Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 19/01/2021, 07:12 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Penambahan harian kasus Covid-19 di DKI Jakarta masih di atas 2.000 kasus.

Per tanggal 18 Januari 2021, data kumulatif kasus Covid-19 di Jakarta mencapai 229.746 kasus.

Angka tersebut setelah ada penambahan 2.361 kasus baru.

Baca juga: Sempat Prediksi ICU Penuh Februari, Dinkes DKI: Mudah-mudahan Enggak

Untuk pasien sembuh mengalami peningkatan sebanyak 2.804 pasien, kini tercatat ada 204.711 pasien sembuh.

Sedangkan pasien yang masih dinyatakan positif Covid-19 dan menjalani perawatan berada di angka 21.200 orang, atau berkurang sebanyak 479 orang.

Sedangkan untuk pasien Covid-19 meninggal dunia di Jakarta sudah berada di angka 3.815 jiwa, atau bertambah sebanyak 36 orang.

Baca juga: Fasilitas Kesehatan Hampir Penuh Salah Satu Penyebab Meningkatnya Angka Kematian Pasien Covid-19 di Jakarta

Berikut angka peningkatan kasus baru dan angka kematian kasus Covid-19 di DKI Jakarta dalam sepekan terakhir:

12 Januari: 2.669 kasus baru, 38 pasien meninggal

13 Januari: 3.476 kasus baru, 45 pasien meninggal

14 Januari: 3.165 kasus baru, 41 pasien meninggal

15 Januari: 2.541 kasus baru, 35 pasien meninggal

16 Januari: 3.536 kasus baru, 35 pasien meninggal

17 Januari: 3.395 kasus baru, 34 pasien meninggal

18 Januari: 2.361 kasus baru, 36 pasien meninggal

Masyarakat diminta segera lapor

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan DKI Jakarta Fifi Mulyani mengatakan, setiap orang yang merasa memiliki gejala atau sudah terkonfirmasi Covid-19 untuk segera melapor ke puskesmas terdekat.

"Prinsipnya kalau ada yang terpapar Covid maka kalau di DKI dia lapor ke Puskesmas sesuai dengan domisilinya di mana dia tinggal, bukan sesuai KTP ya," kata Fifi saat dihubungi, Senin (18/1/2021).

Fifi mengatakan, pentingnya seorang yang terpapar Covid-19 untuk segera melapor untuk menghindari klaster penularan baru dengan orang-orang terdekat dari pelapor.

Laporan sejak dini juga memberikan antisipasi tindakan medis di saat fasilitas kesehatan DKI Jakarta yang saat ini dalam kondisi penuh.

Pelapor, kata Fifi, nantinya akan dilakukan skrining oleh petugas apakah dalam kondisi tanpa gejala, atau bergejala dengan tingkat ringan, sedang, hingga berat.

Baca juga: Ketua DPRD DKI: Ada Kemungkinan PSBB Ketat di Jakarta Diperpanjang

Setelah itu, pelapor akan dipisah apabila memiliki gejala sedang hingga berat dan diupayakan untuk dilakukan perawatan di RS rujukan Covid-19.

Namun, kata dia, untuk saat ini proses rujukan ke RS Covid-19 di DKI Jakarta bisa memakan waktu yang tidak sebentar.

Pasalnya, fasilitas kesehatan di DKI Jakarta yang semakin terbatas sehingga membuat pasien harus menunggu ketersediaan tempat perawatan.

"Akan diarahkan ke RS, tapi catatan bahwa harus melalui IGD dan memang saat ini kondisinya sedang antre," tutur Fifi.

Tempat Isolasi sesuai kemampuan pasien

Fifi mengatakan, untuk pasien dengan status tanpa gejala atau gejala ringan akan diarahkan ke tempat isolasi.

Nantinya, petugas akan melakukan skrining apakah pasien Covid-19 terkonfirmasi tanpa gejala atau dengan gejala ringan diisolasi di tempat disediakan Pemprov DKI atau tempat berbayar.

Apabila pasien Covid-19 dalam kategori mampu secara finansial, lanjut Fifi, akan diarahkan ke hotel-hotel berbayar yang bekerja sama sebagai tempat isolasi.

"Kalau dia mampu (secara ekonomi) akan diarahkan ke isolasi berbayar, kalau tidak mampu akan difasilitas ke hotel-hotel fasilitas milik pemerintah," kata Fifi.

Sedangkan untuk isolasi mandiri di rumah, kata dia, menjadi pilihan terakhir apabila rumah pasien memungkinkan untuk dijadikan tempat isolasi.

Isolasi di rumah menjadi pilihan terakhir karena seringkali pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah tidak taat dan menjadi klaster keluarga baru.

Itulah sebabnya, kata Fifi, rumah yang akan dijadikan tempat isolasi mandiri harus memenuhi kriteria yang ditetapkan Pemprov DKI.

Kriteria rumah jadi tempat isolasi

Adapun kriteria rumah yang bisa dijadikan tempat isolasi mandiri tertuang dalam lampiran Keputusan Gubernur Nomor 980 Tahun 2020.

Ada 16 poin kriteria rumah yang harus dipenuhi untuk bisa dijadikan tempat isolasi, yaitu:

1. Harus memiliki persetujuan dari pemilik rumah

2. Rekomendasi dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 RT/RW setempat dan ditetapkan oleh Lurah selaku ketua gugus tugas kelurahan

3. Tidak ada penolakan dari warga setempat

4. Gugus Tugas wilayah bisa menjamin pelaksanaan isolasi mandiri sesuai dengan protokol

5. Hanya dihuni oleh orang terkonfirmasi Covid-19 tanpa gejala atau gejala ringan

6. Lokasi ruang isolasi terpisah dengan penghuni lainnya

7. tersedia kamar mandi di dalam ruang isolasi

8. Cairan dari mulut dan atau hidung atau air kumur, air seni dan air tinja orang yang isolasi mandiri langsung dibuang di wastafel atau lubang air limbah di toilet dan dialirkan ke septic tank

9. Untuk peralatan makan, minum dan peralatan pribadi lainnya yang digunakan oleh orang yang isolasi mandiri harus dilakukan pencucian dengan menggunakan deterjen dan air limbah yang berasal dari cucian dibuang ke saluran pembuang air limbah

10. Tidak dalam pemukiman yang padat dan terdapat jarak lebih dari 2 meter dari rumah lainnya

11. Kamar tidak menggunakan karpet

12. Sirkulasi udara urangan berjalan baik dan nyaman

13. Ketersediaan air bersih mengalir yang memadai

14. Adanya jejaring kerja sama dengan Satgas setempat

15. Terdapat akses kendaraan roda empat

16. Bangunan dan lokasi aman dari ancaman bahaya lainnya seperti banjir, kebakaran dan tanah longsor.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perbaikan Taman Margasatwa Ragunan Akan Berlangsung Lebih dari 2 Tahun

Perbaikan Taman Margasatwa Ragunan Akan Berlangsung Lebih dari 2 Tahun

Megapolitan
Berkenalan dengan Dua Anggota Baru Taman Margasatwa Ragunan, Tazoo dan Unggul

Berkenalan dengan Dua Anggota Baru Taman Margasatwa Ragunan, Tazoo dan Unggul

Megapolitan
Duloh Ungkap Kronologi Pembunuhan Terhadap Anak Kandung Wowon: Dicekik dan Dibekap

Duloh Ungkap Kronologi Pembunuhan Terhadap Anak Kandung Wowon: Dicekik dan Dibekap

Megapolitan
Taman Margasatwa Ragunan Dapat Rp 130 Miliar dari Pemprov DKI, Dipakai untuk Mempercantik Kandang

Taman Margasatwa Ragunan Dapat Rp 130 Miliar dari Pemprov DKI, Dipakai untuk Mempercantik Kandang

Megapolitan
Sopir Ikuti Google Maps, Truk Kontainer Tersasar ke Jalan Kecil di Perkampungan Tangerang

Sopir Ikuti Google Maps, Truk Kontainer Tersasar ke Jalan Kecil di Perkampungan Tangerang

Megapolitan
'Sebelum Ditutup Waduk Marunda, Air Suka Meluap ke Sini'

"Sebelum Ditutup Waduk Marunda, Air Suka Meluap ke Sini"

Megapolitan
Menengok Waduk Retensi Marunda, Andalan Warga Cilincing untuk Cegah Banjir

Menengok Waduk Retensi Marunda, Andalan Warga Cilincing untuk Cegah Banjir

Megapolitan
Stigma Nikah di KUA Masih Jelek, Sering Dicap Tak Punya Modal

Stigma Nikah di KUA Masih Jelek, Sering Dicap Tak Punya Modal

Megapolitan
Kasus Dugaan Kolusi Pengadaan Revitalisasi TIM, Begini Duduk Perkaranya

Kasus Dugaan Kolusi Pengadaan Revitalisasi TIM, Begini Duduk Perkaranya

Megapolitan
Seorang Remaja Lompat dari Lantai 3 Mal BTM Bogor, Selamat karena Mendarat di Tumpukan Baju

Seorang Remaja Lompat dari Lantai 3 Mal BTM Bogor, Selamat karena Mendarat di Tumpukan Baju

Megapolitan
Terjerat Kasus Dugaan Kolusi Revitalisasi TIM, Jakpro Jalani Sidang Majelis Komisi

Terjerat Kasus Dugaan Kolusi Revitalisasi TIM, Jakpro Jalani Sidang Majelis Komisi

Megapolitan
Wowon Sebut Korban Siti Tak Didorong ke Laut, tetapi Menceburkan Diri Bersama Noneng

Wowon Sebut Korban Siti Tak Didorong ke Laut, tetapi Menceburkan Diri Bersama Noneng

Megapolitan
Meski Jadi Tren, Peminat Nikah di KUA Tak Seramai Itu

Meski Jadi Tren, Peminat Nikah di KUA Tak Seramai Itu

Megapolitan
Anak SD di Pulo Gebang yang Hampir Diculik Alami Trauma dan Sempat Sakit

Anak SD di Pulo Gebang yang Hampir Diculik Alami Trauma dan Sempat Sakit

Megapolitan
Polda Metro Selidiki Laporan Keluarga Hasya atas Dugaan Kelalaian Pensiunan Polisi

Polda Metro Selidiki Laporan Keluarga Hasya atas Dugaan Kelalaian Pensiunan Polisi

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.