Tim DVI Polri Serahkan Jenazah Kopilot Sriwijaya Air SJ 182 kepada Keluarga, Pagi Tadi

Kompas.com - 15/01/2021, 10:25 WIB
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri saat konferensi pers di RS Polri Kramatjati, Jumat (15/1/2021) KOMPAS.com/NIRMALA MAULANA ACHMADTim Disaster Victim Identification (DVI) Polri saat konferensi pers di RS Polri Kramatjati, Jumat (15/1/2021)

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah menyerahkan jenazah kopilot Sriwijaya Air SJ 182, Fadly Satrianto, kepada pihak keluarga pada Jumat (15/1/2021) pagi.

Hal itu diungkapkan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono dalam konferensi pers di RS Polri Kramatjati, Jumat.

"Pagi ini kami telah menyerahkan jenazah korban ke keluarga, atas nama Fadly Satrianto," ujar Rusdi.

Jenazah Fadly berhasil diidentifikasi pada Selasa lalu.

Baca juga: Update Korban Sriwijaya Air SJ 182, 12 Teridentifikasi, 2 di Antaranya Sudah Dimakamkan

Dalam manifes yang diterima Kompas.com, Fadly terdaftar pada manifes nomor 31.

Fadly (39) merupakan warga Pabean Cantian, Surabaya, Jawa Timur.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hingga saat ini, tim DVI Polri telah menyerahkan tiga jenazah korban Sriwijaya Air SJ 182 kepada pihak keluarga masing-masing.

Pada Kamis kemarin, jenazah atas nama Okky Bisma dan Asy Habul Yamin diserahkan ke pihak keluarga dan sudah dimakamkan.

Sejauh ini, 12 jenazah telah teridentifikasi. Selain Okky Bisma, Asy Habul Yamin, dan Fadly Satrianto, ada Khasanah, Indah Halimah Putri, Agus Minarni, Ricko, Ihsan Adhlan Hakim, Supianto, Pipit Piyono, Mia Tresetyani, dan Yohanes Suherdi.

Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak saat terbang di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang pada Sabtu pekan lalu sekitar pukul 14.40 WIB atau 4 menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Pesawat tersebut mengangkut 62 orang yang terdiri dari enam kru, 46 penumpang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga bayi.

Pesawat Sriwijaya Air itu sempat keluar jalur penerbangan, yakni menuju arah barat laut pada pukul 14.40 WIB. Pihak Air Traffic Controller (ATC) kemudian menanyakan pilot mengenai arah terbang pesawat.

Baca juga: Fakta Terbaru Operasi SAR Sriwijaya Air, Kendala Cari CVR hingga 239 Kantong Jenazah Dievakuasi

Namun, dalam hitungan detik, pesawat dilaporkan hilang kontak hingga akhirnya jatuh di perairan Kepulauan Seribu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masinis LRT yang Terlibat Kecelakaan di Jakarta Timur Alami Trauma

Masinis LRT yang Terlibat Kecelakaan di Jakarta Timur Alami Trauma

Megapolitan
Keluarga Korban Kecelakaan Bus di Cawang Harap PT Transjakarta Tanggung Biaya Pengobatan

Keluarga Korban Kecelakaan Bus di Cawang Harap PT Transjakarta Tanggung Biaya Pengobatan

Megapolitan
Telah Disahkan, Ini Rincian APBD Perubahan DKI Jakarta 2021

Telah Disahkan, Ini Rincian APBD Perubahan DKI Jakarta 2021

Megapolitan
Hujan Lebat dan Angin Kencang, Pohon Tumbang di Kembangan

Hujan Lebat dan Angin Kencang, Pohon Tumbang di Kembangan

Megapolitan
Masyarakat Bisa Pakai Nopol RFS seperti Mobil Rachel Vennya, Ini Penjelasan Polisi

Masyarakat Bisa Pakai Nopol RFS seperti Mobil Rachel Vennya, Ini Penjelasan Polisi

Megapolitan
APBD Perubahan DKI Jakarta 2021 Disahkan Rp 79,89 Triliun

APBD Perubahan DKI Jakarta 2021 Disahkan Rp 79,89 Triliun

Megapolitan
Polisi Tangkap WN Nigeria, Tipu Korban Rp 185 Juta Modus Jual Black Dollar

Polisi Tangkap WN Nigeria, Tipu Korban Rp 185 Juta Modus Jual Black Dollar

Megapolitan
Hujan Deras dan Angin Kencang, Pohon Tumbang di Pujasera Cipondoh

Hujan Deras dan Angin Kencang, Pohon Tumbang di Pujasera Cipondoh

Megapolitan
Pemuda di Depok Tewas Setelah Pertahankan Handphone dari Komplotan Begal

Pemuda di Depok Tewas Setelah Pertahankan Handphone dari Komplotan Begal

Megapolitan
8 Pelajar Tawuran di Kembangan Ditangkap: Bacok hingga Lindas Lawan

8 Pelajar Tawuran di Kembangan Ditangkap: Bacok hingga Lindas Lawan

Megapolitan
3 Kasus Pencabulan terhadap Anak Terjadi di Kembangan Dalam Sepekan

3 Kasus Pencabulan terhadap Anak Terjadi di Kembangan Dalam Sepekan

Megapolitan
23 Warga Koja Keracunan Usai Makan Nasi Kotak Berlogo Partainya, PSI Minta Maaf

23 Warga Koja Keracunan Usai Makan Nasi Kotak Berlogo Partainya, PSI Minta Maaf

Megapolitan
Hari Buruk Angkutan Massal Jakarta: Kecelakaan Transjakarta dan LRT

Hari Buruk Angkutan Massal Jakarta: Kecelakaan Transjakarta dan LRT

Megapolitan
PT INKA: Tabrakan LRT Terindikasi Masinis Tak Kurangi Kecepatan Kereta

PT INKA: Tabrakan LRT Terindikasi Masinis Tak Kurangi Kecepatan Kereta

Megapolitan
Duit Rp 379 M Per Tahun dari Pemprov DKI Digunakan untuk Uang Bau hingga Infrastruktur di Bekasi

Duit Rp 379 M Per Tahun dari Pemprov DKI Digunakan untuk Uang Bau hingga Infrastruktur di Bekasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.