Kompas.com - 04/02/2021, 08:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Sosial RI Tri Rismaharini kembali blusukan ke perkampungan kumuh di Jakarta.

Kali ini, Risma mendatangi permukiman pemulung di tempat pembuangan sampah RT 002 RW 008, Kali Baru, Cilincing, Jakarta Utara, pada Rabu (3/2/2021).

Berdasarkan video yang diterima Kompas.com, saat tiba di lokasi, Risma langsung menengok para pemulung yang tengah menimbang sampah plastik.

Risma berbincang dengan beberapa pemulung.

Ia mendengarkan keluhan-keluhan dari mereka tentang sulitnya memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca juga: Mensos Risma Kunjungi Permukiman Pemulung di Kali Baru, Janjikan Rumah dan Pekerjaan

Risma kemudian mengungkapkan rencana pemerintah dalam membantu semua warga penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).

Menurut Risma, untuk mengeluarkan rakyat dari garis kemiskinan, tak bisa hanya mengandalkan bantuan sosial dari pemerintah.

Oleh sebab itu, Risma pun berjanji akan memberikan tempat yang layak dan pekerjaan bagi warga di sekitar wilayah tersebut.

"Jadi kami ke sini dengan harapan mereka bisa lebih baik kehidupannya, karena kalau mengandalkan bantuan saja yang mungkin akan lama keluar dari garis kemiskinan," kata Risma.

Rusunawa untuk PMKS

Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang membangun rumah susun sewa (rusunawa) untuk warga PMKS.

Menurut rencana, rusunawa tersebut akan dibangun di dua lokasi, yaitu di lahan Balai Karya, Pangudi Luhur, Bekasi; dan di lahan Rumah Perlindungan dan Trauma Center (RPTC) di Jakarta.

"Kapasitasnya satu blok itu 100 keluarga, tahun ini kami juga akan dibangun oleh Kementerian PU dua Blok, jadi 200 (keluarga)," kata Risma.

Nantinya, warga tersebut akan ditempatkan di sana. Sebab, di lokasi itu sudah direncanakan akan dibuat bendungan atau dam.

"Kami dengar kawasan ini juga mau dipakai untuk dam. Jadi mereka akan pindah ke rumah susun kalau sudah jadi," ujar Risma.

Baca juga: Mensos Risma: Tarif Sewa Rusunawa bagi PMKS Rp 10.000 per Bulan

Nantinya mereka yang tinggal di rusunawa tersebut akan dibebani biaya sewa Rp 10.000 per bulan.

"Itu sekitar Rp 10.000 per bulan tapi tentunya dengan pengawasan yang ketat, tidak bisa dialihkan ke orang lain. Tentunya kami akan buat prosedur enggak boleh dialihkan ke orang lain," kata Risma.

Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat mengemukakan hal yang sama.

"Ya benar untuk modal koperasi," kata Harry saat ditanya Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Rabu.

Janjikan peluang usaha

Selain tempat tinggal, Risma juga berjanji kepada pemulung itu akan membuka peluang usaha bagi mereka.

Risma berencana mengajarkan beberapa keterampilan sebagai modal untuk membuka usaha.

"Kalau dia nganggur, kami akan carikan pekerjaan, misalnya menanam sayur, nanti sayurnya juga akan kami jual, kemudian ada ternak lele, ternak ayam. Jadi supaya mereka tetap punya pendapatan," ujar dia.

Baca juga: Mensos Risma: Kalau Andalkan Bantuan Saja, Rakyat Akan Lama Keluar dari Kemiskinan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gerebek Asrama Pekerja Migran Ilegal, BP2MI Temukan 161 Orang Dijanjikan Bekerja di Arab Saudi

Gerebek Asrama Pekerja Migran Ilegal, BP2MI Temukan 161 Orang Dijanjikan Bekerja di Arab Saudi

Megapolitan
Modus Anak Pedangdut Gelapkan Belasan Motor, Pura-pura Pinjam Motor ke ATM lalu Kabur

Modus Anak Pedangdut Gelapkan Belasan Motor, Pura-pura Pinjam Motor ke ATM lalu Kabur

Megapolitan
Alun-alun Kota Depok di Sawangan Dibangun Tahun Depan, Pemkot Anggarkan Rp 60 Miliar

Alun-alun Kota Depok di Sawangan Dibangun Tahun Depan, Pemkot Anggarkan Rp 60 Miliar

Megapolitan
Polisi Periksa Karyawan dan Teman Lesti Kejora sebagai Saksi Kasus KDRT oleh Rizky Billar

Polisi Periksa Karyawan dan Teman Lesti Kejora sebagai Saksi Kasus KDRT oleh Rizky Billar

Megapolitan
Ada Uji Coba Rekayasa Lalu Lintas di Cipete Jaksel, Warga Mengeluh karena Bikin Macet

Ada Uji Coba Rekayasa Lalu Lintas di Cipete Jaksel, Warga Mengeluh karena Bikin Macet

Megapolitan
Anak Pedangdut Ditangkap Polisi atas Penipuan dan Gelapkan Belasan Motor Senilai Rp 295 Juta

Anak Pedangdut Ditangkap Polisi atas Penipuan dan Gelapkan Belasan Motor Senilai Rp 295 Juta

Megapolitan
Perampok Toko Emas di Mal Serpong Ditangkap, Polisi Temukan 2 Pistol dan Peluru Tajam

Perampok Toko Emas di Mal Serpong Ditangkap, Polisi Temukan 2 Pistol dan Peluru Tajam

Megapolitan
Bunga Bangkai Tumbuh di Dekat Taman Merdeka, Dinas LHK Depok: Itu Suweg, Bukan Tanaman Langka

Bunga Bangkai Tumbuh di Dekat Taman Merdeka, Dinas LHK Depok: Itu Suweg, Bukan Tanaman Langka

Megapolitan
Uji Coba Rakayasa Lalu Lintas, Persimpangan Cipete Ditutup

Uji Coba Rakayasa Lalu Lintas, Persimpangan Cipete Ditutup

Megapolitan
As Roda Patah, Truk Pengangkut Air Kecelakaan di Underpass UKI Cawang

As Roda Patah, Truk Pengangkut Air Kecelakaan di Underpass UKI Cawang

Megapolitan
Kasatpol PP Jakut Pastikan Tak Ada Aktivitas Prostitusi di Kawasan Kalijodo

Kasatpol PP Jakut Pastikan Tak Ada Aktivitas Prostitusi di Kawasan Kalijodo

Megapolitan
Polisi Sebut Pria Pelaku Ekshibisionisme di Cilincing dalam Kondisi Mabuk

Polisi Sebut Pria Pelaku Ekshibisionisme di Cilincing dalam Kondisi Mabuk

Megapolitan
Viral Video Gangster Bersenjata Berseliweran di Jalanan Tangsel, Polisi: Saya Pastikan Enggak Ada

Viral Video Gangster Bersenjata Berseliweran di Jalanan Tangsel, Polisi: Saya Pastikan Enggak Ada

Megapolitan
UPDATE 29 September 2022: Bertambah 89, Kumulatif Kasus Covid-19 di Tangsel Tembus 105.571

UPDATE 29 September 2022: Bertambah 89, Kumulatif Kasus Covid-19 di Tangsel Tembus 105.571

Megapolitan
Polisi Sebut Satu Perampok Toko Emas di Serpong Eks Anggota TNI, Perannya Sediakan Senjata Api

Polisi Sebut Satu Perampok Toko Emas di Serpong Eks Anggota TNI, Perannya Sediakan Senjata Api

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.