Biarkan Kerumunan, The Jungle Waterpark Bogor Didenda Rp 10 Juta dan Disegel Sementara

Kompas.com - 15/02/2021, 14:34 WIB
Ilustrasi The Jungle Waterpark Bogor Dokumentasi The Jungle Waterpark BogorIlustrasi The Jungle Waterpark Bogor

BOGOR, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menjatuhkan sanksi denda sebesar Rp 10 juta kepada pengelola tempat wisata The Jungle Waterpark karena melanggar protokol kesehatan.

Selain memberikan sanksi denda, Pemkot Bogor juga menyegel sementara wahana permainan air yang berada di kawasan Bogor Nirwana Residence itu.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, sanksi tersebut diberikan setelah beredarnya video kerumunan pengunjung yang terjadi di objek wisata itu pada Minggu (14/2/2021).

Bima menyebutkan, Satgas Covid-19 langsung mengklarifikasi video kerumunan itu kepada pengelola pada Senin (15/2/2021).

Baca juga: 3 Pengendara Moge yang Langgar Ganjil Genap di Kota Bogor Didenda Rp 250.000

Kata Bima, pihak pengelola membenarkan kejadian itu.

"Tadi pagi saya menerima banyak info video kerumunan di Jungle Waterpark. Saya sudah tanyakan langsung ke manajemen dan ternyata itu memang benar terjadi kemarin (Minggu),” kata Bima Arya, Senin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bima menuturkan, secara aturan, pengelola The Jungle Waterpark telah menerapkan pembatasan terhadap jumlah pengunjung.

Dari total kapasitas 8.000 orang, hanya sekitar 1.000 orang yang diperkenankan masuk.

Meski begitu, sambung Bima, pengelola telah abai menjalankan protokol kesehatan dengan membiarkan terjadinya kerumunan.

Baca juga: Wali Kota Bogor: Jangan Sampai Warga Berpikir karena Punya Duit Bisa Menerobos Aturan

Oleh sebab itu, sanksi diberikan kepada pengelola oleh Pemkot Bogor.

"Secara kapasitas tidak menyalahi aturan, tapi terjadi penumpukan pengunjung di kolam ombak itu. Jadi ada pelanggaran protokol kesehatan, walau pun secara jumlah pengunjung tidak melebih batas maksimal," ujar Bima.

"Sesuai aturan yang telah kami tetapkan, denda maksimal Rp 10 juta dan penyegelan 2-3 hari sampai denda dibayarkan,” ucapnya.

Untuk mengantisipasi, lanjut Bima, pemerintah daerah akan menambah petugas di objek-objek wisata di Kota Bogor untuk memantau pengawasan protokol kesehatan.

"Kemarin memang petugas fokus pada penerapan ganjil genap. Ke depan akan dievaluasi kelemahan ini dengan menambah petugas, terutama di hari libur dan hari besar,” pungkasnya.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat Pelaku Investasi Mandek Disekap dan Dianiaya Investor yang Kesal

Saat Pelaku Investasi Mandek Disekap dan Dianiaya Investor yang Kesal

Megapolitan
Ini Jadwal dan Lokasi Tes PPPK Non-guru di Depok

Ini Jadwal dan Lokasi Tes PPPK Non-guru di Depok

Megapolitan
Fakta-fakta Kebakaran Cahaya Swalayan: Pegawai Berlarian Selamatkan Diri, Padam Setelah 6 Jam

Fakta-fakta Kebakaran Cahaya Swalayan: Pegawai Berlarian Selamatkan Diri, Padam Setelah 6 Jam

Megapolitan
Kala Anies Dipanggil KPK karena Kasus Korupsi Anak Buahnya

Kala Anies Dipanggil KPK karena Kasus Korupsi Anak Buahnya

Megapolitan
Polisi Akan Selidiki Penyebab Kebakaran Cahaya Swalayan

Polisi Akan Selidiki Penyebab Kebakaran Cahaya Swalayan

Megapolitan
UPDATE 21 September: Tambah 12 Kasus di Kota Tangerang, 173 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 21 September: Tambah 12 Kasus di Kota Tangerang, 173 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE 21 September: 32 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 2 Pasien Wafat

UPDATE 21 September: 32 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 2 Pasien Wafat

Megapolitan
Tak Ada Korban Jiwa dalam Kebakaran Cahaya Swalayan di Cilandak KKO

Tak Ada Korban Jiwa dalam Kebakaran Cahaya Swalayan di Cilandak KKO

Megapolitan
Informasi Lengkap Seputar Rencana Penerapan Ganjil-genap di Margonda Depok

Informasi Lengkap Seputar Rencana Penerapan Ganjil-genap di Margonda Depok

Megapolitan
Kekacauan Usai Margonda Diterpa Puting Beliung: Ratusan Gardu Listrik Rusak, Pohon Tumbang, dan Mobil Ringsek

Kekacauan Usai Margonda Diterpa Puting Beliung: Ratusan Gardu Listrik Rusak, Pohon Tumbang, dan Mobil Ringsek

Megapolitan
Pemprov DKI Akui Akan Ada Gelombang Covid-19 Ketiga, tapi Aturan Tetap Dilonggarkan

Pemprov DKI Akui Akan Ada Gelombang Covid-19 Ketiga, tapi Aturan Tetap Dilonggarkan

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Hujan Ringan Hari Ini

Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Hujan Ringan Hari Ini

Megapolitan
Kebakaran Cahaya Swalayan di Cilandak Tidak Merembet ke Permukiman Warga

Kebakaran Cahaya Swalayan di Cilandak Tidak Merembet ke Permukiman Warga

Megapolitan
Pemkot Tangerang: 7.625 Pemohon Insentif Start Up Rp 760.000 Lolos Verifikasi

Pemkot Tangerang: 7.625 Pemohon Insentif Start Up Rp 760.000 Lolos Verifikasi

Megapolitan
Pemkab Bekasi Terkendala Anggaran Keruk Sampah di Kali Cikarang

Pemkab Bekasi Terkendala Anggaran Keruk Sampah di Kali Cikarang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.