Kompas.com - 15/02/2021, 15:16 WIB
Petugas memasukkan kantong berisi CO2 milik calon penumpang kereta api untuk dites COVID-19 dengan GeNose C19 di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Kamis (4/2/2021). PT Kereta Api Indonesia akan menggunakan GeNose C19 untuk tes  COVID-19 bagi para calon penumpang kereta api (KA) jarak jauh mulai Jumat (5/2/2021). Hasil tes tersebut kemudian menjadi dokumen syarat perjalanan para penumpang KA. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww. ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJAPetugas memasukkan kantong berisi CO2 milik calon penumpang kereta api untuk dites COVID-19 dengan GeNose C19 di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Kamis (4/2/2021). PT Kereta Api Indonesia akan menggunakan GeNose C19 untuk tes COVID-19 bagi para calon penumpang kereta api (KA) jarak jauh mulai Jumat (5/2/2021). Hasil tes tersebut kemudian menjadi dokumen syarat perjalanan para penumpang KA. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta menambah stasiun yang menyediakan layanan tes Covid-19 dengan menggunakan alat GeNose C19. Mulai Senin (15/2/2021) ini, Stasiun Gambir menyediakan jasa layanan tes dengan GeNose C19.

Sebelumnya, tes Genose C19 di stasiun di Jakarta hanya tersedia di Stasiun Pasar Senen dengan harga Rp 20.000.

"Pada hari pertama layanan GeNose yang berlangsung di Stasiun Gambir, tercatat hingga pukul 13.00 WIB, terdapat sekitar 250 calon penumpang yang telah menggunakan layanan tersebut," kata Kahumas PT KAI Daop 1, Eva Charunisa dalam keterangannya, Senin.

Baca juga: Mulai 15 Februari, Penumpang Kereta Bisa Tes Corona dengan GeNose C19 di Stasiun Bandung

Persyaratan untuk melakukan tes GeNose di stasiun yakni calon penumpang harus memiliki tiket atau kode booking KA Jarak Jauh yang sudah terbayar lunas.

"Calon penumpang yang akan melakukan tes Genose C19 juga dianjurkan tidak merokok, makan, dan minum (kecuali air putih) selama 30 menit sebelum tes guna meningkatkan akurasi hasil pemeriksaan," tambah Eva.

Pada saat pemeriksaan, calon penumpang diminta untuk meniup kantong hingga penuh dan mengikuti arahan dari petugas atau petunjuk yang ada di lokasi pemeriksaan.

Proses peniupan kantong udara dilakukan melalui bagian bawah masker dengan posisi sedikit renggangkan.

Hal tersebut wajib dilakukan untuk memenuhi penerapan protokol kesehatan.

"Jika ditemukan hasil tes positif pada calon penumpang KA Jarak Jauh yang menggunakan GeNose C19, akan dilakukan penanganan di ruang isolasi sementara oleh petugas kesehatan," ujar Eva.

Calon penumpang yang positif tidak diperbolehkan naik KA dan bea tiket akan dikembalikan penuh.

Selanjutnya, penumpang yang positif diarahkan agar melakukan pemeriksaan lanjutan ke rumah sakit (RS) atau puskesmas.

Sesuai SE Kemenhub No 20 Tahun 2021, pelanggan Kereta Api Jarak Jauh diwajibkan menunjukkan surat keterangan negatif GeNose C19 atau Rapid Test Antigen atau RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3x24 jam sebelum jam keberangkatan.

Khusus untuk keberangkatan selama libur panjang atau libur keagamaan, sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1x24 jam sebelum jam keberangkatan.

Baca juga: KAI Segera Tambah 6 Stasiun yang Layani Pemeriksaan GeNose C19



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mencoba Aplikasi Perpanjang SIM Online, Ada Kendala Saat Masukkan Nomor Ponsel

Mencoba Aplikasi Perpanjang SIM Online, Ada Kendala Saat Masukkan Nomor Ponsel

Megapolitan
Dua Pohon Tumbang di Jakarta Barat akibat Hujan Deras, Salah Satunya Timpa Rumah

Dua Pohon Tumbang di Jakarta Barat akibat Hujan Deras, Salah Satunya Timpa Rumah

Megapolitan
Bawa Kasus Rizieq Shihab ke Pidana, Bima Arya: Agar Jadi Pembelajaran bagi Semua

Bawa Kasus Rizieq Shihab ke Pidana, Bima Arya: Agar Jadi Pembelajaran bagi Semua

Megapolitan
Pemprov DKI Klaim Frekuensi Kebakaran di Jakarta Turun berkat Sosialisasi lewat Pengeras Suara Masjid

Pemprov DKI Klaim Frekuensi Kebakaran di Jakarta Turun berkat Sosialisasi lewat Pengeras Suara Masjid

Megapolitan
Kritik Pembangunan Tugu Sepeda, Fraksi PDI-P DPRD DKI: Kerja Jangan Berdasarkan Mimpi

Kritik Pembangunan Tugu Sepeda, Fraksi PDI-P DPRD DKI: Kerja Jangan Berdasarkan Mimpi

Megapolitan
Polisi Telusuri Perusahaan Trading yang Diinvestasikan Pencuri 14 Iphone 11 Pro Max

Polisi Telusuri Perusahaan Trading yang Diinvestasikan Pencuri 14 Iphone 11 Pro Max

Megapolitan
Polisi Tangkap 7 Anak di Bawah Umur Pelaku Tawuran Sarung di Larangan

Polisi Tangkap 7 Anak di Bawah Umur Pelaku Tawuran Sarung di Larangan

Megapolitan
Gulkarmat DKI: Kelebihan Bayar Pengadaan Robot Damkar Sudah Dikembalikan 90 Persen

Gulkarmat DKI: Kelebihan Bayar Pengadaan Robot Damkar Sudah Dikembalikan 90 Persen

Megapolitan
Polisi: Pencuri 14 iPhone 11 Pro Max di Toko Ponsel Cengkareng Orang Kepercayaan Korban

Polisi: Pencuri 14 iPhone 11 Pro Max di Toko Ponsel Cengkareng Orang Kepercayaan Korban

Megapolitan
Makan Manis dan Berlebihan Saat Berbuka Bisa Sebabkan Hiperglikemia, Apa itu?

Makan Manis dan Berlebihan Saat Berbuka Bisa Sebabkan Hiperglikemia, Apa itu?

Megapolitan
Dicap Pembohong oleh Rizieq Shihab di Persidangan, Ini Respons Bima Arya

Dicap Pembohong oleh Rizieq Shihab di Persidangan, Ini Respons Bima Arya

Megapolitan
Remaja 15 Tahun yang Mengaku Diperkosa Anak Anggota DPRD Bekasi Tak Pulang Sepekan

Remaja 15 Tahun yang Mengaku Diperkosa Anak Anggota DPRD Bekasi Tak Pulang Sepekan

Megapolitan
Mahasiswa di Serpong Edarkan Ganja di Kampus Pakai Amplop

Mahasiswa di Serpong Edarkan Ganja di Kampus Pakai Amplop

Megapolitan
Anies: Masyarakat Ekonomi Rentan di Jakarta Meningkat Agak Besar Ketika Pandemi Covid-19

Anies: Masyarakat Ekonomi Rentan di Jakarta Meningkat Agak Besar Ketika Pandemi Covid-19

Megapolitan
Karyawan Toko Ponsel Curi 14 iPhone 11 Pro Max karena Terlilit Utang Rp 106 Juta akibat Trading

Karyawan Toko Ponsel Curi 14 iPhone 11 Pro Max karena Terlilit Utang Rp 106 Juta akibat Trading

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X