Kompas.com - 14/01/2021, 09:48 WIB
Titik ledak di depan Gedung Kedutaan Besar Australia di Kuningan, Jakarta Selatan, 9 September 2004. KOMPAS/YUNIADHI AGUNGTitik ledak di depan Gedung Kedutaan Besar Australia di Kuningan, Jakarta Selatan, 9 September 2004.

JAKARTA, KOMPAS.com - Hari ini, lima tahun lalu, pada 14 Januari 2016, bom meledak di dekat pusat perbelanjaan Sarinah di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, yang disusul baku tembak antara teroris dengan polisi.

Serangan teror yang terjadi sekitar pukul 10.30 WIB tersebut menewaskan delapan orang, terdiri dari empat pelaku dan empat warga sipil, serta melukai puluhan lainnya.

Organisasi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

Seorang residivis kasus terorisme Aman Abdurrahman, yang juga didapuk sebagai ketua ISIS Indonesia, mendalangi pengeboman itu bersama Iwan Darmawan Muntho alias Rois saat keduanya menjadi tahanan di Lapas Kembang Kuning, Nusakambangan.

Selain aksi "Bom Sarinah" itu, Jakarta juga pernah beberapa kali mengalami aksi bom bunuh diri yang menelan korban jiwa. Berikut daftarnya:

Baca juga: Hari Ini 5 Tahun Lalu, Teror Bom dan Baku Tembak di Thamrin

Bom JW Marriot

Ledakan di hotel bintang lima JW Marriot di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, terjadi pada 5 Agustus 2003 sekitar pukul 12.45 WIB.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ledakan berasal dari sebuah mobil yang dikendarai Asmar Latin Sani dan dipicu melalui sebuah telepon seluler yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP).

Sebanyak 14 orang tewas dan setidaknya 156 orang lainnya luka-luka dalam peristiwa tersebut.

Kepala Kepolisian Republik Indonesia saat itu, Jenderal Polisi Da'i Bachtiar, menyebutkan ledakan di JW Marriot itu mirip dengan ledakan di Bali satu tahun sebelumnya yang menewaskan 202 orang.

"Di TKP terdapat lubang lebar, ditemukan rangka mobil Kijang, mesin yang terlempar, radiator, dan bagian setir yang terlempar. Mirip bom Bali, yaitu bom meledak bersama mobil," kata Da'i.

Orang yang disebut bertanggung jawab atas peristiwa bom JW Marriot adalah Noordin M Top, seorang warga negara Malaysia yang menyelundup masuk ke Indonesia tahun 2002.

Jebolan Universiti Teknologi Malaysia itu berafiliasi pada jaringan Jemaah Islamiyah, sebuah organisasi militan Islam di Asia Tenggara.

Noordin tewas dalam penyergapan di Jebres, Solo, Jawa Tengah pada 16 September 2009 bersama dua orang lainnya yang masuk dalam daftar pencarian orang Mabes Polri.

Baca juga: Abu Bakar Baasyir Dibebaskan, Korban Bom Bali Berusaha Memaafkan: Semoga Beliau Menjadi Lebih Baik

Bom Kedutaan Besar Australia

Sebuah bom mobil kembali meledak pada 9 September 2004. Saat itu sasarannya adalah Kantor Kedutaan Besar Australia di Jalan HR Rasuda Said, Jakarta Selatan.

Harian Kompas menyebutkan, bom berdaya ledak tinggi tersebut meledak sekitar pukul 10.25 WIB. Suaranya terdengar hingga radius lima kilometer.

Akibat peristiwa ini, sebanyak 12 orang dinyatakan tewas dan 214 lainnya luka-luka.

Ledakan bom tersebut menyisakan lubang dengan diameter sekitar dua meter dan merusak beberapa gedung dalam radius 300 meter dari tempat kejadian.

Salah satu tersangka dalam ledakan ini adalah Rois alias Iwan Darmawan yang kemudian mendalangi Bom Sarinah. Sementara dalang dari peristiwa pada tahun 2004 tersebut adalah Noordin M Top.

Baca juga: Rekam Jejak Pelaku Bom Sarinah, Perampokan Bank hingga Latihan Militer di Aceh

Bom JW Marriot dan Ritz Carlton

Dua ledakan terjadi di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, Jakarta Selatan, pada 17 Juli 2009.

Ledakan pertama terjadi di dekat Restoran Plaza Mutiara Hotel JW Marriot sekitar pukul 07.45 WIB. Lalu selang lima menit kemudian, ledakan kedua terjadi di coffee shop di lobi Hotel Ritz Carlton.

Sembilan orang meninggal dunia dan 53 lainnya luka-luka dalam kedua ledakan tersebut.

Selain dua bom rakitan berdaya ledak rendah tersebut, sebuah bom serupa yang tidak meledak ditemukan di kamar 1808 Hotel JW Marriot.

Kamar itu sudah ditempati sejak dua hari sebelum kejadian oleh pelaku pengeboman yang ikut tewas dalam kejadian tersebut.

Baca juga: Sinopsis Film 22 Menit, Aksi Ario Bayu Tangkap Pelaku Bom Thamrin

Belakangan diketahui bahwa pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriot adalah seorang remaja 18 tahun bernama Dani Dwi Permana yang direkrut di Bogor, Jawa Barat.

Pelaku bom bunuh diri di Hotel Ritz-Carlton adalah Nana Ikhwan Maulana, seorang pemuda yang berasal dari Pandeglang, Banten.

Noordin M Top diidentifikasi sebagai otak dibalik penyerangan tersebut.

Bom Terminal Kampung Melayu

Dua aksi bom bunuh diri terjadi di sekitar Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada 24 Mei 2017 malam saat tengah berlangsung pawai obor jelang Ramadhan.

Bom itu menyebabkan lima orang tewas, di antaranya pelaku bunuh diri Ahmad Syukri dan Ichwan Nurul serta tiga polisi yang bertugas mengawal pawai obor.

Sementara itu, 11 orang lainnya menderita luka-luka, lima di antaranya adalah anggota kepolisian.

Otak dari serangan tersebut adalah Aman Abdurrahman yang sebelumnya juga mendalangi pengeboman di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sepeda Gunung Senilai Rp 100 Jutaan di Pamulang Raib Digondol Maling

Sepeda Gunung Senilai Rp 100 Jutaan di Pamulang Raib Digondol Maling

Megapolitan
Anies: Kematian Pasien Covid-19 yang Sudah Divaksinasi Hanya 13 dari 100.000 Penduduk

Anies: Kematian Pasien Covid-19 yang Sudah Divaksinasi Hanya 13 dari 100.000 Penduduk

Megapolitan
Pemprov DKI Penuhi Target Vaksinasi Covid-19, Lebih Cepat Sebulan dari Tenggat Jokowi

Pemprov DKI Penuhi Target Vaksinasi Covid-19, Lebih Cepat Sebulan dari Tenggat Jokowi

Megapolitan
Indikasi Gelombang Kedua Covid-19 di Jakarta Mereda, Anies: Hati-hati, Kita Belum Menang!

Indikasi Gelombang Kedua Covid-19 di Jakarta Mereda, Anies: Hati-hati, Kita Belum Menang!

Megapolitan
Blusukan Bagi-bagi Sembako, Wali Kota Depok: Kita Berharap Bisa Selesaikan Pandemi dengan Sedekah

Blusukan Bagi-bagi Sembako, Wali Kota Depok: Kita Berharap Bisa Selesaikan Pandemi dengan Sedekah

Megapolitan
Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas Salurkan 950 Paket Bantuan untuk Warga di Jateng dan Yogyakarta

Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas Salurkan 950 Paket Bantuan untuk Warga di Jateng dan Yogyakarta

Megapolitan
Bikin Kegiatan 'Depok Sedekah Bersama', Idris-Imam Blusukan Bagikan Sembako ke Warga

Bikin Kegiatan "Depok Sedekah Bersama", Idris-Imam Blusukan Bagikan Sembako ke Warga

Megapolitan
RSUI Buka Lagi Sentra Vaksinasi Covid-19 untuk 1.000 Orang Sehari, Bisa untuk Anak 12-17 Tahun

RSUI Buka Lagi Sentra Vaksinasi Covid-19 untuk 1.000 Orang Sehari, Bisa untuk Anak 12-17 Tahun

Megapolitan
Remaja Perempuan Dianiaya Orangtua di Pamulang, Ditarik Saat Sedang Tidur dan Ditampar

Remaja Perempuan Dianiaya Orangtua di Pamulang, Ditarik Saat Sedang Tidur dan Ditampar

Megapolitan
Antrean Jenazah Pasien Covid-19 di Krematoriun Cilincing Sudah Berkurang

Antrean Jenazah Pasien Covid-19 di Krematoriun Cilincing Sudah Berkurang

Megapolitan
Fakta Kasus Tabung Oksigen Palsu: Dimodifikasi dari APAR hingga Terjual 20 Unit

Fakta Kasus Tabung Oksigen Palsu: Dimodifikasi dari APAR hingga Terjual 20 Unit

Megapolitan
Konflik Roy Suryo-Lucky Alamsyah, Berawal dari Kecelakaan hingga Berujung Damai

Konflik Roy Suryo-Lucky Alamsyah, Berawal dari Kecelakaan hingga Berujung Damai

Megapolitan
Komplotan Pencuri Beraksi di Indekos Pondok Aren, Gasak Satu Unit Sepeda Motor

Komplotan Pencuri Beraksi di Indekos Pondok Aren, Gasak Satu Unit Sepeda Motor

Megapolitan
Uu Minta Pemkot Bekasi Tak Beda-bedakan Jadwal Pelaksanaan Vaksinasi Anak

Uu Minta Pemkot Bekasi Tak Beda-bedakan Jadwal Pelaksanaan Vaksinasi Anak

Megapolitan
Seorang Pria di Bekasi Meninggal Mendadak saat Bekerja, Tes Antigen Positif Covid-19

Seorang Pria di Bekasi Meninggal Mendadak saat Bekerja, Tes Antigen Positif Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X