Dalam Satu Hari, Permintaan Plasma Darah Konvalesen di Jakarta Capai 60 Kantong

Kompas.com - 06/02/2021, 15:56 WIB
Contoh plasma darah yang telah dibekukan ditunjukan oleh salah satu staf PMI Kota Tangerang, Kamis (17/12/2020). KOMPAS.COM/MUHAMMAD NAUFALContoh plasma darah yang telah dibekukan ditunjukan oleh salah satu staf PMI Kota Tangerang, Kamis (17/12/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Rustam Effendy menyatakan dalam satu harinya, terdapat 50 sampai 60 kantong permintaan plasma darah konvalesen.

"Permintaannya 50-60 per hari," kata Rustam kepada wartawan Sabtu, (6/2/2021).

Rustam menyatakan bahwa jumlah tersebut cukup tinggi sehingga pihaknya terus mengimbau penyintas Covid-19 untuk menjadi donor plasma konvalesen.

"Kita berharap penyintas Covid-19 tidak ragu untuk mendonorkan plasma darah konvalesennya melalui PMI Jakarta," sambung Rustam.

Baca juga: Cerita Penyintas Donor Plasma Darah meski Takut Jarum Suntik Demi Kesembuhan Pasien Covid-19

Rustam kemudian menjelaskan sejumlah syarat bagi warga yang hendak menjadi donor plasma daerh konvalesen.

"Jadi yang pertama jelas ini adalah penyintas. Artinya orang pernah positif (terpapar Covid-19) setelah 14 hari," kata Rustam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penyintas tersebut dierbolehkan menyumbangkan plasma darah konvalesen paling lama tiga bulan setelah ia terpapar virus Covid-19.

"Boleh memberikan plasma darah konvalesennya di PMI sebelum tiga bulan karena setelah tiga bulan maka hasil antibody itu istirahat," ujarnya.

Baca juga: PMI Tangsel: 150 Penyitas Covid-19 Donorkan Plasma Darah

Selain itu, pendonor diwajibkan memiliki berat badan minimal 55 kilogram.

Usia pendonor juga tidak boleh lebih dari 60 tahun, serta dinyatakan dalam keadaan sehat.

"Persyaratan umum dia sehat, kemudian berat badan 55 kilogram minimal. Usianya tidak boleh lebih 60," lanjutnya.

Penyintas yang telah memenuhi syarat tersebut pun tidak langsung bisa menyumbangkan plasma darahnya.

Mereka diwajibkan menjalani pemeriksaan antibodi terlebih dahulu.


"Kemudian diperiksa dulu nanti, apakah antibody-nya bagus, dalam artian bisa memberikan kesembuhan bagi yang kita transfusikan," lanjutnya.

Jika telah lolos pemeriksaan, barulah penyintas tersebut menyumbangkan plasma darahnya.

Nantinya, sebanyak 450 mili liter plasm darah akan disumbangkan dari satu oranh penyintas.

"Jadi pada prinsipnya yang diambil minimal 450 mili liter. Setelah itu dibagi dua kantong," kata Rustam.

Rustam kemudian mengimbau para penyintas untuk menyumbangkan plasma darah konvalesen sebab dinyatakan mampu menolong banyak orang yang terpapar virus Covid-19.

"Faktanya, banyak sekali yang diberikan transfusi plasma darah konvalesen ini, ahamdulillah tertolong," ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinkes Tangsel Andalkan Kader Jumantik buat Tekan Kasus DBD

Dinkes Tangsel Andalkan Kader Jumantik buat Tekan Kasus DBD

Megapolitan
Besok, Ganjil Genap di Margonda Depok Kembali Berlaku

Besok, Ganjil Genap di Margonda Depok Kembali Berlaku

Megapolitan
Polisi Hentikan Kasus Dugaan Penganiayaan Selebgram Ayu Thalia oleh Nicholas Sean

Polisi Hentikan Kasus Dugaan Penganiayaan Selebgram Ayu Thalia oleh Nicholas Sean

Megapolitan
Seorang Remaja Tewas Saat Berenang di Pelabuhan Sunda Kelapa Saat Banjir Rob

Seorang Remaja Tewas Saat Berenang di Pelabuhan Sunda Kelapa Saat Banjir Rob

Megapolitan
Seorang Nenek Tewas Mengenaskan Tertabrak Kereta di Kebon Jeruk

Seorang Nenek Tewas Mengenaskan Tertabrak Kereta di Kebon Jeruk

Megapolitan
Imbas Ganjil Genap di Margonda, Akses Menuju Depok dari Lenteng Agung Macet Panjang

Imbas Ganjil Genap di Margonda, Akses Menuju Depok dari Lenteng Agung Macet Panjang

Megapolitan
Kasus DBD Naik, PMI Tangsel Sebut Permintan Trombosit Meningkat

Kasus DBD Naik, PMI Tangsel Sebut Permintan Trombosit Meningkat

Megapolitan
Hari Pertama Dibuka, 500 Pengunjung Sudah Reservasi ke Atlantis Ancol

Hari Pertama Dibuka, 500 Pengunjung Sudah Reservasi ke Atlantis Ancol

Megapolitan
Banjir Rob di Jalan Lodan, Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Genangan

Banjir Rob di Jalan Lodan, Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Genangan

Megapolitan
Imbas Ganjil Genap di Margonda, Macet Panjang dari Jalan Kartini

Imbas Ganjil Genap di Margonda, Macet Panjang dari Jalan Kartini

Megapolitan
229 Bus Berhenti Beroperasi Imbas Kecelakaan, Transjakarta Jamin Layanan Tak Terganggu

229 Bus Berhenti Beroperasi Imbas Kecelakaan, Transjakarta Jamin Layanan Tak Terganggu

Megapolitan
RS Harapan Kita: Haji Lulung Bukan Dibuat Koma, tapi Diberi Obat Penenang

RS Harapan Kita: Haji Lulung Bukan Dibuat Koma, tapi Diberi Obat Penenang

Megapolitan
Ganjil Genap di Jalan Margonda Mulai Berlaku Siang Ini, Begini Situasi di Lokasi

Ganjil Genap di Jalan Margonda Mulai Berlaku Siang Ini, Begini Situasi di Lokasi

Megapolitan
Transjakarta Hentikan Sementara Operasional 229 Bus dari 2 Operator yang Terlibat Kecelakaan

Transjakarta Hentikan Sementara Operasional 229 Bus dari 2 Operator yang Terlibat Kecelakaan

Megapolitan
Polisi Tangkap Penipu Rekrutmen CPNS, Korban Dijanjikan Jadi PNS Kemenkumham dengan Setor Rp 35 Juta

Polisi Tangkap Penipu Rekrutmen CPNS, Korban Dijanjikan Jadi PNS Kemenkumham dengan Setor Rp 35 Juta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.