Kompas.com - 08/02/2021, 08:38 WIB
Anggota Grup C Sektor IX Pasar Minggu Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan (Sudin Gulkarmat Jaksel) mengevakuasi warga di  di Jalan Masjid Al Makmur Gang Buntu RT 017/07, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan mengungsi akibat banjir pada Senin (8/2/2021) dini hari. Dok. Sudin Gulkarmat Jakarta SelatanAnggota Grup C Sektor IX Pasar Minggu Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan (Sudin Gulkarmat Jaksel) mengevakuasi warga di di Jalan Masjid Al Makmur Gang Buntu RT 017/07, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan mengungsi akibat banjir pada Senin (8/2/2021) dini hari.

AKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah warga di Jalan Masjid Al Makmur Gang Buntu RT 017/07, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan mengungsi akibat banjir.

Kepala Pleton Grup C Sektor IX Pasar Minggu Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan (Sudin Gulkarmat Jaksel), Yusuf Setiawan mengatakan, ada 20 orang yang mengungsi secara mandiri akibat naiknya air Sungai Ciliwung.

Adapun kondisi air di Sungai Ciliwung pukul 06.00 WIB sekitar dua meter.

“10 KK yang terdiri dari 20 orang evakuasi mandiri,” kata Yusuf saat dikonfirmasi, Senin (8/2/2021) pagi.

Baca juga: Banjir 2,5 Meter di Kebon Pala, 230 Keluarga Mengungsi

Sementara itu, anggota pemadam kebakaran juga mengevakuasi lima orang akibat banjir. Ada satu lansia dan empat orang dewasa.

“Total warga yang sudah dievakuasi pemadam kebakaran sebanyak 13 kepala keluarga, yaitu 40 jiwa. Lansia 6 jiwa, dewasa 26 jiwa, anak-anak 7 jiwa, balita 1 jiwa,” ujar Yusuf.

Anggota pemadam kebakaran juga mengimbau masyarakat agar segera mengungsi karena naiknya air Sungai Ciliwung.

Di sisi lain, evakuasi warga juga dilakukan.

“Personel dan peralatan Solo Bandung (stand by) di TKP,” tambah Yusuf.

Alat-alat yang dikerahkan seperti dua perahu karet beserta peralatan penyelamatan.

Baca juga: UPDATE Tinggi Muka Air di Sejumlah Pintu Air, BPBD Beri Peringatan Banjir di Pulogadung

Seperti diketahui, Kepala Pos Jaga Bendung Katulampa Andi Sudirman mengatakan, ketinggian muka air di Bendung Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat menyentuh angka 140 sentimeter atau berstatus Siaga 3 pada Minggu pukul 19.00 WIB.

Menurut Andi, naiknya muka air di Bendung Katulampa disebabkan hujan yang terus mengguyur wilayah Puncak, Bogor, yang merupakan kawasan hulu aliran Sungai Ciliwung.

Kondisi tersebut, menyebabkan air yang melintas di bendungan itu ikut meningkat.

Ia mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran Ciliwung untuk waspada dan berhati-hati terhadap potensi banjir.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Kronologi Kasus Pencurian Motor di Joglo yang Pelakunya Terekam CCTV

Ini Kronologi Kasus Pencurian Motor di Joglo yang Pelakunya Terekam CCTV

Megapolitan
Kak Seto: Walau yang Perkosa dan Jual Remaja di Bekasi Anak Anggota DPRD, Polisi Harus Tegas

Kak Seto: Walau yang Perkosa dan Jual Remaja di Bekasi Anak Anggota DPRD, Polisi Harus Tegas

Megapolitan
Salah Gunakan Dana BOS dan BOP, Mantan Kepala SMKN 53 Ditetapkan Jadi Tersangka

Salah Gunakan Dana BOS dan BOP, Mantan Kepala SMKN 53 Ditetapkan Jadi Tersangka

Megapolitan
Pingsan Setelah Ditonjok Sopir Lain, Pengemudi Taksi Tabrak Gerbang Mapolres Jakbar

Pingsan Setelah Ditonjok Sopir Lain, Pengemudi Taksi Tabrak Gerbang Mapolres Jakbar

Megapolitan
Praktik Prostitusi Online Anak di Penginapan Tebet, Warga: Enggak Terpikir Jadi Tempat Open BO

Praktik Prostitusi Online Anak di Penginapan Tebet, Warga: Enggak Terpikir Jadi Tempat Open BO

Megapolitan
Bersikeras Dua Terdakwa Kasus 192 Kg Ganja Divonis Mati, PN Tangerang Resmi Ajukan Banding

Bersikeras Dua Terdakwa Kasus 192 Kg Ganja Divonis Mati, PN Tangerang Resmi Ajukan Banding

Megapolitan
Aturan Perjalanan Pakai Kendaraan Pribadi ke Luar Jakarta Selama Larangan Mudik

Aturan Perjalanan Pakai Kendaraan Pribadi ke Luar Jakarta Selama Larangan Mudik

Megapolitan
KPAI Sebut Guru-guru di Jakarta Kelelahan Mengajar Tatap Muka dan Daring

KPAI Sebut Guru-guru di Jakarta Kelelahan Mengajar Tatap Muka dan Daring

Megapolitan
Semrawut, Kolong Flyover Roxy Akan Ditata Ulang

Semrawut, Kolong Flyover Roxy Akan Ditata Ulang

Megapolitan
Evaluasi Belajar Tatap Muka, Disdik DKI Tegaskan Akan Tutup Sekolah jika Tak Disiplin Protokol Kesehatan

Evaluasi Belajar Tatap Muka, Disdik DKI Tegaskan Akan Tutup Sekolah jika Tak Disiplin Protokol Kesehatan

Megapolitan
Hasil Uji Coba Belajar Tatap Muka, Kadisdik DKI: Sempat Hanya Dihadiri 5 Siswa

Hasil Uji Coba Belajar Tatap Muka, Kadisdik DKI: Sempat Hanya Dihadiri 5 Siswa

Megapolitan
Nurmaya, Perempuan Penderma Nasi Bungkus dan Cerita Kejutan-kejutan yang Mengiringinya

Nurmaya, Perempuan Penderma Nasi Bungkus dan Cerita Kejutan-kejutan yang Mengiringinya

Megapolitan
PSK yang Dianiaya Pelanggan di Apartemen Ciputat Alami 14 Luka Tusuk

PSK yang Dianiaya Pelanggan di Apartemen Ciputat Alami 14 Luka Tusuk

Megapolitan
Aturan Baru Berlaku, Penumpang Bandara Soekarno-Hatta Wajib Tes PCR atau Antigen Sehari Sebelum Berangkat

Aturan Baru Berlaku, Penumpang Bandara Soekarno-Hatta Wajib Tes PCR atau Antigen Sehari Sebelum Berangkat

Megapolitan
Sekuriti Penusuk PSK di Apartemen Ciputat Sudah Siapkan Pisau Sebelum Berkencan

Sekuriti Penusuk PSK di Apartemen Ciputat Sudah Siapkan Pisau Sebelum Berkencan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X