Cerita Haris, Petugas Makam TPU Tegal Alur yang Sudah Lupa Kapan Terakhir Libur Kerja

Kompas.com - 14/01/2021, 14:54 WIB
Sejumlah tanda pengenal yang terbuat dari kardus berada di pusara kasus meninggal terkait Covid-19 sebagai pengganti nisan di kompleks TPU Tegal Alur, Jakarta, Rabu (22/4/2020). Para keluarga dan kerabat korban meninggal sengaja memasang papan nama di pusara menggunakan kardus yang dibungkus plastik agar mudah mencari saat melakukan ziarah, dikarenakan protap penanganan Covid-19, jenazah dimakamkan tanpa nisan. ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJASejumlah tanda pengenal yang terbuat dari kardus berada di pusara kasus meninggal terkait Covid-19 sebagai pengganti nisan di kompleks TPU Tegal Alur, Jakarta, Rabu (22/4/2020). Para keluarga dan kerabat korban meninggal sengaja memasang papan nama di pusara menggunakan kardus yang dibungkus plastik agar mudah mencari saat melakukan ziarah, dikarenakan protap penanganan Covid-19, jenazah dimakamkan tanpa nisan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tingginya kasus positif Covid-19 di Jakarta beriringan dengan meningkatnya jumlah kematian pasien yang terpapar penyakut itu.

Kasus Covid-19 dan orang meninggal karena virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit infeksi pernapasan itu di Jakarta melonjak, terutama pascalibur Natal dan Tahun Baru.

Rabu (13/1/2021) kemarin, kasus positif harian di DKI kembali memecahkan rekor dengan catatan 3.476 kasus.

Baca juga: Blok Makam Jenazah Covid-19 Muslim di TPU Tegal Alur Penuh, Sistem Tumpang Digunakan

Sementara itu, pada hari yang sama, jumlah pasien yang wafat karena Covid-19  juga memecahkan rekor, yaitu 45 orang.

Akibatnya, tak cuma rumah sakit, tempat pemakaman umum (TPU) juga telah penuh.

TPU Tegal Alur di Kalideres, Cengkareng, Jakarta Barat, misalnya, mulai menerapkan sistem tumpang lantaran blok makam jenazah Covid-19 muslim sudah penuh.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Bisa (dimakamkan) dengan sistem tumpang," kata Kasatpel Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tegal Alur Wawin Wahyudi, Selasa lalu.

Tak hanya fasilitas yang sudah padat, tenaga manusia yang terlibat langsung menangani Covid-19 juga sudah kewalahan.

Hal itu diceritakan Haris Fadhilah, petugas pemakaman TPU Tegal Alur. Dia mengaku sudah lupa kapan terakhir kali merasakan libur.

"Saya sampai lupa tanggal merah dan kapan terakhir libur. Mudah-mudahan saya tetap diberikan kesehatan. Saya tidak keberatan mengabdi kepada masyarakat yang sedang berduka," ujar Haris kepada Kompas.com sembari tersenyum, kemarin.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tepergok Curi Motor Milik Polisi di Pancoran, Dua Pemuda Babak Belur Dihajar Warga

Tepergok Curi Motor Milik Polisi di Pancoran, Dua Pemuda Babak Belur Dihajar Warga

Megapolitan
Proyek Rumah Mewah di Menteng Dua Kali Disegel karena Langgar IMB

Proyek Rumah Mewah di Menteng Dua Kali Disegel karena Langgar IMB

Megapolitan
Hari Pertama Dibuka, PPDB di SDN 03 Tanah Tinggi Kota Tangerang Sepi Pendaftar

Hari Pertama Dibuka, PPDB di SDN 03 Tanah Tinggi Kota Tangerang Sepi Pendaftar

Megapolitan
Diperiksa Terkait Dugaan Penyalahgunaan Narkoba, Anji Disebut Kooperatif

Diperiksa Terkait Dugaan Penyalahgunaan Narkoba, Anji Disebut Kooperatif

Megapolitan
Anji Jalani Pemeriksaan Kesehatan di Mapolres Jakarta Barat

Anji Jalani Pemeriksaan Kesehatan di Mapolres Jakarta Barat

Megapolitan
Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Kemayoran Tembus 5.000 Orang

Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Kemayoran Tembus 5.000 Orang

Megapolitan
Ombudsman: Ketidakmampuan Provider Jadi Kendala dalam PPDB DKI Jakarta 2021

Ombudsman: Ketidakmampuan Provider Jadi Kendala dalam PPDB DKI Jakarta 2021

Megapolitan
Mayat Pria Tanpa Identitas Tergantung di Gardu Listrik Kebayoran Lama

Mayat Pria Tanpa Identitas Tergantung di Gardu Listrik Kebayoran Lama

Megapolitan
Penyelundupan Harley dan Brompton, Eks Bos Garuda Indonesia Ari Askhara Divonis Senin Ini

Penyelundupan Harley dan Brompton, Eks Bos Garuda Indonesia Ari Askhara Divonis Senin Ini

Megapolitan
Anies: Kita Sedang Berhadapan Varian Baru Covid-19 yang Efek Sebarnya Lebih Luas

Anies: Kita Sedang Berhadapan Varian Baru Covid-19 yang Efek Sebarnya Lebih Luas

Megapolitan
Covid-19 Jakarta Melonjak, Anies Minta Perkantoran Perketat WFH 50 Persen

Covid-19 Jakarta Melonjak, Anies Minta Perkantoran Perketat WFH 50 Persen

Megapolitan
RPTRA di Jakpus Jadi Lokasi Vaksinasi Warga 18 Tahun ke Atas

RPTRA di Jakpus Jadi Lokasi Vaksinasi Warga 18 Tahun ke Atas

Megapolitan
Hari Ini, Jaksa Tanggapi Pleidoi Rizieq Shihab dalam Kasus Tes Usap di RS Ummi

Hari Ini, Jaksa Tanggapi Pleidoi Rizieq Shihab dalam Kasus Tes Usap di RS Ummi

Megapolitan
Lapor Diri PPDB DKI 2021 Jalur Prestasi Ditutup Siang Ini

Lapor Diri PPDB DKI 2021 Jalur Prestasi Ditutup Siang Ini

Megapolitan
UPDATE: Tambah 21 Kasus Covid-19 di Tangsel, 352 Pasien Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 21 Kasus Covid-19 di Tangsel, 352 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X