Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan, Mal di Tangsel Boleh Buka hingga Pukul 20.00 WIB

Kompas.com - 28/01/2021, 17:55 WIB
Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany saat ditemui di Balai Kota Tangerang Selatan, Kamis (7/1/2021) KOMPAS.com/Tria SutrisnaWali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany saat ditemui di Balai Kota Tangerang Selatan, Kamis (7/1/2021)
|

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Tangerang Selatan mendukung kebijakan pemerintah pusat untuk memperpanjang jam operasional pusat perbelanjaan selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat ( PPKM) di Pulau Jawa dan Bali.

Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany menjelaskan, pihaknya setuju untuk melonggarkan pembatasan jam operasional pusat perbelanjaan hingga pukul 20.00 WIB.

Pusat perbelanjaan di wilayah Tangerang Selatan sebelumnya hanya boleh buka hingga pukul 19.00 WIB selama PPKM.

"Pusat perbelanjaan diperpanjang satu jam," ujar Airin dalam rekaman suara yang diterima, Kamis (28/1/2021).

Baca juga: Pembatasan Jawa-Bali Jilid 2, Jam Buka Mal-Restoran Diperpanjang hingga 8 Malam

Menurut Airin, pelonggaran pembatasan jam operasional pusat perbelanjaan diberikan karena pihak pengelola patuh terhadap protokol kesehatan.

Adapun kebijakan tersebut berlaku selama PPKM jilid kedua yang dimulai pada 25 Januari 2021 hingga 8 Februari 2021.

"Karena mereka disiplin ya, makanya kami perpanjang sampai jam 20.00 malam," pungkasnya.

Baca juga: PPKM di Kota Bogor Diperpanjang, Mal Boleh Buka Sampai Jam 20.00 WIB

Pada periode PPKM jilid pertama, jam operasional pusat perbelanjaan dan rumah makan di dalamnya hanya diperkenankan beroperasi hingga pukul 19.00 WIB.

Sementara itu, rumah makan di luar pusat perbelanjaan dan pedagang kaki lima (PKL) diperkenankan buka dan melayani makan di tempat (dine in) hingga pukul 20.00 WIB.

Rumah makan mandiri tersebut juga diperbolehkan melayani pesan antar (take away) hingga pukul 22.00 WIB.

Jumlah pengunjung juga dibatasi, yakni maksimal 25 persen dari kapasitas.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyalahgunaan Jatah Vaksin di Pasar Tanah Abang: Dipakai ART hingga Kenalan Pedagang

Penyalahgunaan Jatah Vaksin di Pasar Tanah Abang: Dipakai ART hingga Kenalan Pedagang

Megapolitan
Ikappi Ingatkan PD Pasar Jaya Tak Menyepelekan Pendataan Pedagang untuk Vaksinasi Covid-19

Ikappi Ingatkan PD Pasar Jaya Tak Menyepelekan Pendataan Pedagang untuk Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Isi Pledoi Pembunuh Ade Sara, Assyifa: Mohon Putusan Ringan Agar Saya Bisa Melanjutkan Pendidikan...

Isi Pledoi Pembunuh Ade Sara, Assyifa: Mohon Putusan Ringan Agar Saya Bisa Melanjutkan Pendidikan...

Megapolitan
Pengamat Dorong Pemprov DKI Percepat Normalisasi 4 Sungai Utama

Pengamat Dorong Pemprov DKI Percepat Normalisasi 4 Sungai Utama

Megapolitan
UPDATE 5 Maret: Tambah 35 Kasus di Kota Tangerang, 303 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 5 Maret: Tambah 35 Kasus di Kota Tangerang, 303 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Gerebek Lumpur hingga Sumur Resapan Dinilai Upaya Minor Atasi Banjir Jakarta

Gerebek Lumpur hingga Sumur Resapan Dinilai Upaya Minor Atasi Banjir Jakarta

Megapolitan
Kenalan hingga ART Ikut Divaksin di Pasar Tanah Abang, Ikappi: Merugikan Pedagang

Kenalan hingga ART Ikut Divaksin di Pasar Tanah Abang, Ikappi: Merugikan Pedagang

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Sebut Penerapan Pembelajaran Tatap Muka Tergantung Dinamika Kasus Covid-19

Wali Kota Tangerang Sebut Penerapan Pembelajaran Tatap Muka Tergantung Dinamika Kasus Covid-19

Megapolitan
Penerima Bansos Tunai Rp 300.000 di Jakarta Bisa Dicoret, Ini Ketentuannya

Penerima Bansos Tunai Rp 300.000 di Jakarta Bisa Dicoret, Ini Ketentuannya

Megapolitan
UPDATE 5 Maret: 537 Pasien Covid-19 di Tangsel Masih Dirawat

UPDATE 5 Maret: 537 Pasien Covid-19 di Tangsel Masih Dirawat

Megapolitan
Pedagang Pasar Induk Kramatjati Tunggu Kepastian Jadwal Vaksinasi Covid-19

Pedagang Pasar Induk Kramatjati Tunggu Kepastian Jadwal Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Bansos Tunai Rp 300.000 untuk Warga Jakarta Cair Minggu Kedua Maret 2021

Bansos Tunai Rp 300.000 untuk Warga Jakarta Cair Minggu Kedua Maret 2021

Megapolitan
UPDATE 5 Maret: Jakarta Tambah 1.159 Kasus Covid-19

UPDATE 5 Maret: Jakarta Tambah 1.159 Kasus Covid-19

Megapolitan
Virus Corona B.1.1.7 Muncul di Indonesia, Pemkot Tangerang Sebut 4M Kunci Pencegahan

Virus Corona B.1.1.7 Muncul di Indonesia, Pemkot Tangerang Sebut 4M Kunci Pencegahan

Megapolitan
Gubernur DKI Anies dan Wagub Ariza Beda Pernyataan: dari Lockdown Akhir Pekan Hingga Skateboard di Trotoar

Gubernur DKI Anies dan Wagub Ariza Beda Pernyataan: dari Lockdown Akhir Pekan Hingga Skateboard di Trotoar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X