Ketika Pelaku Usaha Keberatan jika Lockdown Akhir Pekan Diterapkan . . .

Kompas.com - 04/02/2021, 16:33 WIB
Petugas gabungan dari TNI, Polri, Polisi Pamong Praja dan Dishub DKI Jakarta melakukan imbauan kepada pengendara motor untuk dapat mematuhi penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di jalan Penjernihan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2020). Imbauan ini dilakukan agar masyarakat menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama 14 hari, yang salah satu aturannya adalah pembatasan penumpang kendaraan serta anjuran untuk menggunakan masker jika berkendara.(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG) Kompas.COM/MUHAMMAD NAUFALPetugas gabungan dari TNI, Polri, Polisi Pamong Praja dan Dishub DKI Jakarta melakukan imbauan kepada pengendara motor untuk dapat mematuhi penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di jalan Penjernihan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2020). Imbauan ini dilakukan agar masyarakat menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama 14 hari, yang salah satu aturannya adalah pembatasan penumpang kendaraan serta anjuran untuk menggunakan masker jika berkendara.(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah pelaku usaha mengaku keberatan jika Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan lockdown atau karantina wilayah pada akhir pekan.

Apalagi, sejumlah sektor usaha justru mengandalkan momen akhir pekan untuk meningkatkan omzet penjualannya.

Keberatan ini disampaikan oleh Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) DKI Jakarta, Diana Dewi.

"Apabila akhir pekan akan dilakukan pembatasan total, maka kami dari dunia usaha merasa keberatan," kata Diana, Kamis (4/2/2021).

Baca juga: Kadin DKI Keberatan dengan Opsi Lockdown di Akhir Pekan

Ia mengklaim bahwa dunia usaha selama ini sudah menjaga pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara ketat demi mencegah penularan Covid-19.

"Terbukti untuk saat ini klaster penyebaran (Covid-19) dari perkantoran sangat kecil," ujar Diana, sembari berharap pemerintah dapat lebih selektif dalam membuat kebijakan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jakarta, Sutrisno, mengatakan, industri perhotelan ada dalam kondisi sulit jika PSBB terus menerus diberlakukan.

"Kalau PSBB diperpanjang terus industri perhotelan bisa mati," pungkasnya.

Baca juga: Opsi Lockdown Jakarta di Akhir Pekan Saat Covid-19 Tembus 280.261 Kasus

Pemprov DKI Jakarta kaji opsi lockdown akhir pekan

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, atau yang akrab disapa Ariza, mengatakan bahwa Pemprov DKI Jakarta akan mengkaji opsi karantina wilayah pada akhir pekan.

Ini menyusul pernyataan Presiden Joko Widodo bahwa pembatasan sosial yang diterapkan saat ini di pulau Jawa dan Bali tidak efektif menekan kasus Covid-19.

Ariza meyakini, opsi lockdown di akhir pekan dapat secara signifikan menekan Covid-19 menyusul fakta bahwa banyak warga DKI Jakarta justru beraktivitas keluar rumah pada akhir pekan.

Baca juga: Jakarta Diminta Sosialisasikan Hasil Kajian Lockdown Akhir Pekan ke Bodetabek

Jika opsi ini jadi diterapkan, maka aktivitas di pasar, mal, tempat rekreasi dan lainnya akan dibatasi.

"Memang faktanya di Sabtu-Minggu karena perkantoran tutup, banyak warga Jakarta yang melakukan aktivitas di luar rumah," kata Ariza.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa ide lockdown di akhir pekan itu berasal dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang berkaca pada kebijakan yang diterapkan di Turki.

Baca juga: Lockdown Akhir Pekan di Jakarta, Mungkinkah Dilakukan?

Kondisi Covid-19 terkini di Jakarta

Menurut data di laman corona.jakarta.go.id, penambahan kasus harian Covid-19 di DKI Jakarta menunjukkan angka yang fluktuatif, yakni berkisar antara 2.800 hingga 3.600 kasus dalam seminggu terakhir.

Angka ini terus merangkak naik dari rata-rata penambahan 1.000 kasus per hari pada pertengahan November 2020, lalu menjadi 2.000 kasus per hari, bahkan lebih, pada awal Januari 2021.

Kenaikan ini diyakini merupakan imbas dari tingginya mobilitas masyarakat pada libur akhir tahun kemarin.

Secara akumulatif, tercatat total 280.261 kasus positif di DKI Jakarta hingga Rabu (3/2/2021), 26.032 di antaranya merupakan kasus aktif.

Sebanyak 249.810 pasien sudah dinyatakan sembuh, sedangkan 4.420 lainnya meninggal dunia.

(Penulis: Ira Gita Natalia Sembiring, Wahyu Adityo Prodjo/ Editor: Egidius Patnistik, Sandro Gatra)



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pegawai KPI Korban Pelecehan Seksual Jalani Pemeriksaan Jiwa ke-4 di RS Polri

Pegawai KPI Korban Pelecehan Seksual Jalani Pemeriksaan Jiwa ke-4 di RS Polri

Megapolitan
Silang Pendapat Para Pimpinan DPRD DKI Jakarta soal Agenda Rapat Interpelasi Formula E

Silang Pendapat Para Pimpinan DPRD DKI Jakarta soal Agenda Rapat Interpelasi Formula E

Megapolitan
Komplotan Pencuri Beraksi di Minimarket Pondok Aren, Motor Karyawan Raib

Komplotan Pencuri Beraksi di Minimarket Pondok Aren, Motor Karyawan Raib

Megapolitan
Eksploitasi Bayi yang Dicat Silver dan Respons Aparat Setelah Fotonya Viral

Eksploitasi Bayi yang Dicat Silver dan Respons Aparat Setelah Fotonya Viral

Megapolitan
Polisi Cek TKP Perampokan di Cilandak KKO

Polisi Cek TKP Perampokan di Cilandak KKO

Megapolitan
Komplotan Perampok Beraksi di Cilandak KKO, Ancam Bacok dan Kalungi Leher Korban dengan Celurit

Komplotan Perampok Beraksi di Cilandak KKO, Ancam Bacok dan Kalungi Leher Korban dengan Celurit

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Selasa: Jakarta Cerah Berawan, Bodebek Berpeluang Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG Selasa: Jakarta Cerah Berawan, Bodebek Berpeluang Hujan

Megapolitan
Komplotan Perampok Bersenjata Tajam dan Bawa Pistol Gasak Tiga Handphone di Cilandak KKO

Komplotan Perampok Bersenjata Tajam dan Bawa Pistol Gasak Tiga Handphone di Cilandak KKO

Megapolitan
Warga Bangun Polisi Tidur di Pulomas, Diprotes Pesepeda, lalu Diganti Speed Trap

Warga Bangun Polisi Tidur di Pulomas, Diprotes Pesepeda, lalu Diganti Speed Trap

Megapolitan
UPDATE: Tambah 1 Kasus di Kota Tangerang, 91 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 1 Kasus di Kota Tangerang, 91 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Di Balik Patung Jakob Oetama yang Sederhana, Pena Berharga  dan Penyertaan Tuhan

Di Balik Patung Jakob Oetama yang Sederhana, Pena Berharga dan Penyertaan Tuhan

Megapolitan
Ada Temuan Pelanggaran Prokes, SDN 05 Jagakarsa Belum Gelar PTM hingga Saat Ini

Ada Temuan Pelanggaran Prokes, SDN 05 Jagakarsa Belum Gelar PTM hingga Saat Ini

Megapolitan
UPDATE 27 September: Bertambah 7 Kasus Covid-19 dan 25 Pasien Sembuh di Tangsel

UPDATE 27 September: Bertambah 7 Kasus Covid-19 dan 25 Pasien Sembuh di Tangsel

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Sebut Rapat Bamus Interpelasi Disetujui Tujuh Fraksi

Ketua DPRD DKI Sebut Rapat Bamus Interpelasi Disetujui Tujuh Fraksi

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Dosis 1 di Depok Capai 1 Juta Penduduk, Masih Kurang 600.000 dari Target

Vaksinasi Covid-19 Dosis 1 di Depok Capai 1 Juta Penduduk, Masih Kurang 600.000 dari Target

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.