Ketika Pemain Arema Banting Setir Jadi Satpam Bank demi Mengais Rezeki karena Kompetisi Tak Ada...

Kompas.com - 17/02/2021, 06:38 WIB
Mantan pemain Sriwijaya FC, Yoga Eka Firmansyah Hera. Instagram @ekahera27Mantan pemain Sriwijaya FC, Yoga Eka Firmansyah Hera.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan baru-baru ini mengatakan, pihaknya mengusahakan agar kompetisi sepak bola di Indonesia kembali bergulir.

Pernyataan itu Iriawan sampaikan setelah menggelar rapat bersama Kementerian Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora), Polri, dan Satgas Penanganan Covid-19 di Gedung Kemenpora, Jakarta, Rabu (10/2/2021).

"Kami terus berusaha agar liga bisa bergulir lagi. Mudah-mudahan Polri bisa memberikan izinnya," ujar Iriawan.

Baca juga: Liga 1 Tak Jelas, Reva Adi Utama: Kontrak di Klub Habis, Jual Mahar demi Bisnis

Belum ada kepastian tersebut berarti kompetisi sepak bola di Indonesia hampir setahun tak berjalan sejak dihentikan pada Maret 2020 karena pandemi Covid-19.

Akibatnya, banyak pesepak bola yang terpaksa mencari pekerjaan lain demi mengais rezeki.

Yoga Eka Fermansyah Hera (32), misalnya. Pemain yang pernah memperkuat dua klub Indonesia dengan nama besar, Arema dan Sriwijaya FC, itu sekarang bekerja sebagai petugas keamanan di sebuah bank di Kota Malang, Jawa Timur.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya sekarang jadi satpam di BRI di Malang. Tapi, jam kerja saya hanya hari Sabtu dan Minggu," kata pemain yang dikenal sebagai Eka Hera itu kepada Kompas.com, Selasa (16/2/2021).

Sementara pada hari Senin hingga Jumat, Eka masih bermain bola bersama tim amatir.

"Terus, dari Senin sampai Jumat, saya masih bisa main bola ikut tim amatir Ikhlas FC. Kadang-kadang, saya bermain bola dengan teman-teman di Blitar kalau ada uji coba," paparnya.

Diakui Eka, ia telah menjadi satpam sejak awal kompetisi sepak bola Indonesia dihentikan.

Dia mengundurkan diri menjadi satpam ketika mendengar isu liga bakal digulirkan lagi pada November 2020. Alhasil, Eka sempat menganggur.

"Pas awal kompetisi diberhentikan, saya sudah pernah menjadi satpam. Terus, karena kabarnya kompetisi mau diputar lagi pas November, saya mengundurkan diri. Ternyata, enggak ada kompetisi. Saya jadi menganggur lagi," urainya.

Eka akhirnya memutuskan kembali menjadi satpam lagi lantaran kompetisi masih belum jelas.

"Akhir Januari (2021) kemarin, ada tawaran jadi satpam lagi. Ya sudah, saya mau lagi karena kompetisinya masih belum jelas juga," ucap Eka.

Alasan mengapa Eka memilih menjadi satpam adalah karena ia pernah menjadi anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

"Soalnya saya pernah jadi anggota Satpol PP di Kota Blitar dari 2014-2018. Saat (gabung) ke Sriwijaya FC (2019), saya jadi dikeluarkan dari kantor," jelasnya.

Tak hanya dirinya, Eka mengungkapkan bahwa sejumlah pesepak bola juga terpaksa menggeluti bidang lain demi mendapatkan penghasilan.

"Ada teman saya yang jualan peralatan olahraga. Ada juga yang usaha kuliner," bebernya.

Diakui Eka, gaji yang ia dapatkan sebagai satpam tidak sebanyak sebagai pemain bola.

"Kalau dari segi penghasilan, masih enak sebagai pesepak bola," katanya.

Baca juga: Rencana PSSI Musim 2021-2022: Gelar Pramusim, Kickoff Liga 1 dan 2 Bulan Juni

Status bebas transfer bikin pasrah

Eka mengungkapkan, dirinya saat ini berstatus bebas transfer sejak kontraknya dengan klub Liga 2, Martapura FC, usai pada Desember 2020.

"Sekarang sudah bebas transfer. Kontraknya selesai Desember kemarin," kata Eka.

Eka juga menjelaskan bahwa selama kompetisi vakum, klubnya ketika itu masih memberikan gaji sesuai arahan PSSI.

"Alhamdulillah, masih dibayarkan gaji saya," ujar Eka.

Terkait kariernya ke depan, Eka mengaku pasrah lantaran hingga saat ini belum ada pembicaraan dengan klub baru.

Baginya, jika rezekinya memang di sepak bola, ia bisa kembali ke olahraga si kulit bulat saat kompetisi kembali dilangsungkan.

"Belum ada (pembicaraan) dengan tim lain. Kalau memang rezekinya, pasti ada (klub baru). Kalau ada rezeki di sepak bola lagi, kenapa tidak (kembali menjadi pemain bola)? Semoga kompetisi bisa diputar lagi, itu harapan saya," tutupnya.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rumah Warga Cipondoh Dibobol Maling, Perhiasan hingga Barang Elektronik Raib

Rumah Warga Cipondoh Dibobol Maling, Perhiasan hingga Barang Elektronik Raib

Megapolitan
Kasus Covid-19 Meningkat, Sekolah Tatap Muka atau Tetap Belajar di Rumah?

Kasus Covid-19 Meningkat, Sekolah Tatap Muka atau Tetap Belajar di Rumah?

Megapolitan
Tiga Rusun di Cilincing Jadi Posko Vaksinasi Covid-19

Tiga Rusun di Cilincing Jadi Posko Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Jakarta Meledak, Epidemiolog: Solusinya Hanya Lockdown

Kasus Covid-19 di Jakarta Meledak, Epidemiolog: Solusinya Hanya Lockdown

Megapolitan
Fakta Pelecehan Seksual terhadap Seorang Ibu di Tebet: Pelaku Kelainan Jiwa hingga Dibebaskan

Fakta Pelecehan Seksual terhadap Seorang Ibu di Tebet: Pelaku Kelainan Jiwa hingga Dibebaskan

Megapolitan
Virus Corona Varian Delta Dikhawatirkan Lebih Mudah Menyerang Anak-anak

Virus Corona Varian Delta Dikhawatirkan Lebih Mudah Menyerang Anak-anak

Megapolitan
Fakta Rizieq Shihab Tanggapi Replik Jaksa: Tidak Berkualitas hingga Merasa Belum Pantas Disebut Imam Besar

Fakta Rizieq Shihab Tanggapi Replik Jaksa: Tidak Berkualitas hingga Merasa Belum Pantas Disebut Imam Besar

Megapolitan
Fakta Pandemi Covid-19 Jakarta Memburuk: Tembus 4.000 Kasus Baru, Varian Baru Mengganas

Fakta Pandemi Covid-19 Jakarta Memburuk: Tembus 4.000 Kasus Baru, Varian Baru Mengganas

Megapolitan
Pemkot Tangerang Perpanjang PPKM Mikro, Simak Pengaturannya

Pemkot Tangerang Perpanjang PPKM Mikro, Simak Pengaturannya

Megapolitan
Cerita Pedagang Sepeda Saat Tren Gowes Menurun: Dulu Ludes, Kini Rugi Ratusan Juta Rupiah

Cerita Pedagang Sepeda Saat Tren Gowes Menurun: Dulu Ludes, Kini Rugi Ratusan Juta Rupiah

Megapolitan
PPDB SD Jalur Zonasi di Kota Tangerang Masih Dibuka

PPDB SD Jalur Zonasi di Kota Tangerang Masih Dibuka

Megapolitan
UPDATE: Tambah 230 Kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi, 1.267 Pasien Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 230 Kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi, 1.267 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Kilas Balik Peresmian MRT Jakarta yang Disambut Sorak-sorai Warga...

Kilas Balik Peresmian MRT Jakarta yang Disambut Sorak-sorai Warga...

Megapolitan
UPDATE: Tambah 56 Kasus di Kota Tangerang, 471 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 56 Kasus di Kota Tangerang, 471 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Daftar Hotel dan Tempat Isolasi Mandiri di DKI | Kasus Covid-19 Meledak

[POPULER JABODETABEK] Daftar Hotel dan Tempat Isolasi Mandiri di DKI | Kasus Covid-19 Meledak

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X