Akta Kematian dan Dokumen Kependudukan Tiga Korban Sriwijaya Air Telah Diterbitkan

Kompas.com - 13/01/2021, 21:43 WIB
Tim DVI Rumah Sakit Polri Kramat Jati menggelar konferensi pers terkait dua korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak di Rumah Sakit Kramat Jati, Jakarta Timur pada Rabu (13/1/2021). KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJOTim DVI Rumah Sakit Polri Kramat Jati menggelar konferensi pers terkait dua korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak di Rumah Sakit Kramat Jati, Jakarta Timur pada Rabu (13/1/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Akta kematian dan dokumen kependudukan dari tiga korban atas nama jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 atas nama Fadly Satrianto, Khasanah, dan Asy Habul Yamin telah diterbitkan.

Hal tersebut telah disampaikan Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif.

“Tiga korban yang ditemukan kemarin, dokumen kependudukannya sudah kita selesaikan. Penyerahannya menunggu kesepakatan keluarga dan nanti bersama-sama dengan Pak Dirut Jasa Raharja,” ujar Zudan saat konferensi pers di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (13/1/2021) sore.

Baca juga: Korban Sriwijaya Air Indah Halimah Putrida dan Agus Minarni Teridentifikasi Lewat Sidik Jari

Sementara itu, akta kematian dan dokumen kependudukan korban atas nama Indah Halimah Putri dan Agus Minarni sedang diproses.

Setelah itu, dokumen akan diserahkan kepada pihak keluarga.

Seperti diketahui, pesawat Sriwijaya Air SJ 182 hilang kontak di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang pada Sabtu sekitar pukul 14.40 WIB atau 4 menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

Pesawat mengangkut 62 orang yang terdiri dari 12 kru, 40 penumpang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga bayi.

Baca juga: Kotak Hitam Sriwijaya Air Ditemukan, Ayah Okky Bisma Berharap Penyebab Jatuhnya Pesawat Terkuak

Pesawat Sriwijaya Air sempat keluar jalur yakni menuju arah barat laut pada pukul 14.40. Pihak Air Traffic Controller (ATC) kemudian menanyakan pilot mengenai arah terbang pesawat.

Namun, dalam hitungan detik, pesawat dilaporkan hilang kontak.

Sebelumnya, Tim DVI RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, telah menerima 136 kantong jenazah korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak yang diduga jatuh, hingga Rabu (11/1/2021).

Selain itu, tim DVI RS Polri juga telah menerima sampel DNA dari keluarga korban serta kantong properti.

Baca juga: Kisah Hence, Penyelam Relawan Cari Bagian Tubuh Korban Sriwijaya Air Demi Bantu Keluarga

“Tim telah menerima sampel DNA sebanyak 112. Kemudian juga tim telah menerima 136 kantong jenazah, dan juga telah menerima 35 kantong properti,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas (Karopenmas Divhumas) Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono dalam konferensi pers di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (13/1/2021) pagi.

Menurut dia, tim DVI RS Polri akan mengidentifikasi temuan kantong-kantong jenazah dan properti yang telah diterima.

Hingga Rabu (13/1/2021) pukul 09.00 WIB, tim telah berhasil mengidentifikasi empat penumpang dari temuan-temuan di lapangan.

Pada Selasa (12/1/2021), tim DVI Polri berhasil mengidentifikasi tiga korban, yakni atas nama Fadly Satrianto, Khasanah, dan Asy Habul Yamin.

Hari Rabu (13/1/2021), tim DVI Polri berhasil mengidentifikasi dua korban atas nama Indah Halimah Putri dan Agus Minarni.

Indah dan Agus berhasil diidentifikasi melalui sidik jari jempol dan cocok dengan sidik jari E-KTP di data Dukcapil Kemendagri.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Operasi Pencarian Korban Sriwijaya Air SJ 182 Diperpanjang Lagi karena Alasan Kemanusiaan

Operasi Pencarian Korban Sriwijaya Air SJ 182 Diperpanjang Lagi karena Alasan Kemanusiaan

Megapolitan
Kurir Narkoba Ditangkap, 46 Kilogram Sabu-sabu Disita

Kurir Narkoba Ditangkap, 46 Kilogram Sabu-sabu Disita

Megapolitan
Operasi SAR Sriwijaya Air SJ 182 Kembali Diperpanjang 3 Hari

Operasi SAR Sriwijaya Air SJ 182 Kembali Diperpanjang 3 Hari

Megapolitan
Pemuda Mabuk di Depok Ancam Warga dengan Magasin dan Pisau

Pemuda Mabuk di Depok Ancam Warga dengan Magasin dan Pisau

Megapolitan
Polisi Akan Panggil Pembeli Surat Hasil Tes Covid-19 Palsu

Polisi Akan Panggil Pembeli Surat Hasil Tes Covid-19 Palsu

Megapolitan
Curhat Tetangga Isa Bajaj yang Juga Jadi Korban Pelecehan Seksual di Duren Sawit: Payudara Saya Dibegal

Curhat Tetangga Isa Bajaj yang Juga Jadi Korban Pelecehan Seksual di Duren Sawit: Payudara Saya Dibegal

Megapolitan
Angka Kematian Tinggi, Petugas TPU Jombang Makamkan 6-7 Jenazah Pasien Covid-19 Per Hari

Angka Kematian Tinggi, Petugas TPU Jombang Makamkan 6-7 Jenazah Pasien Covid-19 Per Hari

Megapolitan
Ini yang Harus Dilakukan jika Bergejala Covid-19 Saat Faskes di Jakarta Hampir Penuh

Ini yang Harus Dilakukan jika Bergejala Covid-19 Saat Faskes di Jakarta Hampir Penuh

Megapolitan
Labkesda Bakal Periksa Spesimen Tiap Hari, Depok Terus Genjot Tes PCR Covid-19

Labkesda Bakal Periksa Spesimen Tiap Hari, Depok Terus Genjot Tes PCR Covid-19

Megapolitan
Cuaca Buruk, Temuan Hasil Operasi SAR Sriwijaya Air Hari Ini Hanya Sedikit

Cuaca Buruk, Temuan Hasil Operasi SAR Sriwijaya Air Hari Ini Hanya Sedikit

Megapolitan
Ada Pegawai Positif Covid-19, Kantor Kelurahan Cipinang Melayu Ditutup Sementara

Ada Pegawai Positif Covid-19, Kantor Kelurahan Cipinang Melayu Ditutup Sementara

Megapolitan
Klaster Keluarga Dominasi Kasus Covid-19 di Depok

Klaster Keluarga Dominasi Kasus Covid-19 di Depok

Megapolitan
Terowongan Istiqlal-Katedral Mulai Dibangun 20 Januari Ini

Terowongan Istiqlal-Katedral Mulai Dibangun 20 Januari Ini

Megapolitan
Perjalanan Terpilihnya Marullah Matali sebagai Sekda DKI Jakarta, Berawal dari Lelang Jabatan oleh Anies

Perjalanan Terpilihnya Marullah Matali sebagai Sekda DKI Jakarta, Berawal dari Lelang Jabatan oleh Anies

Megapolitan
Raffi Ahmad Pesta Usai Disuntik Vaksin, Polisi: Tak Ada Unsur Pelanggaran

Raffi Ahmad Pesta Usai Disuntik Vaksin, Polisi: Tak Ada Unsur Pelanggaran

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X