Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kue Keranjang Simbol Harapan dan "Bekal" Memasuki Tahun Baru Imlek

Kompas.com - 11/02/2021, 19:34 WIB
Singgih Wiryono,
Egidius Patnistik

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Tahun Baru Imlek 2572 yang jatuh pada 12 Februari 2021 ini menjadi berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kali ini, Imlek dirayakan di tengah pandemi Covid-19 yang sedang merebak. Saat merayakan Imlek saat ini orang yang dilarang untuk berkerumun.

Salah satu sajian khas saat Imlek adalah kue keranjang. Kue keranjang merupakan simbol harapan saat memasuki Tahun Baru Imlek.

"Kue keranjang itu harapan, sekitar abad 3 sebelum masehi, zaman dinasti Han itu mulainya," kata Oey Tjin Eng, tokoh masyarakat China peranakan di Kota Tangerang, Kamis (11/2/2021).

Baca juga: Imlek, Saatnya Cicipi Kue Keranjang Ong Eng Hwat Semarang, Dibungkus Daun Pisang dan Diproduksi Sejak 1947

Tjin Eng (76 tahun) menceritakan kue keranjang awalnya dibuat untuk para pasukan perang di masa Dinasti Han di Tiongkok. Kue keranjang yang manis dan awet sampai enam bulan menjadikan kue itu menjadi pilihan perbekalan pasukan perang di masa Dinasti Han.

"Jadi kue keranjang itu dipakai buat perang, zaman itu dulu kue keranjang dipakai untuk bekal, karena tahan sampai 6 bulan," ujar Tjin Eng.

Secara filosofis, kata Tjin Eng, Imlek di Indonesia digambarkan sebagai sebuah perjalanan baru, harapan baru, dan semangat untuk berusaha menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya.

Kue keranjang dilambangkan sebagai bekal untuk perjalanan baru ini.

Di tengah pandemi, Imlek menjadi harapan baru agar pandemi Covid-19 bisa segera berakhir, dan kue keranjang sebagai bekal untuk bertahan melawan Covid-19.

"Ditambah jeruk untuk keberuntungan," kata Tjin Eng.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Bosan Ke Puncak, Warga Bogor ini Pilih Liburan ke Ancol: Rumah Sudah Adem, Mau Cari Pantai

Bosan Ke Puncak, Warga Bogor ini Pilih Liburan ke Ancol: Rumah Sudah Adem, Mau Cari Pantai

Megapolitan
Cerita Samsuri Mudik Naik Kereta dari Indramayu ke Tangerang: Nyaman, Satu Gerbong Kosong

Cerita Samsuri Mudik Naik Kereta dari Indramayu ke Tangerang: Nyaman, Satu Gerbong Kosong

Megapolitan
Sopir Mengantuk, Sebuah Mobil Tabrak Tiang Listrik di Kebagusan Jaksel

Sopir Mengantuk, Sebuah Mobil Tabrak Tiang Listrik di Kebagusan Jaksel

Megapolitan
Tak Tahu CFD Ditiadakan, Warga Tetap Olahraga karena Sudah Datang ke Bundaran HI

Tak Tahu CFD Ditiadakan, Warga Tetap Olahraga karena Sudah Datang ke Bundaran HI

Megapolitan
Jumlah Wisatawan Pulau Seribu Alami Penurunan di Musim Libur Lebaran 2024

Jumlah Wisatawan Pulau Seribu Alami Penurunan di Musim Libur Lebaran 2024

Megapolitan
Lansia Ngaku Diperkosa Ponsel di Jaksel, Diduga Berhalusinasi

Lansia Ngaku Diperkosa Ponsel di Jaksel, Diduga Berhalusinasi

Megapolitan
Arus Balik di Terminal Kampung Rambutan Diprediksi Terjadi Minggu Malam

Arus Balik di Terminal Kampung Rambutan Diprediksi Terjadi Minggu Malam

Megapolitan
Kondisi Dermaga Clincing Banyak Sampah, Ketua RT: PPSU Cuma Datang 1 Bulan 2 Kali

Kondisi Dermaga Clincing Banyak Sampah, Ketua RT: PPSU Cuma Datang 1 Bulan 2 Kali

Megapolitan
Meski Tak Ada CFD di Jakarta, Warga Tetap Berolahraga di HI

Meski Tak Ada CFD di Jakarta, Warga Tetap Berolahraga di HI

Megapolitan
Rumah Warga Dibobol Maling di Sunter, Motor dan Uang Tunai Raib

Rumah Warga Dibobol Maling di Sunter, Motor dan Uang Tunai Raib

Megapolitan
Hari Ini, CFD di Jakarta Masih 'Libur'

Hari Ini, CFD di Jakarta Masih "Libur"

Megapolitan
Nasib Warga Jakarta Tak Pulang Kampung Saat Lebaran, Sulit Cari Warung Makan

Nasib Warga Jakarta Tak Pulang Kampung Saat Lebaran, Sulit Cari Warung Makan

Megapolitan
Jelang Puncak Arus Balik di Terminal Kalideres, Antisipasi Disiapkan

Jelang Puncak Arus Balik di Terminal Kalideres, Antisipasi Disiapkan

Megapolitan
Korban Serangan Celurit di Jaktim Cuma Lecet, Para Pelaku Diburu

Korban Serangan Celurit di Jaktim Cuma Lecet, Para Pelaku Diburu

Megapolitan
Hingga Pukul 18.30 WIB, Sudah 100.000 Pengunjung Masuk ke Ancol

Hingga Pukul 18.30 WIB, Sudah 100.000 Pengunjung Masuk ke Ancol

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com