Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hari ke-13, Tim SAR Terima 3 Kantong Serpihan Sriwijaya Air SJ 182 dari TNI AL

Kompas.com - 21/01/2021, 12:35 WIB
Ira Gita Natalia Sembiring,
Nursita Sari

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Operasi Basarnas Brigjen Rasman MS kembali memberikan data temuan terbaru dari operasi pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada 9 Januari 2021.

Rasman mengatakan, pada pencarian hari ke-13 ini, tim SAR mendapatkan tiga kantong berisi serpihan kecil pesawat.

"Bahwa pagi ini akan diserahkan tiga kantong kecil serpihan pesawat oleh SAR gabungan dari TNI AL," kata Rasman di JICT II, Tanjung Priok, Kamis (21/1/2021).

Dengan demikian, total temuan yang telah dievakuasi tim SAR, yakni 324 kantong berisi potongan tubuh korban, 67 kantong serpihan kecil pesawat, dan 55 bagian potongan besar pesawat.

Selain itu, flight data recorder (FDR) dan bagian luar cockpit voice recorder (CVR) juga sudah ditemukan.

Baca juga: DVI: Dari 43 Korban Sriwijaya Air Teridentifikasi, 32 Korban Telah Diserahkan ke Keluarga

Tim SAR masih terus berupaya mencari korban dan serpihan pesawat yang masih tersisa.

Tim SAR juga mencari bagian CVR yang merekam data percakapan atau suara di kokpit, yakni crash survivable memory unit (CSMU).

Namun, kata Rasman, operasi pencarian akan menyesuaikan kondisi cuaca yang sejak pagi tadi kurang bersahabat.

"Hari ini SAR melaksanakan penyelaman, namun demikian menyesuaikan dengan kondisi cuaca yang kurang baik," tutur Rasman

"Rekan-rekan kami yang ada di lapangan sementara masih tidak ada yang turun, begitu juga dengan kapal-kapal kami berlindung di tempat yang aman," sambungnya.

Baca juga: Daftar Nama 43 Korban Sriwijaya Air SJ 182 yang Sudah Teridentifikasi

Selain itu, sore ini, tim SAR juga akan mengumumkan kelanjutan operasi SAR setelah diperpanjang selama tiga hari untuk kedua kalinya.

Operasi SAR seharusnya berakhir pada 15 Januari lalu, kemudian diperpanjang tiga hari hingga 18 Januari, dan kembali diperpanjang sampai hari ini.

Berdasarkan ketentuan Pasal 34 Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan dilaksanakan dalam jangka waktu paling lama tujuh hari.

Meskipun demikian, ada beberapa hal yang memungkinkan operasi pencarian dilanjutkan.

Baca juga: Anak-anak Temukan Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air, Tersisa Beberapa Helai Rambut, Dikirim ke Tanjung Priok

Seperti diketahui, pesawat Sriwijaya Air SJ 182 hilang kontak di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, pada 9 Januari 2021 sekitar pukul 14.40 WIB atau 4 menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Pesawat mengangkut 62 orang yang terdiri dari enam kru, 46 penumpang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga bayi.

Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 sempat keluar jalur penerbangan, yakni menuju arah barat laut pada pukul 14.40 WIB.

Pihak Air Traffic Controller (ATC) kemudian menanyakan pilot mengenai arah terbang pesawat.

Namun, dalam hitungan detik, pesawat dilaporkan hilang kontak hingga akhirnya jatuh.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Viral Pemuda Curi Pembatas Jalan di Kawasan Ragunan

Viral Pemuda Curi Pembatas Jalan di Kawasan Ragunan

Megapolitan
Damkar Jaktim Tangkap Ular Sanca Sepanjang 3 Meter yang Sembunyi di Paralon

Damkar Jaktim Tangkap Ular Sanca Sepanjang 3 Meter yang Sembunyi di Paralon

Megapolitan
Menjajal Wahana Rumah Hantu Baru di Kota Tua, Konsepnya Gudang Zaman Belanda...

Menjajal Wahana Rumah Hantu Baru di Kota Tua, Konsepnya Gudang Zaman Belanda...

Megapolitan
Besok Puslabfor Olah TKP di Toko Saudara Frame, Polisi Sedot Air yang Menggenang di “Basement”

Besok Puslabfor Olah TKP di Toko Saudara Frame, Polisi Sedot Air yang Menggenang di “Basement”

Megapolitan
Wanita yang Ditemukan Tewas di Ruko Kelapa Gading Sempat Mengeluh Sakit ke Temannya

Wanita yang Ditemukan Tewas di Ruko Kelapa Gading Sempat Mengeluh Sakit ke Temannya

Megapolitan
5 Oknum Polisi Ditangkap karena Penyalahgunaan Narkoba

5 Oknum Polisi Ditangkap karena Penyalahgunaan Narkoba

Megapolitan
Belasan Motor Mogok akibat Nekat Menerobos Banjir di Jalan Raya Jambore Cibubur

Belasan Motor Mogok akibat Nekat Menerobos Banjir di Jalan Raya Jambore Cibubur

Megapolitan
Jalan Raya Jambore Cibubur Banjir 30 Cm, Arus Lalin Sempat Dialihkan

Jalan Raya Jambore Cibubur Banjir 30 Cm, Arus Lalin Sempat Dialihkan

Megapolitan
Saksi Sebut Kamar Tempat Wanita Ditemukan Tewas di Kelapa Gading Dikunci dari Dalam

Saksi Sebut Kamar Tempat Wanita Ditemukan Tewas di Kelapa Gading Dikunci dari Dalam

Megapolitan
Ibu Korban Kebakaran Toko Bingkai di Mampang Sempat Merasa Lemas dan Kepanasan Sebelum Anaknya Tewas

Ibu Korban Kebakaran Toko Bingkai di Mampang Sempat Merasa Lemas dan Kepanasan Sebelum Anaknya Tewas

Megapolitan
Wanita yang Ditemukan Tewas di Ruko Kelapa Gading Tinggal Bersama Pacarnya

Wanita yang Ditemukan Tewas di Ruko Kelapa Gading Tinggal Bersama Pacarnya

Megapolitan
MK Sudah Terima 52 'Amicus Curiae', Hanya 14 yang Didalami

MK Sudah Terima 52 "Amicus Curiae", Hanya 14 yang Didalami

Megapolitan
Sosok Sella Korban Kebakaran Toko Bingkai di Mampang, Dikenal Bertanggung Jawab

Sosok Sella Korban Kebakaran Toko Bingkai di Mampang, Dikenal Bertanggung Jawab

Megapolitan
Wanita Hamil yang Tewas di Ruko Kelapa Gading Baru Bekerja Dua Hari

Wanita Hamil yang Tewas di Ruko Kelapa Gading Baru Bekerja Dua Hari

Megapolitan
Sebelum Toko Bingkai Saudara Frame Terbakar, Ibunda Sella Sempat Tak Beri Izin Anaknya Bekerja di Sana

Sebelum Toko Bingkai Saudara Frame Terbakar, Ibunda Sella Sempat Tak Beri Izin Anaknya Bekerja di Sana

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com