Kompas.com - 03/02/2021, 18:12 WIB
Persiapan petugas damkar menyemprot disinfektan di Monas, Rabu (17/6/2020). ANTARA/Livia KristiantiPersiapan petugas damkar menyemprot disinfektan di Monas, Rabu (17/6/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, Pemprov DKI tengah mengkaji opsi lockdown akhir pekan untuk menekan angka penyebaran Covid-19.

Opsi lockdown itu berasal dari usulan anggota DPR RI yang mengacu pada kebijakan serupa yang diterapkan di Turki.

"Nanti tentu DKI Jakarta akan melakukan kajian analisa, nanti Pak Gubernur juga memimpin rapat-rapat internal apakah usulan dari DPR RI (untuk lockdown) dimungkinkan," ujar Riza dalam keterangan suara, Selasa (2/2/2021).

Sependapat dengan Presiden Joko Widodo, Riza mengakui pelaksanaan pembatasan sosial bersakala besar (PSBB) dan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) belum efektif menekan penyebaran Covid-19.

Baca juga: Airlangga Klaim PPKM di DKI, Jateng, dan DIY Alami Perbaikan

Menurut Riza, masih banyak warga Jakarta yang beraktivitas di luar rumah pada akhir pekan.

"Memang faktanya di Sabtu-Minggu karena perkantoran tutup, banyak warga Jakarta yang melakukan aktivitas di luar rumah," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Aktivitas warga pada akhir pekan bukan hanya berpusat di pasar, melainkan juga pergi ke pusat perbelanjaan dan tempat-tempat rekreasi. Ada pula warga yang keluar rumah bahkan ke luar kota untuk mengunjungi sanak keluarga.

Itulah sebabnya klaster keluarga menjadi klaser penularan Covid-19 tertinggi di DKI.

"Klasternya (yang tertinggi) masih di keluarga," kata Riza.

Baca juga: Wagub DKI Jakarta Amini Pernyataan Presiden Jokowi Soal PPKM Tak Efektif

Tanggapan Epidemiolog

Menanggapi usulan lockdown akhir pekan di Jakarta, Epidemiolog dari Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko Wahyono menilai langkah tersebut akan cukup efektif untuk memperlambat penularan Covid-19.

"Jadi ada dua intervensi. Lockdown di akhir pekan bisa menambah efektivitas PSBB," kata Tri kepada Kompas.com, Rabu (3/2/2021).

Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satpol PP Gadungan Ajak Bibi Tipu Warga Buat Jadi Pegawai Kontrak Pemprov DKI

Satpol PP Gadungan Ajak Bibi Tipu Warga Buat Jadi Pegawai Kontrak Pemprov DKI

Megapolitan
Hati-hati, Ada Penipuan Obat Covid-19 di Online Shop!

Hati-hati, Ada Penipuan Obat Covid-19 di Online Shop!

Megapolitan
Kisah Pemilik Kedai Kopi yang Turun Pendapatan hingga 90 Persen Saat PPKM

Kisah Pemilik Kedai Kopi yang Turun Pendapatan hingga 90 Persen Saat PPKM

Megapolitan
Pasukan Kuning Jakbar Bantu Antar Tabung Oksigen ke RS Sejak Sebulan Terakhir

Pasukan Kuning Jakbar Bantu Antar Tabung Oksigen ke RS Sejak Sebulan Terakhir

Megapolitan
Jakarta Setelah 3 Minggu PPKM: IGD Mulai Lengang, Angka Kematian Covid-19 Masih Tinggi

Jakarta Setelah 3 Minggu PPKM: IGD Mulai Lengang, Angka Kematian Covid-19 Masih Tinggi

Megapolitan
Fakta Pencandu Narkoba Timbun Alkes dan Obat di Jakbar: Ivermectin Dijual Mahal hingga Palsukan Tabung Oksigen

Fakta Pencandu Narkoba Timbun Alkes dan Obat di Jakbar: Ivermectin Dijual Mahal hingga Palsukan Tabung Oksigen

Megapolitan
Vaksinasi Keliling di Pondok Pinang: 125 Orang Mendaftar, yang Disuntik Hanya 109

Vaksinasi Keliling di Pondok Pinang: 125 Orang Mendaftar, yang Disuntik Hanya 109

Megapolitan
Gudang Gas di Belakang Pasar Jabon Meruya Terbakar

Gudang Gas di Belakang Pasar Jabon Meruya Terbakar

Megapolitan
PPKM Level 4 Diperpanjang hingga 2 Agustus, Pemkot Tangsel: Seluruh Aturan Ikuti Pusat

PPKM Level 4 Diperpanjang hingga 2 Agustus, Pemkot Tangsel: Seluruh Aturan Ikuti Pusat

Megapolitan
UPDATE 26 Juli: Tambah 227 Kasus di Kota Tangerang, 6.890 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 26 Juli: Tambah 227 Kasus di Kota Tangerang, 6.890 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Dewan Guru Besar Desak Jokowi Batalkan Statuta UI Hasil Revisi demi Martabat dan Wibawa Kampus

Dewan Guru Besar Desak Jokowi Batalkan Statuta UI Hasil Revisi demi Martabat dan Wibawa Kampus

Megapolitan
Sederet Masalah Statuta UI Hasil Revisi Jokowi, Bukan Cuma Problem Rektor Rangkap Jabatan di BUMN

Sederet Masalah Statuta UI Hasil Revisi Jokowi, Bukan Cuma Problem Rektor Rangkap Jabatan di BUMN

Megapolitan
Soal Revisi Statuta UI, Dewan Guru Besar Ungkap Ada Penyimpangan Prosedur

Soal Revisi Statuta UI, Dewan Guru Besar Ungkap Ada Penyimpangan Prosedur

Megapolitan
PPKM Level 4 Diperpanjang, Warga Depok Malah Gelar Turnamen Bola di Bojongsari

PPKM Level 4 Diperpanjang, Warga Depok Malah Gelar Turnamen Bola di Bojongsari

Megapolitan
UPDATE 26 Juli 2021: 645 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 15 Orang Wafat

UPDATE 26 Juli 2021: 645 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 15 Orang Wafat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X