Fakta Penipuan Modus Tawaran Kerja di Citilink, Penata Rias Tipu 6 Korban hingga Rp 100 Juta

Kompas.com - 09/02/2021, 09:04 WIB
Kasatreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta Kompol Alexander Yurikho saat melakukan pengungkapan kasus penipuan dan penggelapan dengan modus penerimaan pegawai perusahaan maskapai Citilink di Mapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Banten, Senin (8/2/2021) siang. DOK. HUMAS POLRESTA BANDARA SOEKARNO-HATTAKasatreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta Kompol Alexander Yurikho saat melakukan pengungkapan kasus penipuan dan penggelapan dengan modus penerimaan pegawai perusahaan maskapai Citilink di Mapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Banten, Senin (8/2/2021) siang.
|

TANGERANG, KOMPAS.com - Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Banten menangkap seorang tersangka kasus penipuan dan penggelapan dengan modus penerimaan pegawai perusahaan maskapai Citilink.

Pengungkapan kasus tersebut dijelaskan oleh Kasatreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta Kompol Alexander Yurikho kepada awak media, Senin (8/2/2021) siang.

Kronologi

Tersangka yang berinisial NAP (27) mengaku sebagai pegawai di maskapai Citilink kepada pasangan suami istri, yaitu Andiyansyah dan Neneng Mulyantiari, pada akhir November 2020.

Baca juga: Penipu Modus Penerimaan Pegawai Citilink Ditangkap, Korban Rugi Total Rp 100 Juta

Kemudian, NAP memberikan tawaran ke pasutri itu untuk menjadi pegawai di maskapai tersebut.

"Satunya (Neneng) menjadi front officer, satunya (Andiyansyah) petugas check-in counter," kata Alexander.

Ia mengungkapkan, tersangka mengiming-imingi Andiyansyah dan Neneng akan menerima gaji dengan rentang antara Rp 4.000.000 sampai Rp. 5.000.000 per bulan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, NAP terlebih dahulu menagih ke suami istri itu uang sebesar Rp 34.637.700 untuk biaya masuk kerja, seragam, dan pelatihan.

"NAP meyakinkan korban bahwa mereka memang bekerja di Citilink dengan cara, yaitu tersangka memberi tahu ke korban bahwa mereka sudah bekerja mulai pertengahan Desember 2020," kata Alexander.

Pelaku menyuruh Neneng dan Andiyansyah untuk bekerja dari rumah dengan dalih masih ada pandemi Covid-19.

Selain itu, NAP juga membuat grup WhatsApp serta memasukkan seorang manajer di grup tersebut.

"Tersangka membuat sesosok bernama Chandra selaku manajer. Dituliskan absensi pagi, siang, dan malam (oleh Chandra)," tutur Alexander.

Padahal, sosok bernama Chandra tersebut hanya buatan NAP.

Baca juga: Penipuan Modus Penerimaan Pegawai Citilink, Pasangan Suami Istri Rugi Rp 34,6 Juta

Kemudian, pada 11 Januari 2021, korban curiga terhadap NAP karena mereka tak kunjung menerima gaji.

Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wajib Tahu, 7 Pembatasan yang Dilakukan di Jakara untuk Tekan Covid-19

Wajib Tahu, 7 Pembatasan yang Dilakukan di Jakara untuk Tekan Covid-19

Megapolitan
Hari Ini, Vaksinasi Warga 18 Tahun ke Atas di Kota Bogor Dimulai

Hari Ini, Vaksinasi Warga 18 Tahun ke Atas di Kota Bogor Dimulai

Megapolitan
Prediksi 218.000 Kasus Aktif di Jakarta dan Desakan Pengetatan PSBB

Prediksi 218.000 Kasus Aktif di Jakarta dan Desakan Pengetatan PSBB

Megapolitan
27 Warga Warakas Terpapar Covid-19 Setelah Hadiri Pesta Pernikahan

27 Warga Warakas Terpapar Covid-19 Setelah Hadiri Pesta Pernikahan

Megapolitan
Tekan Penyebaran Covid-19 di Jakarta, Polri Sekat 10 Titik Jalan hingga Pembatasan Transportasi

Tekan Penyebaran Covid-19 di Jakarta, Polri Sekat 10 Titik Jalan hingga Pembatasan Transportasi

Megapolitan
Hindari Kerumunan, Posko PPDB di Disdik Dialihkan ke Posko Wilayah

Hindari Kerumunan, Posko PPDB di Disdik Dialihkan ke Posko Wilayah

Megapolitan
Tangsel Perketat PPKM Mikro: Resepsi Dilarang, RT/RW Diinstruksikan Lockdown Lokal

Tangsel Perketat PPKM Mikro: Resepsi Dilarang, RT/RW Diinstruksikan Lockdown Lokal

Megapolitan
Tertangkapnya Buronan Pencuri yang Tembak Korbannya dengan Airsoft Gun, Dikejar hingga Bogor

Tertangkapnya Buronan Pencuri yang Tembak Korbannya dengan Airsoft Gun, Dikejar hingga Bogor

Megapolitan
Alasan 22 Juni Ditetapkan sebagai Hari Jadi Jakarta

Alasan 22 Juni Ditetapkan sebagai Hari Jadi Jakarta

Megapolitan
Temuan Covid-19 Varian Delta, Satgas: Memang Warga Depok, Kerja di Karawang Belum Pulang 2 Bulan

Temuan Covid-19 Varian Delta, Satgas: Memang Warga Depok, Kerja di Karawang Belum Pulang 2 Bulan

Megapolitan
Dituding Lakukan Pelecehan Seksual, Rian D'MASIV Lapor ke Polda Metro

Dituding Lakukan Pelecehan Seksual, Rian D'MASIV Lapor ke Polda Metro

Megapolitan
UPDATE 21 Juni: 531 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Kota Tangerang

UPDATE 21 Juni: 531 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Kota Tangerang

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak Bikin PSBB Diperketat Lagi di Depok, Ini Daftar Aturannya

Kasus Covid-19 Melonjak Bikin PSBB Diperketat Lagi di Depok, Ini Daftar Aturannya

Megapolitan
Ulang Tahun Ke-494 Jakarta dan Kontroversi Para Gubernurnya

Ulang Tahun Ke-494 Jakarta dan Kontroversi Para Gubernurnya

Megapolitan
HUT DKI, Jakarta Kemungkinan Hujan Nanti Malam

HUT DKI, Jakarta Kemungkinan Hujan Nanti Malam

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X