Sekda Almuktabar Jadi Orang Pertama yang Divaksinasi Covid-19 di Banten

Kompas.com - 14/01/2021, 12:54 WIB
Sekda Banten Al Muktabar mewakili Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) pada peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2020 Provinsi Banten di Pondok Pesantren Riyadhus Sholihin, Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Kamis (12/11/2020).
DOK. Humas Pemprov BantenSekda Banten Al Muktabar mewakili Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) pada peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2020 Provinsi Banten di Pondok Pesantren Riyadhus Sholihin, Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Kamis (12/11/2020).
|

TANGERANG, KOMPAS.com - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Almuktabar menjadi orang pertama yang menjalani vaksinasi Covid-19 di wilayah Banten.

Penyuktikan vaksin Covid-19 itu dilakukan di Pendopo Tangerang, Kota Tangerang, Banten, Kamis (14/1/2021).

Almuktabar menjadi satu dari 14 orang perwakilan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Provinsi Banten yang menjalani vaksinasi Covid-19 untuk menggantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten.

Kepala Dinas Kesehatan Banten Ati Pramuji menjelaskan, Gubernur Banten Wahidin Halim tidak bisa menjalani vaksinasi Covid-19 karena faktor usia.

Baca juga: Vaksinasi di Tangerang Sempat Ricuh, Gubernur Banten dan Wartawan Bersitegang

Sedangkan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, kata dia, tidak mengikuti vaksinasi lantaran berstatus sebagai penyintas Covid-19.

"Beliau kan penyintas tapi nanti menunggu kan penyintas Covid-19 tidak dulu di vaksinasi untuk sekarang nanti akan ada lagi. Makanya diwakili Sekda yang pertama," kata Atji kepada wartawan.

Wahidin Halim sebelumnya mengatakan, vaksin Covid-19 jenis Sinovac yang digunakan pada vaksinasi saat ini tidak diperkenankan untuk orang berusia di atas 59 tahun.

"Hari ini saya di siap divaksin, saya enggak takut. Tapi persoalannya ada ketentuan bahwa Vaksin Covid-19 Sinovac ini memang belum bisa untuk orang yang di atas 59 tahun," ujar Wahidin kepada wartawan, Kamis (14/1/2021).

Baca juga: Gubernur Banten: Ada Sanksi Denda hingga Pidana bagi Penolak Vaksinasi Covid-19

Meski begitu, Wahidin mengaku tidak takut dan siap menjalani vaksinasi Covid-19 apabila sudah ada jenis vaksin yang bisa digunakan untuk orang seusianya.

"Kalau besok ada vaksinnya yang bisa buat saya, saya akan vaksin," tegas Wahidin.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

DKI Siapkan Lahan Seluas 1,2 Hektar di Srengseng Sawah untuk Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19

DKI Siapkan Lahan Seluas 1,2 Hektar di Srengseng Sawah untuk Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19

Megapolitan
Pedagang Daging Sapi Kembali Berjualan Besok, Disperindag Tangsel Akan Pantau Pasar

Pedagang Daging Sapi Kembali Berjualan Besok, Disperindag Tangsel Akan Pantau Pasar

Megapolitan
Polisi Selidiki Adanya Korban Lain pada Kasus Pencurian Motor di Tegal Alur

Polisi Selidiki Adanya Korban Lain pada Kasus Pencurian Motor di Tegal Alur

Megapolitan
Wakil Wali Kota Tangsel: Ruang ICU untuk Pasien Covid-19 Memang Terisi 100 Persen

Wakil Wali Kota Tangsel: Ruang ICU untuk Pasien Covid-19 Memang Terisi 100 Persen

Megapolitan
Buru Pasangan Berbuat Mesum di Halte Kramat Raya, Polisi Periksa CCTV

Buru Pasangan Berbuat Mesum di Halte Kramat Raya, Polisi Periksa CCTV

Megapolitan
Depok Catat Jumlah Pasien Covid-19 Terbanyak Selama Pandemi

Depok Catat Jumlah Pasien Covid-19 Terbanyak Selama Pandemi

Megapolitan
Ombudsman: Ada Potensi Kenaikan Pelanggaran Prokes dengan Dihapusnya Denda Progresif

Ombudsman: Ada Potensi Kenaikan Pelanggaran Prokes dengan Dihapusnya Denda Progresif

Megapolitan
Formula E 2021 Resmi Ditunda, Anies Jamin Commitment Fee Rp 560 Miliar Tak Hilang

Formula E 2021 Resmi Ditunda, Anies Jamin Commitment Fee Rp 560 Miliar Tak Hilang

Megapolitan
Cara Bayar Denda bagi Pelanggar yang Kena Tilang ETLE

Cara Bayar Denda bagi Pelanggar yang Kena Tilang ETLE

Megapolitan
Ingatkan Warga Disiplin Protokol Kesehatan, Wakil Wali Kota Tangsel: Ruang ICU Penuh

Ingatkan Warga Disiplin Protokol Kesehatan, Wakil Wali Kota Tangsel: Ruang ICU Penuh

Megapolitan
Kebakaran di Kalibata, Proses Pemadaman Ditonton Banyak Warga

Kebakaran di Kalibata, Proses Pemadaman Ditonton Banyak Warga

Megapolitan
Pemprov DKI Dibantu Polisi Dalami Motif Penarikan Paksa Kabel Listrik di Rumah Pompa Dukuh Atas

Pemprov DKI Dibantu Polisi Dalami Motif Penarikan Paksa Kabel Listrik di Rumah Pompa Dukuh Atas

Megapolitan
Viral, Video Pencurian Motor di Tegal Alur, Korbannya Seorang Polisi

Viral, Video Pencurian Motor di Tegal Alur, Korbannya Seorang Polisi

Megapolitan
Selama PPKM, 38 Perusahaan di Jaksel Langgar Protokol Kesehatan

Selama PPKM, 38 Perusahaan di Jaksel Langgar Protokol Kesehatan

Megapolitan
Tak Hanya di DKI, RS Rujukan Covid-19 di Tangsel Juga Diisi Pasien Luar Daerah

Tak Hanya di DKI, RS Rujukan Covid-19 di Tangsel Juga Diisi Pasien Luar Daerah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X