Kompas.com - 04/02/2021, 12:32 WIB
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi di Gedung DPRD DKI Jakarta Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (4/1/2020) KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONOKetua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi di Gedung DPRD DKI Jakarta Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (4/1/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi berpendapat, penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang kurang efektif di Jakarta disebabkan warga dari luar Ibu Kota.

Menurut Prasetyo, tingginya kasus Covid-19 di DKI bukan sepenuhnya kesalahan masyarakat Jakarta.

Dia secara khusus menyoroti warga luar Jakarta yang banyak beraktivitas di Ibu Kota sehari-hari sebagai permasalahannya.

Baca juga: Opsi Lockdown Jakarta di Akhir Pekan Saat Covid-19 Tembus 280.261 Kasus

"Di DKI Jakarta ini kan permasalahannya bukan orang DKI, tapi penunjang DKI yang masuk ke Jakarta. Itu yang harus dibereskan juga, di samping-samping (sekitar) DKI Jakarta," ujar Prasetyo di Kantor DPRD DKI Jakarta, Rabu (3/2/2021), dilansir dari Warta Kota.

"Kalau sudah bisa (dibereskan) seperti itu, kita bisa meminimalisir kenaikan daripada Covid-19 ini," tambahnya.

Tak hanya itu, Prasetyo beranggapan bahwa banyak warga luar Jakarta yang menjalani perawatan pemulihan Covid-19 di sejumlah rumah sakit di Ibu Kota sehingga RS pun penuh.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal itu, lanjutnya, semestinya tidak perlu terjadi apabila warga luar Jakarta patuh terhadap protokol kesehatan.

“Jakarta sekarang rumah sakitnya pun sudah dipenuhi oleh penunjang Jakarta. Itu kan juga masalah. Jadi kalau pendataan Jakarta yang murni orang Jakarta, saya rasa nggak seperti kondisi sekarang (penuh),” ucap Prasetyo.

Atas dasar tersebut, Prasetyo pun meminta kepada pemerintah daerah bersama Polri-TNI untuk menggalakkan operasi di lapangan, terutama di daerah rumah-rumah penduduk.

Dengan demikian, lanjutnya, warga yang terpapar Covid-19 dan menjalani isolasi mandiri, bisa diimbau dan dipantau untuk tetap berada di rumah sampai kondisinya pulih.

Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Alarm dari Tangsel, RS Hampir Penuh hingga Pasien Covid-19 Sulit Dapat Ruang Perawatan

Alarm dari Tangsel, RS Hampir Penuh hingga Pasien Covid-19 Sulit Dapat Ruang Perawatan

Megapolitan
Bertambah Lagi, Total Pasien di RS Wisma Atlet Kemayoran Jadi 5.812 Orang

Bertambah Lagi, Total Pasien di RS Wisma Atlet Kemayoran Jadi 5.812 Orang

Megapolitan
Rumah Warga Cipondoh Dibobol Maling, Perhiasan hingga Barang Elektronik Raib

Rumah Warga Cipondoh Dibobol Maling, Perhiasan hingga Barang Elektronik Raib

Megapolitan
Kasus Covid-19 Meningkat, Sekolah Tatap Muka atau Tetap Belajar di Rumah?

Kasus Covid-19 Meningkat, Sekolah Tatap Muka atau Tetap Belajar di Rumah?

Megapolitan
Tiga Rusun di Cilincing Jadi Posko Vaksinasi Covid-19

Tiga Rusun di Cilincing Jadi Posko Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Jakarta Meledak, Epidemiolog: Solusinya Hanya Lockdown

Kasus Covid-19 di Jakarta Meledak, Epidemiolog: Solusinya Hanya Lockdown

Megapolitan
Fakta Pelecehan Seksual terhadap Seorang Ibu di Tebet: Pelaku Kelainan Jiwa hingga Dibebaskan

Fakta Pelecehan Seksual terhadap Seorang Ibu di Tebet: Pelaku Kelainan Jiwa hingga Dibebaskan

Megapolitan
Virus Corona Varian Delta Dikhawatirkan Lebih Mudah Menyerang Anak-anak

Virus Corona Varian Delta Dikhawatirkan Lebih Mudah Menyerang Anak-anak

Megapolitan
Fakta Rizieq Shihab Tanggapi Replik Jaksa: Tidak Berkualitas hingga Merasa Belum Pantas Disebut Imam Besar

Fakta Rizieq Shihab Tanggapi Replik Jaksa: Tidak Berkualitas hingga Merasa Belum Pantas Disebut Imam Besar

Megapolitan
Fakta Pandemi Covid-19 Jakarta Memburuk: Tembus 4.000 Kasus Baru, Varian Baru Mengganas

Fakta Pandemi Covid-19 Jakarta Memburuk: Tembus 4.000 Kasus Baru, Varian Baru Mengganas

Megapolitan
Pemkot Tangerang Perpanjang PPKM Mikro, Simak Pengaturannya

Pemkot Tangerang Perpanjang PPKM Mikro, Simak Pengaturannya

Megapolitan
Cerita Pedagang Sepeda Saat Tren Gowes Menurun: Dulu Ludes, Kini Rugi Ratusan Juta Rupiah

Cerita Pedagang Sepeda Saat Tren Gowes Menurun: Dulu Ludes, Kini Rugi Ratusan Juta Rupiah

Megapolitan
PPDB SD Jalur Zonasi di Kota Tangerang Masih Dibuka

PPDB SD Jalur Zonasi di Kota Tangerang Masih Dibuka

Megapolitan
UPDATE: Tambah 230 Kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi, 1.267 Pasien Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 230 Kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi, 1.267 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Kilas Balik Peresmian MRT Jakarta yang Disambut Sorak-sorai Warga...

Kilas Balik Peresmian MRT Jakarta yang Disambut Sorak-sorai Warga...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X