[POPULER JABODETABEK] Viral Transaksi Menggunakan Dinar dan Dirham di Depok | Jakarta Siaga Banjir

Kompas.com - 29/01/2021, 06:47 WIB
Pasar muamalah di Jalan Raya Tanah Baru, Beji, Depok, Jawa Barat, ramai diperbincangkan netizen di media sosial. FacebookPasar muamalah di Jalan Raya Tanah Baru, Beji, Depok, Jawa Barat, ramai diperbincangkan netizen di media sosial.

JAKARTA, Kompas.com – Berita tentang penggunaan dinar dan dirham di Pasar Muamalah, Depok, Jawa Barat, menjadi berita paling banyak dibaca pada Kamis (28/1/2021).

Tidak ketinggalan, berita mengenai siaga banjir Jakarta dalam waktu dekat, serta disediakannya 17 hotel di Jakarta sebagai tempat akomodasi tenaga kesehatan dan pasien Covid-19 menjadi juga turut menjadi berita populer.

Simak tiga berita populer Jabodetabek sepanjang Kamis kemarin:

Baca juga: Pasar Muamalah di Depok yang Terima Transaksi Dinar dan Dirham Tak Punya Izin

1. Kabar Viral Pasar Muamalah di Depok Transaksi Menggunakan Dirham-Dinar

Lurah Tanah Baru, Kecamatan Beji, Kota Depok, Zakky Fauzan, mengakui adanya indikasi praktik jual-beli menggunakan dinar dan dirham di sebuah ruko yang ada di wilayahnya.

Berdasarkan hasil penelusuran Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Komando Rayon Militer (Koramil) 02 Beji, lanjutnya, ruko yang populer disebut warga sebagai “pasar mumalah” tersebut beroperasi dua pekan sekali pada hari Minggu sejak pukul 07.00 WIB dan tutup pukul 11.00 WIB.

“Di sana, barang-barang yang diperjualbelikan beraneka ragam, di antaranya "sandal nabi", parfum, makanan ringan, kue, madu, dan pakaian,” ujar Zakky.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dinar dan dirham sendiri merupakan dua mata uang yang digunakan di sejumlah negara jazirah Arab. 

Berdasarkan peraturan yang berlaku, pihak yang menggunakan mata uang selain Rupiah dalam bertransaksi di Indonesia akan dikenakan sanksi pidana.

Baca selengkapnya di sini.

Baca juga: Kabar Viral Pasar Muamalah di Depok Transaksi Pakai Dirham dan Dinar, Ini Penjelasan Lurah

2. Jakarta Berpotensi Banjir 2 Hari Ke Depan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta menyatakan, wilayah Ibu Kota berpotensi mengalami banjir selama cuaca ekstrem yang diprediksi akan berlangsung pada 28 Januari - 2 Februari 2021.

Hal tersebut membuat BPBD DKI Jakarta meminta masyarakat untuk bersiaga menghadapi bencana banjir, yang biasanya juga disertai bencana lain seperti tanah longsor dan pohon tumbang.

"Kami mengimbau agar masyarakat dapat mengantisipasi dan menyiapkan segala sesuatunya untuk menjaga diri dari hujan angin,” ujar Plt Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Sabdo Kurnianto.

Pemperintah Provinsi DKI Jakarta sendiri telah menerbitkan buku saku "Panduan Kesiapsiagaan Menghadapi Banjir Bagi Masyarakat", yang dapat digunakan oleh warga Jakarta dalam mempersiapkan segala sesuatunya sebelum banjir datang.

Baca selengkapnya di sini.

Baca juga: Siaga Banjir Jakarta, BPBD Siapkan Sejumlah Lokasi Pengungsian

3.17 Hotel di Jakarta Akomodir Tenaga Medis dan Pasien Covid-19

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, saat ini sudah ada 17 hotel yang digunakan untuk penanganan Covid-19.

Dari keseluruhan hotel tersebut, sebanyak 12 di antaranya digunakan sebagai tempat akomodasi bagi para tenaga kesehatan yang belum diperkenankan pulang ke rumah.

Adapun lima hotel lainnya difungsikan sebagai lokasi isolasi mandiri bagi orang yang terinfeksi Covid-19 tetapi tidak menunjukkan gejala (OTG).

Pemprov DKI Jakarta berharap pemerintah pusat turut membantu meningkatkan kapasitas akomodasi tersebut mengingat adanya penambahan 1.836 kasus Covid-19 di Jakarta per Rabu (27/1/2021).

Baca juga: Kisah Asep Badut Bertahan Hidup di Masa Pandemi, Jual Alat Atraksi hingga Jadi Tukang Las

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyebutkan, untuk tahun ini, pembiayaan dalam pemanfaatan hotel sebagai lokasi isolasi dikelola oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Namun ke depan, Sandiaga menuturkan, Kemenparekraf dan Kementerian Kesehatan akan menanggung biaya pengelolaan tersebut.

Oleh karenanya, dia meminta Pemprov DKI Jakarta dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyiapkan data hotel yang diproyeksikan menjadi lokasi isolasi mandiri.

Baca selengkapnya di sini.

 



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

MUI Imbau Warga di Zona Merah Ganti Shalat Jumat dengan Dzuhur

MUI Imbau Warga di Zona Merah Ganti Shalat Jumat dengan Dzuhur

Megapolitan
Catat, Ini Daftar 21 RS Rujukan Covid-19 di Kota Bogor

Catat, Ini Daftar 21 RS Rujukan Covid-19 di Kota Bogor

Megapolitan
Pemkot Bekasi Terima Rp 24 Miliar dari Kemenkes untuk Operasional RSUD

Pemkot Bekasi Terima Rp 24 Miliar dari Kemenkes untuk Operasional RSUD

Megapolitan
RS Hampir Penuh, Satgas Covid-19 Depok Sebut Kondisi Sudah Sangat Berat

RS Hampir Penuh, Satgas Covid-19 Depok Sebut Kondisi Sudah Sangat Berat

Megapolitan
Jakarta Buka Posko Siaga Covid-19 24 Jam, Tersebar di Semua Kelurahan

Jakarta Buka Posko Siaga Covid-19 24 Jam, Tersebar di Semua Kelurahan

Megapolitan
Imbau Dirikan Tenda Darurat Perawatan Pasien Covid-19, Anies: Rumah Sakit Sudah Penuh

Imbau Dirikan Tenda Darurat Perawatan Pasien Covid-19, Anies: Rumah Sakit Sudah Penuh

Megapolitan
Kasus Covid-19 Meledak, Jakarta Krisis Tenaga Kesehatan

Kasus Covid-19 Meledak, Jakarta Krisis Tenaga Kesehatan

Megapolitan
Liza Putri Noviana, Nakes Pertama di Wisma Atlet yang Gugur Terpapar Covid-19

Liza Putri Noviana, Nakes Pertama di Wisma Atlet yang Gugur Terpapar Covid-19

Megapolitan
Tangerang Zona Merah, Pemkot Imbau Shalat Jumat Diganti Zuhur

Tangerang Zona Merah, Pemkot Imbau Shalat Jumat Diganti Zuhur

Megapolitan
Ingat, Hari Ini Terakhir Lapor Diri PPDB Jakarta Jalur Zonasi SD dan Afirmasi SMP/SMA/SMK

Ingat, Hari Ini Terakhir Lapor Diri PPDB Jakarta Jalur Zonasi SD dan Afirmasi SMP/SMA/SMK

Megapolitan
Anies Sebut Sebagian Besar Pasien Covid-19 di Jakarta Bergejala Sedang

Anies Sebut Sebagian Besar Pasien Covid-19 di Jakarta Bergejala Sedang

Megapolitan
Anies: Menambah Tenaga Kesehatan Tak Bisa Secepat Penambahan Kasus Covid-19

Anies: Menambah Tenaga Kesehatan Tak Bisa Secepat Penambahan Kasus Covid-19

Megapolitan
Rekor Baru Covid-19 di Jakarta Capai 7.505, Semua Rumah Sakit Diminta Bangun Tenda Darurat

Rekor Baru Covid-19 di Jakarta Capai 7.505, Semua Rumah Sakit Diminta Bangun Tenda Darurat

Megapolitan
Jakarta Tidak Sedang Baik-baik Saja, Rekor 7.505 Kasus Baru hingga RS di Ambang Kolaps

Jakarta Tidak Sedang Baik-baik Saja, Rekor 7.505 Kasus Baru hingga RS di Ambang Kolaps

Megapolitan
Fakta Warga Tangerang Diduga Meninggal Usai Divaksin: Disuntik Saat Tensi Tinggi, Dinkes Lakukan Investigasi

Fakta Warga Tangerang Diduga Meninggal Usai Divaksin: Disuntik Saat Tensi Tinggi, Dinkes Lakukan Investigasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X