Kompas.com - 03/02/2021, 18:54 WIB
Tawuran kembali terjadi di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan pada Senin (18/1/2021) sore. Dok. WargaTawuran kembali terjadi di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan pada Senin (18/1/2021) sore.

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Putu Elvina menyampaikan, krisis identitas jadi salah satu sebab maraknya tawuran antarkelompok yang melibatkan anak-anak di bawah umur.

"Salah satu penyebabnya karena krisis identitas bagi anak," kata Putu dalam konferensi pers di Mapolres Jakarta Barat, Rabu (3/2/2021).

"Pada saat krisis identitas, mereka akan mengelompokan diri pada kelompok tertentu untuk mudah menguatkan eksistensi mereka," lanjut Putu.

Baca juga: Polisi Tangkap 3 Anggota Geng Motor yang Bunuh Remaja Saat Tawuran, Seorang Pelaku Masih Buron

Saat berkelompok, mereka juga akan mempublikasikan aksi kekerasan yang dilakukan kelompoknya. Dari situ, mereka akan merasa dikenal dan menganggap dirinya diakui oleh masyarakat.

"Semakin viral eksistensi mereka, mereka dianggap diakui, disegani, dan ditakuti dalam konteks negatif," lanjut dia.

Putu menjelaskan, fenomena tawuran sudah lama ada di Jakarta.

"Di Jakarta sendiri sejak tahun 1968 tawuran sudah dianggap meresahkan," katanya.

Menurut dia, upaya pencegahan tawuran masih lemah. Sementara itu, belakangan ini, tawuran menjadi lebih sering dilakukan dengan adanya media sosial. Kelompok-kelompok anak muda dapat terlibat saling ejek di media sosial kemudian berujung dengan tawuran.

"Untuk saling bully dimulai online dan berakhir di offline, dengan tawuran," katanya.

Pola tersebut yang terjadi dalam tawuran antarkelompok di Tambora pada Kamis pekan lalu. Tawuran tersebut menewaskan seorang anak berinisial R (16).

Ada dua geng motor yang terlibat dalam tawuran tersebut, yakni Geng Balok yang berlokasi di Tambora dan Geng Pesisir 301 Jakarta Utara. Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo menyampaikan, tawuran diawali dengan saling menantang di media sosial.

"Diawali dengan saling menantang di media sosial antara Geng Balok yang berada di Tambora dan Geng Pesisir 301 yang ada di Jakarta Utara," kata Ady, Rabu lalu.

Kedua kelompok kemudian bersepakat untuk bertemu pada Kamis dini hari, sekitar pukul 04.00 WIB.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Peristiwa Kebakaran Terjadi di Jakarta Rabu Dini Hari

2 Peristiwa Kebakaran Terjadi di Jakarta Rabu Dini Hari

Megapolitan
Menelusuri Masjid Jami Tangkuban Perahu di Setiabudi

Menelusuri Masjid Jami Tangkuban Perahu di Setiabudi

Megapolitan
Depok 13 Pekan Bertahan di Zona Oranye Covid-19

Depok 13 Pekan Bertahan di Zona Oranye Covid-19

Megapolitan
Kota Bekasi Catat 163 Kasus Baru Covid-19, Selasa Kemarin

Kota Bekasi Catat 163 Kasus Baru Covid-19, Selasa Kemarin

Megapolitan
Depok Catat 10 Kematian akibat Covid-19, Jumlah Terbanyak dalam Sehari

Depok Catat 10 Kematian akibat Covid-19, Jumlah Terbanyak dalam Sehari

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Cara Ganti E-KTP yang Hilang atau Rusak bagi Warga Luar Domisili

[POPULER JABODETABEK] Cara Ganti E-KTP yang Hilang atau Rusak bagi Warga Luar Domisili

Megapolitan
[Update 20 April]: Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang Sebanyak 26, Pasien Aktif 216

[Update 20 April]: Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang Sebanyak 26, Pasien Aktif 216

Megapolitan
Warga Depok Diminta Tak Mengendurkan Protokol Kesehatan Saat Ramadhan

Warga Depok Diminta Tak Mengendurkan Protokol Kesehatan Saat Ramadhan

Megapolitan
[Update 20 April]: Tangsel Catat 10.672 Kasus Covid-19, Pasien Dirawat Sebanyak 578

[Update 20 April]: Tangsel Catat 10.672 Kasus Covid-19, Pasien Dirawat Sebanyak 578

Megapolitan
Ruhana Kuddus, Wartawati Pertama yang Gencar Menentang Poligami, Nikah Dini dan Dominasi Laki-laki

Ruhana Kuddus, Wartawati Pertama yang Gencar Menentang Poligami, Nikah Dini dan Dominasi Laki-laki

Megapolitan
BMKG: Jakarta dan Sekitarnya Cerah Berawan, Kecuali Bogor

BMKG: Jakarta dan Sekitarnya Cerah Berawan, Kecuali Bogor

Megapolitan
Remaja Diperkosa Anak Anggota DPRD lalu Dijual, Praktisi Hukum Pidana: Berdamai Tak Bisa Hentikan Penyidikan

Remaja Diperkosa Anak Anggota DPRD lalu Dijual, Praktisi Hukum Pidana: Berdamai Tak Bisa Hentikan Penyidikan

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 21 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 21 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya Hari Ini, 21 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya Hari Ini, 21 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, Rabu 21 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, Rabu 21 April 2021

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X