Kompas.com - 08/02/2021, 14:54 WIB
Tampilan banjir Jakarta dari helikopter yang mengangkut Kepala BNPB Doni Monardo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, saat mereka meninjau kondisi banjir terkini pada Rabu (1/1/2020). DOKUMENTASI BNPBTampilan banjir Jakarta dari helikopter yang mengangkut Kepala BNPB Doni Monardo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, saat mereka meninjau kondisi banjir terkini pada Rabu (1/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Minggu (7/2/2021) malam hingga Senin (8/2/2021) pagi telah menyebabkan sejumlah daerah terendam banjir.

Di antara daerah yang tergenang adalah kawasan Kebon Pala, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, dengan ketinggian air mencapai 250 sentimeter.

Genangan juga terpantau di kawasan Pademangan Barat, Jakarta Utara, hingga kawasan Jagakarsa di Jakarta Selatan. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 5 sentimeter hingga 30 sentimeter.

Puluhan kepala keluarga terpaksa mengungsi akibat rumah mereka terendam banjir. Lalu lintas di sejumlah ruas jalan juga terpantau tersendat akibat genangan tersebut.

Banjir yang terjadi awal Februari 2021 ini ternyata tidak ada apa-apanya dengan kejadian yang menimpa Ibu Kota pada awal Februari 2007 silam, di mana sekitar 70 persen wilayah Jakarta lumpuh akibat tergenang.

Baca juga: Banjir Semakin Tinggi, Warga Pondok Gede Permai Bekasi Mulai Mengungsi

Banjir 2007 sebabkan berbagai sektor lumpuh

Berdasarkan catatan Harian Kompas, hujan lebat yang terus mengguyur Jakarta pada Jumat (2/2/2007) menyebabkan seluruh aktivitas di kawasan yang tergenang lumpuh.

Ketidakberdayaan warga Ibu Kota akibat banjir semakin parah karena jaringan internet serta telepon kabel dan seluler pun terganggu. Listrik di sejumlah lokasi juga ikut padam.

Akibatnya, berbagai sektor dilaporkan lumpuh.

Hampir 1.500 sekolah tidak bisa dipakai. Ratusan anjungan tunai mandiri (ATM) terendam banjir, mengakibatkan transaksi perbankan melorot 30 persen dari hari biasa.

Genangan juga membuat 120 perjalanan kereta api batal. PT Kereta Api Indonesia mengklaim kerugian sebesar Rp 800 juta.

Baca juga: UPDATE Ini 9 Titik Banjir di Jakarta dan Bekasi

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X