Polisi: Pengendara Mobil yang Tabrak Pemotor hingga Patah Kaki di Rawa Buntu Tidak Mabuk

Megapolitan
Tuduh Ibu Atta Halilintar Berhutang Rp 500 Juta, Youtuber Savas Dijerat UU ITE

Tuduh Ibu Atta Halilintar Berhutang Rp 500 Juta, Youtuber Savas Dijerat UU ITE

Megapolitan
Kronologi Pengendara Honda HRV Tabrak 3 Pemotor di Rawa Buntu

Kronologi Pengendara Honda HRV Tabrak 3 Pemotor di Rawa Buntu

Megapolitan
Berbagai Aturan Dilonggarkan, Seperti Apa Situasi Covid-19 Terkini di Jakarta?

Berbagai Aturan Dilonggarkan, Seperti Apa Situasi Covid-19 Terkini di Jakarta?

Megapolitan
Polisi Ungkap Home Industry Tembakau Sintetis yang Dikendalikan oleh Napi

Polisi Ungkap Home Industry Tembakau Sintetis yang Dikendalikan oleh Napi

Megapolitan
Pemprov DKI Dinilai Lempar Tanggung Jawab soal Kelanjutan Bansos Tunai

Pemprov DKI Dinilai Lempar Tanggung Jawab soal Kelanjutan Bansos Tunai

Megapolitan
Jual Konten MOLA secara Ilegal, 10 Orang Dilaporkan ke Bareskrim

Jual Konten MOLA secara Ilegal, 10 Orang Dilaporkan ke Bareskrim

Megapolitan
Kelanjutan Bansos Tunai Jakarta Belum Jelas, Politisi DPRD: Alihkan Anggaran Formula E

Kelanjutan Bansos Tunai Jakarta Belum Jelas, Politisi DPRD: Alihkan Anggaran Formula E

Megapolitan
Makelar Tanah Normalisasi Ciliwung, Warga: Mereka Minta Bagian 25 Persen

Makelar Tanah Normalisasi Ciliwung, Warga: Mereka Minta Bagian 25 Persen

Megapolitan
Disdik Kota Bekasi Berencana Izinkan Kegiatan Ekstrakurikuler SD dan SMP

Disdik Kota Bekasi Berencana Izinkan Kegiatan Ekstrakurikuler SD dan SMP

Megapolitan
Soal Tuduhan Ibu Atta Halilintar Berhutang Rp 500 Juta, Polisi Tangkap dan Tahan Youtuber Savas

Soal Tuduhan Ibu Atta Halilintar Berhutang Rp 500 Juta, Polisi Tangkap dan Tahan Youtuber Savas

Megapolitan
Pemkot Tangerang Akan Gelar Sekolah Tatap Muka Tingkat SD Mulai 27 September

Pemkot Tangerang Akan Gelar Sekolah Tatap Muka Tingkat SD Mulai 27 September

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.