Wakil Wali Kota Tangsel: Ruang ICU untuk Pasien Covid-19 Memang Terisi 100 Persen

Kompas.com - 22/01/2021, 19:54 WIB
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie bersama Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Tangerang Selatan Imbar Umar Gozali saat mengunjungi Puskemas Pamulang, Rabu (30/12/2020). KOMPAS.com/Tria SutrisnaWakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie bersama Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Tangerang Selatan Imbar Umar Gozali saat mengunjungi Puskemas Pamulang, Rabu (30/12/2020).

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie mengatakan, ruang ICU untuk pasin Covid-19 di Tangsel, Banten, saat ini memang penuh, sudah terisi 100 persen. 

Ia mengemukan hal itu saat menanggapi kasus pasien Covid-19 meninggal dunia di puskesmas di Tangsel setelah tak mendapatkan ruang ICU di rumah sakit. Ia mengatakan kasus itu  merupakan contoh bahaya penuhnya ruang ICU untuk pasien Covid-19.

"Itu contoh bagaimana kita karena ICU sudah penuh, di kontak sana-sini di Jabodetabek, enggak ada," ujar Benyamin, Jumat (22/1/2021).

Menurut Benyamin, warga yang terpapar Covid-19 tersebut datang ke puskesmas dengan kondisi kesehatan yang mengalami pemburukan. Dalam kondisi itu, pasien sulit ditangani di puskesma dengan keterbatasan fasilitas yang ada.

Baca juga: Pasien Covid-19 Meninggal Dunia di Puskesmas di Tangsel Setelah Tak Dapat Ruang ICU di Puluhan RS di Jabodetabek

"Yang bersangkutan memang datang sudah dengan pemburukan, meninggal dunia akhirnya," kata Benyamin.

Menurut Benyamin, ruang ICU di seluruh rumah sakit rujukan Covid-19 di Tangerang Selatan sampai saat ini penuh dan belum bisa menerima pasien baru. Sementara tempat tidur di ruang rawat inap atau HCU untuk perawatan pasien Covid-19 sudah terisi 93 persen.

"Tempat tidur perawatan sekarang ini turun 93 persen, tapi kalau ICU 100 persen," kata Benyamin.

Seorang pasien Covid-19 di Tangerang Selatan, meninggal dunia, Kamis kemarin, setelah tidak mendapatkan ruang ICU untuk menjalani perawatan intensif.

Seorang relawan LaporCovid-19, Yemiko menjelaskan, pasien itu sudah dua hari di salah satu puskesmas di Tangerang Selatan dan mengalami pemburukan kondisi.

Pasien tersebut tak langsung dirujuk karena belum mendapatkan rumah sakit rujukan Covid-19 yang dapat menampungnya.

"Dengan kondisi saturasi oksigen yang terus menurun dan tidak adanya rumah sakit yang dapat menampung di Tangerang Selatan, akhirnya ada yang melapor ke kami. Kondisi pasien memang gawat darurat," ujarnya kepada Kompas.com, Kamis.

Saat mendapat laporan itu, pihak keluarga pasien dibantu relawan LaporCovid-19 berusaha untuk menghubungi puluhan rumah sakit di Jabodetabek. Namun, semua rumah sakit yang dihubungi menyatakan bahwa ruang ICU mereka penuh dan belum bisa untuk menerima pasien baru.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Aktivis Papua Ditangkap dengan Tuduhan Pengeroyokan dan Pencurian

2 Aktivis Papua Ditangkap dengan Tuduhan Pengeroyokan dan Pencurian

Megapolitan
Mayat di Jalan Swadharma Pesanggrahan Negatif Covid-19 dan Tak Ada Bekas Kekerasan

Mayat di Jalan Swadharma Pesanggrahan Negatif Covid-19 dan Tak Ada Bekas Kekerasan

Megapolitan
Ditertibkan Saat Main Skateboard di Trotoar Bundaran HI, Pria Ini Mengaku Ditendang Satpol PP

Ditertibkan Saat Main Skateboard di Trotoar Bundaran HI, Pria Ini Mengaku Ditendang Satpol PP

Megapolitan
Pria yang Lakukan Parkour di Flyover Kemayoran Diamankan Polisi, lalu Dipulangkan Usai Diberi Peringatan

Pria yang Lakukan Parkour di Flyover Kemayoran Diamankan Polisi, lalu Dipulangkan Usai Diberi Peringatan

Megapolitan
Cerita Aziz, Juru Parkir yang Berjalan Merangkak Saat Mencari Rezeki demi Orang Tua Pergi Umrah

Cerita Aziz, Juru Parkir yang Berjalan Merangkak Saat Mencari Rezeki demi Orang Tua Pergi Umrah

Megapolitan
Jenazah Pria Ditemukan Tergeletak di Trotoar di Pesanggrahan

Jenazah Pria Ditemukan Tergeletak di Trotoar di Pesanggrahan

Megapolitan
Dishub: Belum Ada Layanan dan Izin Operasi Taksi Udara di Tangsel

Dishub: Belum Ada Layanan dan Izin Operasi Taksi Udara di Tangsel

Megapolitan
Virus Corona Baru yang Masuk Lewat Soetta Lebih Menular dan Mematikan

Virus Corona Baru yang Masuk Lewat Soetta Lebih Menular dan Mematikan

Megapolitan
1.000 Pengemudi Transportasi Umum di Kota Tangerang Disuntik Vaksin Covid-19 Hari Ini

1.000 Pengemudi Transportasi Umum di Kota Tangerang Disuntik Vaksin Covid-19 Hari Ini

Megapolitan
Rencana KBM Tatap Muka di Tangsel, PAUD dan TK Dibuka Paling Akhir

Rencana KBM Tatap Muka di Tangsel, PAUD dan TK Dibuka Paling Akhir

Megapolitan
Untuk Pertama Kalinya, Jakarta Keluar dari Zona Merah Covid-19, Benarkah Corona Sudah Terkendali?

Untuk Pertama Kalinya, Jakarta Keluar dari Zona Merah Covid-19, Benarkah Corona Sudah Terkendali?

Megapolitan
Dishub Tegaskan Belum Ada Izin Taksi Udara di Depok

Dishub Tegaskan Belum Ada Izin Taksi Udara di Depok

Megapolitan
Masyarakat Diminta Waspada akan Varian Baru Corona, Seperti Apa Bahayanya?

Masyarakat Diminta Waspada akan Varian Baru Corona, Seperti Apa Bahayanya?

Megapolitan
Tilang Elektronik Akan Diterapkan di Bekasi

Tilang Elektronik Akan Diterapkan di Bekasi

Megapolitan
Lansia yang Divaksinasi Covid-19 di RSUD Pasar Rebo Harus Punya KTP Jakarta Timur

Lansia yang Divaksinasi Covid-19 di RSUD Pasar Rebo Harus Punya KTP Jakarta Timur

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X