Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Jam Diperiksa Terkait Kasus Suaminya, Nindy Ayunda: Doakan Saja, Ya

Kompas.com - 19/01/2021, 18:40 WIB
Sonya Teresa Debora,
Nursita Sari

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com- Penyanyi Nindy Ayunda diperiksa sebagai saksi terkait kasus penyalahgunaan narkotika suaminya, Askara Parasady Harsono, oleh penyidik dari Polres Jakarta Barat selama empat jam, pada Selasa (19/1/2021).

Pantauan Kompas.com, Nindy baru meninggalkan Mapolres Jakarta Barat sekitar pukul 17.40 WIB.

Ia diketahui tiba di Mapolres Jakarta Barat sekitar pukul 13.30 WIB.

Usai diperiksa, Nindy yang mengenakan baju hitam segera beranjak menuju mobilnya.

"Doakan saja, ya," ujar Nindy kepada awak media usai diperiksa.

Nindy tak mengungkapkan apa pun terkait pemeriksaan yang baru saja ia jalani.

Baca juga: Penuhi Panggilan Polisi, Nindy Ayunda Diperiksa sebagai Saksi Kasus Narkoba Suaminya

Sebelumnya, Nindy dijadwalkan diperiksa sebagai saksi pada Senin (18/1/2021) pukul 10.00 WIB.

Namun, Nindy tidak hadir memenuhi jadwal panggilan tersebut.

Adapun, Polres Jakarta Barat mengirimkan surat panggilan saksi terhadap Nindy pada Jumat (15/1/2021). Melalui surat tersebut, Nindy diminta hadir pada Senin.

Nindy dipanggil sebab polisi masih perlu melakukan pendalaman terkait penangkapan Askara.

Terlebih lagi, Askara ditangkap di rumah tinggalnya bersama Nindy.

Askara ditangkap oleh Polres Jakarta Barat karena kedapatan membawa narkotika jenis Happy 5 (H5).

Ia ditangkap pada Kamis (7/1/2021) malam, sekitar pukul 19.00 WIB.

Satu setengah butir H5 dan sebuah alat hisap ditemukan di kediaman Askara.

Baca juga: Polisi Tangkap Suami Nindy Ayunda, Narkoba Jenis H5 dan Senpi Disita

Selain pil tersebut, ditemukan juga sebuah alat hisap narkoba.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Polisi Periksa Istri yang Dianiaya Suami Gegara Tolak Pinjol

Polisi Periksa Istri yang Dianiaya Suami Gegara Tolak Pinjol

Megapolitan
Cegah Dahan Jatuh Kembali Makan Korban, Pengelola Ragunan Pangkas Sejumlah Pohon

Cegah Dahan Jatuh Kembali Makan Korban, Pengelola Ragunan Pangkas Sejumlah Pohon

Megapolitan
Menhub dan Heru Budi Temui Duta Besar Jepang Masaki Yasushi di Stasiun MRT Bundaran HI

Menhub dan Heru Budi Temui Duta Besar Jepang Masaki Yasushi di Stasiun MRT Bundaran HI

Megapolitan
Gara-gara Ponsel, Anak di Cengkareng Tega Bacok Ibu Kandungnya

Gara-gara Ponsel, Anak di Cengkareng Tega Bacok Ibu Kandungnya

Megapolitan
Pengemudi yang Mengaku Adik Jenderal dan Pakai Pelat Palsu TNI Resmi Jadi Tersangka

Pengemudi yang Mengaku Adik Jenderal dan Pakai Pelat Palsu TNI Resmi Jadi Tersangka

Megapolitan
Pengedar Narkoba di Bekasi Ditangkap Polisi, Baru Beraksi Dua Minggu

Pengedar Narkoba di Bekasi Ditangkap Polisi, Baru Beraksi Dua Minggu

Megapolitan
Parkir Liar di Pamulang Square Patok Rp 10.000 Plus THR, Pelaku Diduga Oknum Sekuriti

Parkir Liar di Pamulang Square Patok Rp 10.000 Plus THR, Pelaku Diduga Oknum Sekuriti

Megapolitan
Foto Viral Karcis Parkir Liar di Pamulang Square Patok Biaya Rp 10.000+THR, Diduga Ulah Oknum Sekuriti

Foto Viral Karcis Parkir Liar di Pamulang Square Patok Biaya Rp 10.000+THR, Diduga Ulah Oknum Sekuriti

Megapolitan
Ditipu Kenalan dari Aplikasi Kencan, Perempuan di Depok Kehilangan Motor dan HP

Ditipu Kenalan dari Aplikasi Kencan, Perempuan di Depok Kehilangan Motor dan HP

Megapolitan
KPU Bakal Temui Dukcapil DKI, Bahas Penyusunan DPT Pilkada di Tengah Penonaktifan NIK

KPU Bakal Temui Dukcapil DKI, Bahas Penyusunan DPT Pilkada di Tengah Penonaktifan NIK

Megapolitan
PKS Usung Imam Budi Hartono Jadi Cawalkot Depok untuk Pilkada 2024

PKS Usung Imam Budi Hartono Jadi Cawalkot Depok untuk Pilkada 2024

Megapolitan
Pengelola Ragunan Tanggung Semua Biaya Rumah Sakit Pengunjung yang Tertimpa Dahan Pohon

Pengelola Ragunan Tanggung Semua Biaya Rumah Sakit Pengunjung yang Tertimpa Dahan Pohon

Megapolitan
Polisi Hanya Tilang Pengendara Mobil yang Tabrak Lari di Bekasi karena Masih di Bawah Umur

Polisi Hanya Tilang Pengendara Mobil yang Tabrak Lari di Bekasi karena Masih di Bawah Umur

Megapolitan
Warga Keluhkan Banjir Rob di Pelabuhan Sunda Kelapa Bau dan Takut Bikin Penyakit

Warga Keluhkan Banjir Rob di Pelabuhan Sunda Kelapa Bau dan Takut Bikin Penyakit

Megapolitan
Pendeta Gilbert Lumoindong Dilaporkan ke Polda Metro atas Dugaan Penistaan Agama

Pendeta Gilbert Lumoindong Dilaporkan ke Polda Metro atas Dugaan Penistaan Agama

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com