Sempat Alami Benturan, Kapal Tim Penyelam yang Cari Sriwijaya Air Tetap Dioperasikan

Kompas.com - 19/01/2021, 13:40 WIB
Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI (Mar.) Rasman di JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (14/1/2021). KOMPAS.COM/ IRA GITADirektur Operasi Basarnas Brigjen TNI (Mar.) Rasman di JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (14/1/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa kapal tim penyelam yang ikut dalam pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ 182 saling berbenturan di Perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, pada Selasa (19/1/2021) pagi.

Direktur Operasional Basarnas Brigjen TNI (Mar) Rasman mengatakan, kapal Wishnu yang terlibat benturan dengan beberapa kapal lain saat berlindung di balik pulau dari cuaca buruk tetap dioperasikan.

"Iya ada di lapangan sekarang. Lagi (digunakan untuk) penyelaman sekarang ini," ujar Rasman saat dihubungi, Selasa (19/1/2020).

Rasman menjelaskan, kapal itu mengalami kerusakan pada bagian tengah kiri. Titik kerusakan kapal berada 3 meter di atas permukaan air.

Baca juga: Kapal Tim Penyelam yang Cari Sriwijaya Air SJ 182 Saling Berbenturan, Ini Penyebabnya

Kondisi itu dinilai tak berbahaya sehingga kapal tersebut tetap dioperasikan.

"Kerusakan itu sekitar 3 meter di atas permukaan air, jadi tidak sampai membahayakan juga walaupun, ya, rusak. Jadi tidak usah didramatisasi dia tabrakan, tidak," ucap Rasman.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rasman sebelumnya mengatakan, peristiwa terjadi saat Kapal Wishnu sedang berlindung di balik pulau saat terjadi cuaca buruk.

Saat itu, kata Rasman, ada beberapa kapal yang turut mengambil posisi serupa.

"Karena terlalu berdekatan, kemudian ombak besar, terjadi benturan yang menyebabkan terjadi kerusakan sedikit," ujar Rasman.

Baca juga: Tim DVI Ungkap Kendala Proses Identifikasi Korban Sriwijaya Air SJ 182

Menurut Rasman, saat itu gelombang cukup tinggi, yakni sekitar 2,5 meter, serta kecepatan angin mencapai 31 knot.

Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyelidik Dugaan Korupsi Damkar Depok Tertular Covid-19 dari Kepala Dinas

Penyelidik Dugaan Korupsi Damkar Depok Tertular Covid-19 dari Kepala Dinas

Megapolitan
Dikritik karena Lama Ungkap Dugaan Korupsi Damkar Depok, Ini Tanggapan Kejaksaan

Dikritik karena Lama Ungkap Dugaan Korupsi Damkar Depok, Ini Tanggapan Kejaksaan

Megapolitan
Rumah Oksigen Gotong Royong Sudah Beroperasi, Begini Cara Daftarnya

Rumah Oksigen Gotong Royong Sudah Beroperasi, Begini Cara Daftarnya

Megapolitan
Dugaan Korupsi Damkar Depok Belum Ada Titik Terang, Kejaksaan: Penyelidikan Butuh Kehati-hatian

Dugaan Korupsi Damkar Depok Belum Ada Titik Terang, Kejaksaan: Penyelidikan Butuh Kehati-hatian

Megapolitan
Ingat, Syarat Naik Kereta Api Jarak Jauh Harus Tunjukkan Sertifikat Vaksinasi Covid-19

Ingat, Syarat Naik Kereta Api Jarak Jauh Harus Tunjukkan Sertifikat Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Rumah Oksigen Gotong Royong di Pulogadung Resmi Beroperasi, Bisa Tampung 500 Pasien Covid-19

Rumah Oksigen Gotong Royong di Pulogadung Resmi Beroperasi, Bisa Tampung 500 Pasien Covid-19

Megapolitan
Ini Alasan Kejaksaan Belum Mampu Tetapkan Tersangka Korupsi Damkar Depok

Ini Alasan Kejaksaan Belum Mampu Tetapkan Tersangka Korupsi Damkar Depok

Megapolitan
Polisi Usut Kasus Warga Bekasi yang NIK-nya Dipakai Orang Lain untuk Vaksinasi Covid-19

Polisi Usut Kasus Warga Bekasi yang NIK-nya Dipakai Orang Lain untuk Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Terobos Palang di Perlintasan KA Pesing, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta

Terobos Palang di Perlintasan KA Pesing, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta

Megapolitan
47.324 Warga Jakbar Terima Vaksin Covid-19 di 209 Posko Vaksin Merdeka

47.324 Warga Jakbar Terima Vaksin Covid-19 di 209 Posko Vaksin Merdeka

Megapolitan
NIK Warga Bekasi Dipakai Orang Lain untuk Vaksinasi, Ini Langkah Pembenahan Pemerintah

NIK Warga Bekasi Dipakai Orang Lain untuk Vaksinasi, Ini Langkah Pembenahan Pemerintah

Megapolitan
Mulai Dibuka, Vaksinasi Covid-19 bagi Ibu Hamil di Jakarta Barat

Mulai Dibuka, Vaksinasi Covid-19 bagi Ibu Hamil di Jakarta Barat

Megapolitan
Pria di Cengkareng Aniaya Mertua hingga Tewas karena Sakit Hati

Pria di Cengkareng Aniaya Mertua hingga Tewas karena Sakit Hati

Megapolitan
Wagub DKI Minta Pasien Covid-19 yang Isoman di Rumah Pindah ke Tempat Isolasi Terkendali

Wagub DKI Minta Pasien Covid-19 yang Isoman di Rumah Pindah ke Tempat Isolasi Terkendali

Megapolitan
Ibu Hamil di Jakarta Utara Sudah Bisa Divaksinasi Covid-19, Ini Syaratnya

Ibu Hamil di Jakarta Utara Sudah Bisa Divaksinasi Covid-19, Ini Syaratnya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X