Polsek Cipondoh Tangkap 3 Pelaku Pencurian Motor Antar Provinsi

Kompas.com - 18/01/2021, 22:50 WIB
Ilustrasi pencurian sepeda motor. KOMPAS.com / ABDUL HAQIlustrasi pencurian sepeda motor.

TANGERANG, KOMPAS.com - Anggota sindikat pencurian sepeda motor yang bergerak lintas provinsi ditangkap aparat Polsek Cipondoh, Kamis (14/1/2021) pekan lalu.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Deonijiu De Fatima mengatakan, aparat kepolisian menangkap tiga tersangka pelaku pencuri sepeda motor, yakni KW, AS dan EW, usai mendapat laporan seorang warga Kota Tangerang, Banten.

"Pelapor bilang kalau ada transaksi jual beli kendaraan roda dua tanpa kelengkapan surat di Rest Area KM 14 Tol Tangerang - Jakarta (pada) Kamis lalu," kata Deonijiu yang didampingi Kapolsek Cipondoh AKP Maulana Mukarom saat melakukan jumpa pers di Mapolsek Cipondoh, Senin (18/1/2021) siang.

Baca juga: Polisi Selidiki Kasus Pengeroyokan Pencuri Motor di Serpong hingga Meninggal

Personel Polsek Cipondoh lalu menuju tempat yang dimaksud untuk memastikan informasi yang mereka dapat.

Saat melakukan peninjauan, polisi menemukan lima buah motor dan dua di antaranya tidak memiliki surat kendaraan. Motor-motor itu sedang diangkut dalam sebuah truk.

"Saat melakukan peninjauan di wilayah tersebut, kami menemukan sebuah truk yang mengangkut motor-motor tak bersurat," ujar Deonijiu.

Polisi lalu mengintrogasi sopir truk tersebut. Dari hasil pemeriksaan, terduga pelaku akan mengirim motor-motor tersebut ke Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.

Tersangka mendapat motor dari tersangka pelaku lain di wilayah Karawang, Jawa Barat.

"Di Karawang, kami juga menemukan lima unit motor tanpa surat lengkap dan dua pelaku lainnya," tuturnya.

Deonijiu menjelaskan, ketiga tersangka pelaku hendak menjual motor-motor itu di Ogan Komering Ulu karena di sana bisa dengan mudah menjual motor tak bersurat.

"Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait asus curanmor ini," papar dia.

Para tersangka dalam kasus itu dijerat dengan Pasal 372 jo Pasal 481 KUHP dengan ancaman penjara tujuh tahun.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejumlah Dosen di Kota Tangerang Berharap Bisa Mengajar di Kampus Usai Vaksinasi

Sejumlah Dosen di Kota Tangerang Berharap Bisa Mengajar di Kampus Usai Vaksinasi

Megapolitan
Upaya Meminimalisasi Banjir di Rawa Buaya, Buat Saluran Gendong hingga Perbaikan Sheetpile

Upaya Meminimalisasi Banjir di Rawa Buaya, Buat Saluran Gendong hingga Perbaikan Sheetpile

Megapolitan
Tidur Saat Memasak, Tukang Bubur Kaget Ketika Bangun Lihat Asap Kebakaran di Tempat Tinggalnya

Tidur Saat Memasak, Tukang Bubur Kaget Ketika Bangun Lihat Asap Kebakaran di Tempat Tinggalnya

Megapolitan
Anak-anak Bermain di Selokan Pademangan, Camat Sebut akibat Jenuh di Rumah Saja

Anak-anak Bermain di Selokan Pademangan, Camat Sebut akibat Jenuh di Rumah Saja

Megapolitan
Timnas U22 Vs Tira Persikabo Digelar Jumat Malam, 238 Polisi Dikerahkan

Timnas U22 Vs Tira Persikabo Digelar Jumat Malam, 238 Polisi Dikerahkan

Megapolitan
Polisi Izinkan Laga Uji Coba Timnas U22 dan U23 Indonesia Digelar Pekan Ini

Polisi Izinkan Laga Uji Coba Timnas U22 dan U23 Indonesia Digelar Pekan Ini

Megapolitan
Ditangkap Tanpa Barang Bukti, Robby Abbas Akan Direhabilitasi

Ditangkap Tanpa Barang Bukti, Robby Abbas Akan Direhabilitasi

Megapolitan
Dalam Duka, Suroto dan Elisabeth Berbesar Hati Memaafkan Pembunuh Ade Sara

Dalam Duka, Suroto dan Elisabeth Berbesar Hati Memaafkan Pembunuh Ade Sara

Megapolitan
Dinkes DKI: Cara Terbaik Hambat Penyebaran Virus Corona B.1.1.7 dengan Isolasi yang Ketat

Dinkes DKI: Cara Terbaik Hambat Penyebaran Virus Corona B.1.1.7 dengan Isolasi yang Ketat

Megapolitan
Kedapatan Bawa Celurit, 2 Orang Ditangkap di Jalan Danau Sunter

Kedapatan Bawa Celurit, 2 Orang Ditangkap di Jalan Danau Sunter

Megapolitan
Harga Cabai Naik, Pedagang Pasar Induk Kramatjati Keluhkan Pasokan Tidak Stabil

Harga Cabai Naik, Pedagang Pasar Induk Kramatjati Keluhkan Pasokan Tidak Stabil

Megapolitan
Suara Orangtua Sikapi KBM Tatap Muka: Khawatir Penularan hingga Tunda Sekolah Anak

Suara Orangtua Sikapi KBM Tatap Muka: Khawatir Penularan hingga Tunda Sekolah Anak

Megapolitan
Harga Cabai Rawit di Pasar Induk Kramatjati Masih Rp 130.000 Per Kilogram

Harga Cabai Rawit di Pasar Induk Kramatjati Masih Rp 130.000 Per Kilogram

Megapolitan
Uji Coba Insentif Parkir Kendaraan Lulus Uji Emisi di Blok M Belum Terlaksana

Uji Coba Insentif Parkir Kendaraan Lulus Uji Emisi di Blok M Belum Terlaksana

Megapolitan
Tak Kunjung Jual Saham Perusahaan Bir, Pemprov DKI Klaim Tak Kantongi Izin dari DPRD

Tak Kunjung Jual Saham Perusahaan Bir, Pemprov DKI Klaim Tak Kantongi Izin dari DPRD

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X