Banyak Pelaku Usaha Nakal di Tangerang, Buka Lagi Toko Setelah Disuruh Ditutup Satpol PP

Kompas.com - 14/01/2021, 05:56 WIB
Pasar Lama Kota Tangerang sepi dari pedagang dan masyarakat umum karena penerapan PPKM, Selasa (12/1/2021) malam. (KOMPAS.com/MUHAMMAD NAUFAL) KOMPAS.com/MUHAMMAD NAUFALPasar Lama Kota Tangerang sepi dari pedagang dan masyarakat umum karena penerapan PPKM, Selasa (12/1/2021) malam. (KOMPAS.com/MUHAMMAD NAUFAL)
|

TANGERANG, KOMPAS.com – Satpol PP Kota Tangerang siap menegakkan aturan lebih tegas terkait pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) kepada pelaku usaha yang masih melanggar aturan.

"Untuk beberapa hari ke depan, kami mulai lakukan penindakan yang lebih tegas,” kata Kepala Satpol PP Kota Tangerang Agus Henra ketika ditemui di Kantor Satpol PP Kota Tangerang, Rabu (13/1/2021).

Agus menyatakan, selama tiga hari PPKM diterapkan, petugas Satpol PP yang berpatroli masih menemukan sejumlah pelaku usaha yang masih beroperasi di atas pukul 19.00 WIB.

“Alasannya banyak. Ada yang bilang kalau belum mendengar informasi (PPKM) atau belum dapat surat edaran tentang PPKM,” kata Agus.

Baca juga: Banyak Kantor Tak Terapkan WFH 75 Persen di Tangerang, Pemkot: Kami Imbau untuk Taat

Agus memperkirakan, masih ada sekitar 30 persen pelaku usaha yang masih membuka kedai atau tokonya setelah pukul 19.00 WIB.

“Karena ada semisal toko sudah kami suruh tutup, (lalu) dia menutup tokonya dan kami pergi. Tapi pas kami patroli lagi, kan kami balik nih, itu mereka buka lagi. Banyak (toko) yang kayak gitu,” ucap Agus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Satpol PP akhirnya memberikan teguran keras kepada sejumlah pemilik usaha yang sengaja membuka kembali tokonya setelah disuruh tutup oleh Satpol PP.

Selain itu, Agus mengungkapkan bahwa petugas yang berpatroli sempat menegur salah satu toko di daerah Karawaci yang masih membuka usahanya di atas jam yang telah ditentukan pada Senin (11/1/2021) lalu.

“Nah lalu pas PPKM hari kedua (Selasa), itu kami ke sana di jam yang sama, pintunya ditutup setengah. Belum tutup juga dia,” tutur dia.

Baca juga: Warga Tangerang Diimbau Donor Darah Sebelum Mendapat Vaksin Covid-19

“Ke depannya kalau seperti itu lagi, ya bisa dikasih sanksi administratif, (yaitu) denda,” paparnya.

Agus berharap para pelaku usaha mulai mematuhi peraturan PPKM yang telah berlaku sejak Senin lalu itu.

“Warga Kota Tangerang atau pelaku usaha harus menaati PPKM dan juga harus paham pentingnya protokol Kesehatan agar angka (terkonfirmasi positif) Covid-19 segera turun,” ucapnya.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini: Jabodetabek Bebas Hujan, Suhu Udara Cukup Tinggi

Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini: Jabodetabek Bebas Hujan, Suhu Udara Cukup Tinggi

Megapolitan
Kecamatan Pulogadung Siapkan 7 Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Kecamatan Pulogadung Siapkan 7 Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Megapolitan
Pemprov DKI: Pelanggan Pangkas Rambut Wajib Miliki Sertifikat Vaksin

Pemprov DKI: Pelanggan Pangkas Rambut Wajib Miliki Sertifikat Vaksin

Megapolitan
Daftar Terbaru Hotel untuk Isolasi Mandiri Berbayar di Jakarta

Daftar Terbaru Hotel untuk Isolasi Mandiri Berbayar di Jakarta

Megapolitan
RedDoorz Sayangkan Peristiwa yang Menimpa Hotelnya di Ampera Raya

RedDoorz Sayangkan Peristiwa yang Menimpa Hotelnya di Ampera Raya

Megapolitan
Perumahan Beverly Hills Jababeka Jadi Tempat Isolasi Pekerja Industri yang Positif Covid-19

Perumahan Beverly Hills Jababeka Jadi Tempat Isolasi Pekerja Industri yang Positif Covid-19

Megapolitan
UPDATE 28 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 285 Kasus Baru Covid-19, 6 Pasien Meninggal

UPDATE 28 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 285 Kasus Baru Covid-19, 6 Pasien Meninggal

Megapolitan
Polisi: Tak Ditemukan Bukti Kuat Terkait Dugaan Kerumunan dan Praktik Prostitusi di RedDoorz Ampera Raya

Polisi: Tak Ditemukan Bukti Kuat Terkait Dugaan Kerumunan dan Praktik Prostitusi di RedDoorz Ampera Raya

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Dosis Lengkap di Tangsel Baru Tercapai 14 Persen dari Target 1 Juta Penduduk

Vaksinasi Covid-19 Dosis Lengkap di Tangsel Baru Tercapai 14 Persen dari Target 1 Juta Penduduk

Megapolitan
UPDATE 28 Juli: Tambah 5.525 Kasus Covid-19 di Jakarta, 11.035 Pasien Sembuh

UPDATE 28 Juli: Tambah 5.525 Kasus Covid-19 di Jakarta, 11.035 Pasien Sembuh

Megapolitan
Penerima Bansos Kena Pungli, Mensos Risma: Kalau Urusan Itu Tak Selesai, Kapan Warga Sejahtera!

Penerima Bansos Kena Pungli, Mensos Risma: Kalau Urusan Itu Tak Selesai, Kapan Warga Sejahtera!

Megapolitan
Update 28 Juli: Kasus Baru Covid-19 di Tangsel Bertambah 606

Update 28 Juli: Kasus Baru Covid-19 di Tangsel Bertambah 606

Megapolitan
Pemkot Bogor Kejar Target Vaksinasi Covid-19 Sebanyak 15.000 Orang per Hari

Pemkot Bogor Kejar Target Vaksinasi Covid-19 Sebanyak 15.000 Orang per Hari

Megapolitan
Plasma Konvalesen Keruh, Sejumlah Penyintas Covid-19 di Kota Tangerang Gagal Jadi Donor

Plasma Konvalesen Keruh, Sejumlah Penyintas Covid-19 di Kota Tangerang Gagal Jadi Donor

Megapolitan
Kendaraan Dinas Terminal Pulogebang Disulap Jadi Angkutan Jenazah dan Pasien Covid-19

Kendaraan Dinas Terminal Pulogebang Disulap Jadi Angkutan Jenazah dan Pasien Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X