Fakta Kasus Hasil Tes Antigen Tanpa Swab yang Viral, Kelalaian Petugas Farmalab hingga Diusut Polisi

Kompas.com - 01/02/2021, 10:07 WIB
Video viral menunjukkan hasil tes negatif yang keluar tanpa swab di Klinik Farmalab Bandara Soekarno-Hatta. Tangkapan layar akun Instagram @dr.tirtaVideo viral menunjukkan hasil tes negatif yang keluar tanpa swab di Klinik Farmalab Bandara Soekarno-Hatta.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebuah video yang merekam layanan swab test antigen drive thru di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, dengan hasil negatif tanpa swab viral di media sosial TikTok.

Video tersebut diunggah oleh Jessica Sugiharta melalui akun TikTok @jessicasugiharta.

Jessica mengunggah lima video pada Sabtu (30/1/2021).

Kronologi

Ketika dihubungi Kompas.com, Jessica mengatakan, kejadian tersebut terjadi di halaman parkir Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis (28/1/2021) siang.

"Pada tanggal 28 Januari 2021, sekitar pukul 13.27 WIB, kami sampai di lokasi swab antigen," kata Jessica, Minggu (31/1/2021).

Jessica memaparkan, salah seorang rekannya lantas mendatangi lokasi mereka akan menjalani swab antigen.

Kemudian, rekan Jessica itu diminta menyerahkan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia juga langsung membayar biaya tes sebesar Rp 200.000 per orang dengan menggunakan debit.

"Karena petugas (yang dijumpai di pos) tersebut berkata tidak menerima uang tunai, hanya debit. Setelah membayar dan memberikan KTP, kami diarahkan untuk menunggu di mobil saja," ujar Jessica.

Baca juga: Viral, Hasil Tes Antigen Tanpa Swab di Bandara Soekarno-Hatta, Farmalab: Kelalaian Petugas

Setelah sekitar 10-15 menit menunggu, Jessica dan rekan-rekan kemudian didatangi petugas yang mengenakan alat pelindung diri (APD).

"Selang 10-15 menit kemudian, ada petugas mengenakan APD mengetuk kaca mobil dan langsung memberikan kertas yang merupakan hasil swab antigen. Di kertas itu bertuliskan bahwa kami negatif, yang anehnya, kami bertiga belum melakukan tes swab," kata warga Jakarta Pusat itu.

Jessica menegaskan, identitas yang tertera pada surat tersebut sesuai dengan KTP dirinya dan dua rekannya.

"Iya, sesuai KTP," lanjutnya.

Karena merasa kecewa, Jessica memutuskan membuat rekaman video dari hasil swab tersebut, lalu mengunggahnya ke TikTok, sambil memutuskan kembali menunggu arahan lanjutan dari petugas.

Tak kunjung dihampiri lagi setelah sekitar 15 menit menunggu, teman Jessica memutuskan mendatangi pos dan menanyakan alasan mereka diberikan hasil tes, sedangkan mereka belum di-swab.

"Mereka (petugas di pos) kebingungan dan saling bertatapan satu sama lain. Mereka lalu minta maaf. Rekan saya lalu kembali ke mobil dan kami menunggu lagi. Setelah beberapa menit, mereka (petugas) meminta maaf kembali ke kami dengan alasan human error karena orang yang mendaftarkan kami baru saja istirahat dan ada pegantian shift," ungkap Jessica.

Baca juga: Polisi Selidiki Kasus Hasil Tes Antigen Tanpa Swab di Bandara Soekarno-Hatta yang Viral

Setelah itu, Jessica dan dua rekannya akhirnya menjalani tes antigen dan hasilnya negatif.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Jakpus Temukan Sumur Resapan Perkantoran Tak Berfungsi

Pemkot Jakpus Temukan Sumur Resapan Perkantoran Tak Berfungsi

Megapolitan
Pemprov DKI Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik 4 Kali Berturut-Turut

Pemprov DKI Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik 4 Kali Berturut-Turut

Megapolitan
Pengunjung Pasar Anyar dan Pasar Poris Diimbau Pakai PeduliLindungi

Pengunjung Pasar Anyar dan Pasar Poris Diimbau Pakai PeduliLindungi

Megapolitan
Hasil Olah TKP, Kecepatan Bus Transjakarta Saat Tabrakan di Cawang 55,4 Km Per Jam

Hasil Olah TKP, Kecepatan Bus Transjakarta Saat Tabrakan di Cawang 55,4 Km Per Jam

Megapolitan
Ini Nomor Kontak Darurat bagi Warga yang Terkena Bencana di Kota Tangerang

Ini Nomor Kontak Darurat bagi Warga yang Terkena Bencana di Kota Tangerang

Megapolitan
Pemkot Bekasi Klaim Capaian Vaksin Covid-19 Dosis Pertama Capai 71,85 Persen

Pemkot Bekasi Klaim Capaian Vaksin Covid-19 Dosis Pertama Capai 71,85 Persen

Megapolitan
Dimulai di Era Ahok, Kini Anies Lanjutkan Kerja Sama dengan NTT untuk Pengadaan Daging Sapi

Dimulai di Era Ahok, Kini Anies Lanjutkan Kerja Sama dengan NTT untuk Pengadaan Daging Sapi

Megapolitan
Jasad Seorang Pria Ditemukan di Bak Mobil Pikap, Awalnya Dikira Sedang Tiduran

Jasad Seorang Pria Ditemukan di Bak Mobil Pikap, Awalnya Dikira Sedang Tiduran

Megapolitan
1,8 Juta Warga Belum Divaksin, Pemprov DKI Jakarta Gencarkan Vaksinasi Malam Hari

1,8 Juta Warga Belum Divaksin, Pemprov DKI Jakarta Gencarkan Vaksinasi Malam Hari

Megapolitan
Update 6 Korban Kecelakaan Transjakarta yang Dirawat di RSUD Budhi Asih, 2 Orang Boleh Pulang

Update 6 Korban Kecelakaan Transjakarta yang Dirawat di RSUD Budhi Asih, 2 Orang Boleh Pulang

Megapolitan
Pelaku Masturbasi di Jok Motor Milik Perempuan Diperiksa Kejiwaannya

Pelaku Masturbasi di Jok Motor Milik Perempuan Diperiksa Kejiwaannya

Megapolitan
Update Covid-19 di Jakarta, Tak Ada Lagi RT Zona Merah dan DKI Catat Nol Kematian

Update Covid-19 di Jakarta, Tak Ada Lagi RT Zona Merah dan DKI Catat Nol Kematian

Megapolitan
Pencemaran Parasetamol di Teluk Jakarta, Dinkes DKI Sebut Belum Tentu dari Konsumsi Obat

Pencemaran Parasetamol di Teluk Jakarta, Dinkes DKI Sebut Belum Tentu dari Konsumsi Obat

Megapolitan
Cerita Korban Kecelakaan Transjakarta: Duduk di Belakang Terpental ke Tengah hingga Bunyi Dentuman

Cerita Korban Kecelakaan Transjakarta: Duduk di Belakang Terpental ke Tengah hingga Bunyi Dentuman

Megapolitan
Berubah Pakai Data Dukcapil, Depok Akan Kurangi Target Vaksinasi Covid-19

Berubah Pakai Data Dukcapil, Depok Akan Kurangi Target Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.