Tanggapi soal Buzzer, Anies: Kalau di Wilayah Publik, Kuping Tak Boleh Tipis

Kompas.com - 16/02/2021, 11:25 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama wakilnya, Ahmad Riza Patria, dalam konferensi pers penerapan kembali masa PSBB pada Rabu (9/9/2020). Dokumentasi Pemprov DKI JakartaGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama wakilnya, Ahmad Riza Patria, dalam konferensi pers penerapan kembali masa PSBB pada Rabu (9/9/2020).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menilai, setiap orang yang berada di wilayah publik seperti para pejabat publik harus tahan menerima kritik.

Dia mengatakan, setiap orang yang berada di wilayah tersebut harus bisa menahan diri saat mendapat kritik dari masyakarat.

"Kalau berada di wilayah publik maka kuping kita tidak boleh tipis, kita dengarkan saja," kata Anies dalam acara HUT TV One yang diunggah di akun YouTube TV One, Senin (15/2/2021) malam.

Anies mengatakan, tempatkan setiap masalah yang muncul dari kritik bukan merupakan masalah pribadi.

Baca juga: Saat Ahok Masih Dipilih Warga Jakarta sebagai Calon Gubernur...

Dengan demikian, ketika membicarakan kekurangan kebijakan yang hadir dalam wilayah yang dipimpin, kritik bisa diterima sebagai ungkapan pandangan masyarakat terhadap masalah yang ada di wilayah.

"Bila ungkapan disampaikan dengan akademi, baik-baik saja, bila ungkapan kritik dilakukan secara kasar itu ekspresi kemampuan dia dalam mengungkapkan," kata Anies.

Anies mengatakan, semua ungkapan kritik yang dia terima dari masyarakat tidak akan membuat dia merasa malu.

Justru ketika ada buzzer yang melakukan makian kepada dirinya, Anies mengaku akan menanggapinya dengan santai.

Baca juga: Saat Elektabilitas Risma Melonjak Usai Blusukan di Jakarta...

"Makin kasar kata-katanya itu makin mempermalukan dirinya sendiri, bukan ke saya. Jadi saya tidak perlu merasa masalah," kata Anies.

Dia kemudian menutup statement setiap orang yang berada di wilayah publik, khususnya para pejabat publik bisa membuka diri terhadap kritik.

"Kritik itu bukan hal baru, kalau dia berada di wilayah publik maka dia harus siap menjadi kotak pos kritik dari siapa pun," ucap Anies.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X