Anies Tegaskan Tak Angkat Tangan Atasi Covid-19, tapi Minta Daerah Penyangga Tambah Kapasitas RS

Kompas.com - 08/02/2021, 14:04 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tiba di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (17/11/2020). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dipanggil pihak kepolisian untuk dimintai keterangan terkait pelanggaran protokol kesehatan pada acara Maulid Nabi di Petamburan, Jakarta Pusat yang menimbulkan kerumunan. ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK AGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tiba di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (17/11/2020). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dipanggil pihak kepolisian untuk dimintai keterangan terkait pelanggaran protokol kesehatan pada acara Maulid Nabi di Petamburan, Jakarta Pusat yang menimbulkan kerumunan.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menginginkan daerah-daerah di sekitar Jakarta meningkatkan kapasitas tempat perawatan pasien Covid-19 dengan bantuan pemerintah pusat, seperti yang dilakukan Pemprov DKI.

Dia membantah bahwa Pemprov DKI Jakarta angkat tangan dan melepaskan penanganan Covid-19 di Jabodetabek ke pemerintah pusat.

"Ingat waktu itu sempat ramai disebutkan Jakarta angkat tangan atau apa, sama sekali bukan, Jakarta menginginkan agar daerah-daerah itu juga meningkatkan kapasitas untuk perawatan. Dan yang bisa membantu pemerintah pusat, karena kami pun dibantu pemerintah pusat," kata Anies dalam acara diskusi virtual, Senin (8/2/2021).

Anies menjelaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selama ini banyak dibantu pemerintah pusat saat melakukan konversi tempat perawatan pasien biasa menjadi tempat perawatan Covid-19.

Baca juga: Anies: Bukan RS yang Penuh tetapi Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19

Sebagai contoh, kata Anies, saat Pemprov DKI memutuskan 63 persen tempat perawatan RSUD milik DKI dijadikan tempat perawatan Covid-19, maka harus ada penambahan jumlah tenaga kesehatan.

Perekrutan tenaga medis tersebut kemudian dibantu oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk membayar gaji tenaga medis tambahan tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jadi ketika kami melakukan perekrutan, untuk gaji dan lain-lain, kami dibantu BNPB, gugus tugas nasional. Jadi ini contoh kami melakukan konversi, pemerintah pusat membantu pembiayaan," ujar Anies.

Itulah sebabnya, lanjut Anies, sebaiknya daerah sekitar Jakarta juga ikut berinisiatif melakukan konversi tersebut dan menyiapkan semua yang diperlukan untuk menambah kapasitas RS untuk perawatan Covid-19.

Baca juga: Dongkrak Pemulihan Ekonomi, Proses Perizinan Gedung di Jakarta Dipercepat Jadi 57 Hari Kerja

"Tapi kalau kami tidak melakukan konversi, ya pemerintah pusat enggak bisa bantu pendanaan. Tapi jangan harap sekadar diberikan bantuan, harus disiapkan konversinya, dan mengkonversi itu tidak sederhana," ujar Anies.

Dia juga mengunggah data terakhir kondisi keterisian tempat tidur isolasi di 101 rumah sakit rujukan Covid-19 di Jakarta.

Untuk kapasitas isolasi di DKI Jakarta per 30 Januari 2021 ada 8.096 tempat tidur dan sudah terpakai 6.322 atau 76 persen.

Sementara itu, kapasitas ICU terdapat 1.124 tempat tidur dan sudah terpakai 886 unit atau 79 persen.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Luhut Binsar Laporkan Haris Azhar dan Fatia Kontras ke Polisi Terkait Pencemaran Nama Baik

Luhut Binsar Laporkan Haris Azhar dan Fatia Kontras ke Polisi Terkait Pencemaran Nama Baik

Megapolitan
Cara Dapatkan Bantuan Rp 1,2 Juta untuk Pedagang Kaki Lima hingga Pengusaha Warteg

Cara Dapatkan Bantuan Rp 1,2 Juta untuk Pedagang Kaki Lima hingga Pengusaha Warteg

Megapolitan
Bruder Angelo, Biarawan yang Cabuli Anak Panti Asuhan di Depok, Jalani Sidang Perdana Hari Ini

Bruder Angelo, Biarawan yang Cabuli Anak Panti Asuhan di Depok, Jalani Sidang Perdana Hari Ini

Megapolitan
Sempat Gangguan Imbas Puting Beliung, 975 Gardu Listrik di Depok Kembali Normal

Sempat Gangguan Imbas Puting Beliung, 975 Gardu Listrik di Depok Kembali Normal

Megapolitan
Tak Cukup Hanya Penetapan Tersangka, Keluarga Korban Kebakaran Lapas Tangerang Menuntut Lebih

Tak Cukup Hanya Penetapan Tersangka, Keluarga Korban Kebakaran Lapas Tangerang Menuntut Lebih

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Depok Dilanda Angin Puting Beliung | Anggaran Mubazir Anies untuk Tugu

[POPULER JABODETABEK] Depok Dilanda Angin Puting Beliung | Anggaran Mubazir Anies untuk Tugu

Megapolitan
Saat Pelaku Investasi Mandek Disekap dan Dianiaya Investor yang Kesal

Saat Pelaku Investasi Mandek Disekap dan Dianiaya Investor yang Kesal

Megapolitan
Ini Jadwal dan Lokasi Tes PPPK Non-guru di Depok

Ini Jadwal dan Lokasi Tes PPPK Non-guru di Depok

Megapolitan
Fakta-fakta Kebakaran Cahaya Swalayan: Pegawai Berlarian Selamatkan Diri, Padam Setelah 6 Jam

Fakta-fakta Kebakaran Cahaya Swalayan: Pegawai Berlarian Selamatkan Diri, Padam Setelah 6 Jam

Megapolitan
Kala Anies Dipanggil KPK karena Kasus Korupsi Anak Buahnya

Kala Anies Dipanggil KPK karena Kasus Korupsi Anak Buahnya

Megapolitan
Polisi Akan Selidiki Penyebab Kebakaran Cahaya Swalayan

Polisi Akan Selidiki Penyebab Kebakaran Cahaya Swalayan

Megapolitan
UPDATE 21 September: Tambah 12 Kasus di Kota Tangerang, 173 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 21 September: Tambah 12 Kasus di Kota Tangerang, 173 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE 21 September: 32 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 2 Pasien Wafat

UPDATE 21 September: 32 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 2 Pasien Wafat

Megapolitan
Tak Ada Korban Jiwa dalam Kebakaran Cahaya Swalayan di Cilandak KKO

Tak Ada Korban Jiwa dalam Kebakaran Cahaya Swalayan di Cilandak KKO

Megapolitan
Informasi Lengkap Seputar Rencana Penerapan Ganjil Genap di Margonda Depok

Informasi Lengkap Seputar Rencana Penerapan Ganjil Genap di Margonda Depok

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.