Pimpinan Komisi E Nilai Pemprov DKI Tak Miliki Langkah Konkret Penanganan Covid-19

Kompas.com - 28/01/2021, 12:42 WIB
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) menyemprotkan disinfektan di sepanjang jalan protokol dari monas sampai bunderan senayan di Jakarta, Selasa (31/3/2020). Penyemprotan disinfektan dalam rangka mitigasi pencegahan virus corona (COVID-19). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas Pemadam Kebakaran (Damkar) menyemprotkan disinfektan di sepanjang jalan protokol dari monas sampai bunderan senayan di Jakarta, Selasa (31/3/2020). Penyemprotan disinfektan dalam rangka mitigasi pencegahan virus corona (COVID-19).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastroamidjojo menilai, Pemprov DKI Jakarta tidak memiliki langkah konkret penanganan Covid-19.

Anggara menyinggung pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan memperkuat Satgas Covid-19 di tingkat RT/RW.

Namun, menurut dia, pernyataan tersebut tidak disertai seperti apa langkah konkret di lapangan.

"Belum terdapat penjelasan mengenai langkah-langkah konkret maupun kebijakan-kebijakan baru yang akan ditempuh untuk memperkuat Satgas," kata Anggara melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Kamis (28/1/2021).

Baca juga: Penuhnya TPU untuk Jenazah Pasien Covid-19 dan Lahan Baru di Jakarta...

Kondisi tersebut, kata dia, diperparah munculnya klaster keluarga.

Itulah sebabnya, lanjut politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini, Pemprov DKI Jakarta dinilai lamban dalam penanganan kasus klaster keluarga.

"Fraksi PSI mengkritik Pemprov DKI Jakarta atas lambatnya penanganan klaster keluarga, terutama di tingkat RT/RW," ujar Anggara.

Dia menjelaskan, dari data Dinas Kesehatan DKI Jakarta 20 Januari 2021, terdapat 566 klaster keluarga dan menyumbang 44 persen penularan Covid-19 di Jakarta.

"Dan berdasarkan tren kenaikan kasus yang terjadi selama sepekan terakhir, jumlah ini diperkirakan akan terus naik," tutur dia.

Baca juga: Cerita Dokter di RS Wisma Atlet, Jungkir Balik karena Klaster Liburan...

Itulah sebabnya penanganan Covid-19 dinilai masih bermasalah, terutama di tingkat RT-RW di DKI Jakarta.

Data terbaru 27 Januari 2021, angka kumulatif kasus Covid-19 DKI Jakarta mencapai 256.416 kasus.

Dari jumlah tersebut, terdapat 229.981 pasien dinyatakan sembuh, 22.301 pasien masih dalam perawatan, dan 4.134 pasien meninggal.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria sebelumnya mengklaim bahwa penanganan Covid-19 di DKI Jakarta tergolong cukup baik.

Riza menyebutkan, angka kematian akibat Covid-19 di DKI Jakarta terus menurun hingga kini berada di angka 1,6 persen.

Baca juga: Wagub DKI Klaim Penanganan Covid-19 di Jakarta Cukup Baik sehingga Angka Kematian Turun, Ini Faktanya

"Sesungguhnya di Jakarta ini penanganannya cukup baik ya, dibuktikan dengan angka kematian terus menurun sampai sekarang mencapai 1,6 persen," kata Riza dalam keterangannya, Rabu (27/1/2021).

Namun, Riza tidak menjelaskan penurunan angka kematian akibat Covid-19 tersebut.

Berdasarkan data di situs web http://corona.jakarta.go.id/ per 26 Januari 2021, ada 1,6 persen pasien Covid-19 meninggal dunia atau sebanyak 4.108 orang.

Selain itu, Riza juga mengatakan bahwa persentase pasien yang sembuh dari Covid-19 meningkat.

"Angka kesembuhannya juga meningkat di angka 89,2 persen," ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Petugas Pemadam Kesulitan Jangkau Titik Api di Blok C Pasar Minggu

Petugas Pemadam Kesulitan Jangkau Titik Api di Blok C Pasar Minggu

Megapolitan
Polisi Musnahkan 14.759 Botol Miras dan Amankan 112 Orang di Kota Tangerang

Polisi Musnahkan 14.759 Botol Miras dan Amankan 112 Orang di Kota Tangerang

Megapolitan
Rizieq Kesal Saat JPU Potong Pernyataannya: Ini Menyangkut Nasib Saya!

Rizieq Kesal Saat JPU Potong Pernyataannya: Ini Menyangkut Nasib Saya!

Megapolitan
Tugu Pamulang Berupa Rangka Besi dan Kubah Habiskan Dana Rp 300 Juta

Tugu Pamulang Berupa Rangka Besi dan Kubah Habiskan Dana Rp 300 Juta

Megapolitan
Rekomendasi DPRD DKI soal Revisi Perda Tata Ruang

Rekomendasi DPRD DKI soal Revisi Perda Tata Ruang

Megapolitan
Padamkan Api, Petugas Masuk ke Gedung Blok C Pasar Minggu

Padamkan Api, Petugas Masuk ke Gedung Blok C Pasar Minggu

Megapolitan
Imbauan Pemprov DKI Jakarta Soal Ibadah Selama Ramadhan 2021: Kajian 15 Menit di Masjid, Tadarus di Rumah

Imbauan Pemprov DKI Jakarta Soal Ibadah Selama Ramadhan 2021: Kajian 15 Menit di Masjid, Tadarus di Rumah

Megapolitan
Pembahasan Revisi Perda Tata Ruang Jakarta Ditargetkan Rampung Mei

Pembahasan Revisi Perda Tata Ruang Jakarta Ditargetkan Rampung Mei

Megapolitan
Warga Pengantar 2 Lansia yang Divaksinasi Bisa Ikut Disuntik Vaksin Covid-19

Warga Pengantar 2 Lansia yang Divaksinasi Bisa Ikut Disuntik Vaksin Covid-19

Megapolitan
DKI Jakarta Kebut Pembahasan Revisi Perda Tata Ruang

DKI Jakarta Kebut Pembahasan Revisi Perda Tata Ruang

Megapolitan
Berkerumun Tonton Kebakaran di Pasar Minggu, Warga Diminta Menjauh

Berkerumun Tonton Kebakaran di Pasar Minggu, Warga Diminta Menjauh

Megapolitan
[Update 12 April]: DKI Tambah 692 Kasus Baru Covid-19

[Update 12 April]: DKI Tambah 692 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Damkar Kerahkan Robot Pemadam LUF 60 untuk Padamkan Kebakaran di Pasar Minggu

Damkar Kerahkan Robot Pemadam LUF 60 untuk Padamkan Kebakaran di Pasar Minggu

Megapolitan
Wali Kota Jakbar Ingatkan Warga Bawa Sajadah Sendiri Saat Tarawih di Masjid

Wali Kota Jakbar Ingatkan Warga Bawa Sajadah Sendiri Saat Tarawih di Masjid

Megapolitan
Langgar Kode Etik, Ketua PN Jakarta Barat Diberi Sanksi Ringan

Langgar Kode Etik, Ketua PN Jakarta Barat Diberi Sanksi Ringan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X