Bekasi Jadi Zona Merah Covid-19 Lagi, Ini Kata Wali Kota

Kompas.com - 19/01/2021, 12:04 WIB
Wali Kota Bekasi saat tinjau persiapan pencegahan Covid-19 di Sekolah Victory, Kemang Pratama, Bekasi Timur, Selasa (7/7/2020). KOMPAS.com/CYNTHIA LOVAWali Kota Bekasi saat tinjau persiapan pencegahan Covid-19 di Sekolah Victory, Kemang Pratama, Bekasi Timur, Selasa (7/7/2020).
|

 

BEKASI, KOMPAS.com - Kota Bekasi kembali ditetapkan menjadi zona merah Covid-19 pada pekan ini.

Ini merupakan kali kedua Kota Bekasi berstatus zona merah. Kota Bekasi pertama kali jadi zona merah Covid-19 pada November 2020.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menilai, Bekasi menjadi zona merah lagi lantaran jajarannya aktif melakukan pelacakan atau tracing terkait kasus positif Covid-19.

Meskipun demikian, dia mengeklaim, angka kesembuhan pasien Covid-19 di wilayahnya juga tinggi.

"Kita jangan lihat zona merahnya, tetapi pertama dilihat angka kesembuhannya dan kedua rendahnya angka kematian," kata pria yang akrab disapa Pepen itu, Selasa (19/1/2021).

Tak hanya itu, politisi Partai Golkar itu juga mengeklaim telah menerapkan aturan mengenai protokol kesehatan melalui Perda Covid-19 yang belum lama disahkan.

Baca juga: Pemkot Bekasi Berupaya Tambah Ruang ICU untuk Pasien Covid-19

Oleh karena itu, Pepen mengimbau warganya untuk tetap menerapkan protokol kesehatan selama beraktivitas di luar rumah.

Selain itu, warga yang mengalami gejala Covid-19 juga diminta segera rapid test dan swab test.

"Kami tracing, preventif terus kami melakukan sosialisasi termasuk law enforcement terhadap perda tentang ATHB masyarakat produktif aman Covid-19," kata Pepen.

Untuk diketahui, jumlah kasus Covid-19 di Kota Bekasi tercatat sebanyak 19.344 kasus hingga Senin (18/1/2021).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anies Nonaktifkan Dirut Pembangunan Sarana Jaya yang Jadi Tersangka Korupsi

Anies Nonaktifkan Dirut Pembangunan Sarana Jaya yang Jadi Tersangka Korupsi

Megapolitan
Remaja Jatuh Saat Berusaha Kabur dari Razia Knalpot Bising di Monas

Remaja Jatuh Saat Berusaha Kabur dari Razia Knalpot Bising di Monas

Megapolitan
Banyak Pesepeda Keluar Jalur Khusus Sepeda di Sudirman

Banyak Pesepeda Keluar Jalur Khusus Sepeda di Sudirman

Megapolitan
Jika Diizinkan Sekolah Tatap Muka, Disdik Depok Akan Batasi Murid dan Mata Pelajaran

Jika Diizinkan Sekolah Tatap Muka, Disdik Depok Akan Batasi Murid dan Mata Pelajaran

Megapolitan
Sekolah Tatap Muka di Depok Butuh Persetujuan Satgas Covid-19 dan Orangtua

Sekolah Tatap Muka di Depok Butuh Persetujuan Satgas Covid-19 dan Orangtua

Megapolitan
Hotel Kapsul Futuristik Kini Hadir di Bandara Soekarno-Hatta, Biaya Menginap Mulai dari Rp 200.000

Hotel Kapsul Futuristik Kini Hadir di Bandara Soekarno-Hatta, Biaya Menginap Mulai dari Rp 200.000

Megapolitan
Ganjil Genap di Kota Bogor Ditiadakan, Okupansi Hotel Meningkat

Ganjil Genap di Kota Bogor Ditiadakan, Okupansi Hotel Meningkat

Megapolitan
Menilik Proyek Rumah DP Rp 0 Andalan Anies yang Terganjal Korupsi

Menilik Proyek Rumah DP Rp 0 Andalan Anies yang Terganjal Korupsi

Megapolitan
Kebakaran di Dekat Polsek Tanjung Priok, Diduga Korsleting Listrik

Kebakaran di Dekat Polsek Tanjung Priok, Diduga Korsleting Listrik

Megapolitan
5 Ruko Dilanda Kebakaran di Tanjung Priok

5 Ruko Dilanda Kebakaran di Tanjung Priok

Megapolitan
Terperosok dan Terseret Arus di Saluran Air, Bocah 4 Tahun Diselamatkan

Terperosok dan Terseret Arus di Saluran Air, Bocah 4 Tahun Diselamatkan

Megapolitan
Wagub DKI : Belum Ada Laporan Penyalahgunaan Vaksin Covid-19 di Tanah Abang

Wagub DKI : Belum Ada Laporan Penyalahgunaan Vaksin Covid-19 di Tanah Abang

Megapolitan
300 ASN Pemkot Jakpus Ikut Vaksinasi Covid-19

300 ASN Pemkot Jakpus Ikut Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
UPDATE 8 Maret: RS Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran Rawat 3.748 Pasien

UPDATE 8 Maret: RS Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran Rawat 3.748 Pasien

Megapolitan
Penyelundupan Ribuan Ekor Benih Lobster dari Bandara Soekarno-Hatta Digagalkan

Penyelundupan Ribuan Ekor Benih Lobster dari Bandara Soekarno-Hatta Digagalkan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X