Kompas.com - 17/02/2021, 14:23 WIB
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah saat meninjau lokasi Rumah Isolasi Terkonsentrasi di Puskesmas Sudimara Pinang, Kota Tangerang, Banten, Senin (1/2/2021). (istimewa/Dokumentasi Humas Pemerintah Kota Tangerang) KOMPAS.com/MUHAMMAD NAUFALWali Kota Tangerang Arief R Wismansyah saat meninjau lokasi Rumah Isolasi Terkonsentrasi di Puskesmas Sudimara Pinang, Kota Tangerang, Banten, Senin (1/2/2021). (istimewa/Dokumentasi Humas Pemerintah Kota Tangerang)

TANGERANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Tangerang hendak memberikan sanksi bagi rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) yang melanggar aturan sesuai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, pihaknya akan menunda pemberian dana insentif bagi RT dan RW yang tidak menerapkan protokol kesehatan di lingkungannya.

"Terlebih, hingga mengakibatkan lingkungannya (RT dan RW) masuk ke zona merah penyebaran Covid-19," kata pria 43 tahun itu dalam rilis resminya, Rabu (17/2/2021) siang.

Baca juga: Lantai 2 RSUD Kota Tangerang Sempat Tergenang Air akibat Hujan yang Disertai Angin

Alasan pemberian sanksi itu, kata Arief, lantaran pandemi Covid-19 merupakan tanggung jawab bersama.

Menurut dia, seluruh warga Kota Tangerang harus bekerja sama agar virus SARS-CoV-2 dapat segera berakhir.

"Kita harus sama-sama bekerja sama untuk dapat keluar dari pandemi ini," ucap dia.

Baca juga: Tak Ada Perkembangan dari Polisi, Keluarga Cari Sendiri Remaja di Kota Tangerang yang Tinggalkan Rumah

Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Tangerang Buceu Gartina menambahkan bahwa pihaknya tengah menyusun indikator poin pelanggaran di tingkat RT dan RW.

"Yang pasti, (RT dan RW) tidak menerapkan indikator pada Kampung Tangguh Jaya Siaga Corona (Sigacor), maka akan dikena kan sanksi tersebut," urai Buceu melalui pesan singkat, Rabu siang.

Arief turut mengatakan, ada 204 RT yang masuk ke zona kuning dari 5.177 RT.

Ia menyebut, tidak ada satu pun RT di Kota Tangerang yang memasuki zona oranye atau merah.

Oleh karena itu, politikus Demokrat itu berharap bahwa seluruh pengurus RT dan RW serta warganya dapat kooperatif melakukan protokol kesehatan.

"Protokolnya tentu harus dilakukan dengan baik dan benar agar hasilnya bisa maksimal," tutur dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Link Pendaftaran BLT UMKM Per Kecamatan di Jakarta

Ini Link Pendaftaran BLT UMKM Per Kecamatan di Jakarta

Megapolitan
Remaja yang Diperkosa Anak Anggota DPRD Bekasi Juga Disekap dan Dijual Rp 400.000

Remaja yang Diperkosa Anak Anggota DPRD Bekasi Juga Disekap dan Dijual Rp 400.000

Megapolitan
Pemprov DKI Buka Pendaftaran BLT UMKM, Ini Syaratnya

Pemprov DKI Buka Pendaftaran BLT UMKM, Ini Syaratnya

Megapolitan
Vaksinasi Lansia di Kota Bogor Masih Rendah, Salah Satu Faktor Banyak yang Menolak

Vaksinasi Lansia di Kota Bogor Masih Rendah, Salah Satu Faktor Banyak yang Menolak

Megapolitan
Kebakaran Taman Sari Diduga Akibat Pertengkaran Suami Istri

Kebakaran Taman Sari Diduga Akibat Pertengkaran Suami Istri

Megapolitan
Kebakaran di Taman Sari, 1.268 Warga Terdampak, 120 di Antaranya Balita

Kebakaran di Taman Sari, 1.268 Warga Terdampak, 120 di Antaranya Balita

Megapolitan
Diduga Terlibat Pengeroyokan di Tebet, Lima Pemuda Diamankan Polisi

Diduga Terlibat Pengeroyokan di Tebet, Lima Pemuda Diamankan Polisi

Megapolitan
Masjid Raya KH Hasyim Asyari, Masjid Bernuansa Betawi yang Tak Sekadar Rumah Ibadah

Masjid Raya KH Hasyim Asyari, Masjid Bernuansa Betawi yang Tak Sekadar Rumah Ibadah

Megapolitan
Seorang Ibu Tinggalkan Bayi Dua Bulan di Warung Karawaci, Selipkan Pesan 'Tolong Titip Anak Saya'

Seorang Ibu Tinggalkan Bayi Dua Bulan di Warung Karawaci, Selipkan Pesan "Tolong Titip Anak Saya"

Megapolitan
Uji Coba Tahap Pertama Flyover Cakung Dimulai, Rambu-rambu Akan Dipasang

Uji Coba Tahap Pertama Flyover Cakung Dimulai, Rambu-rambu Akan Dipasang

Megapolitan
Hingga April, 93.000-an Warga Kota Bogor Kelompok Prioritas Sudah Divaksin

Hingga April, 93.000-an Warga Kota Bogor Kelompok Prioritas Sudah Divaksin

Megapolitan
Kejar Sampai ke Riau, Polisi Tangkap Pengedar dan Sita 5,9 Kilogram Sabu dalam Kemasan Teh

Kejar Sampai ke Riau, Polisi Tangkap Pengedar dan Sita 5,9 Kilogram Sabu dalam Kemasan Teh

Megapolitan
Keluh Kesah Pekerja PO Bus soal Larangan Mudik Lebaran, Mencoba Maklum meski Kecewa

Keluh Kesah Pekerja PO Bus soal Larangan Mudik Lebaran, Mencoba Maklum meski Kecewa

Megapolitan
Polisi Masih Selidiki Dugaan Pengeroyokan Anggota TNI dan Polri di Kebayoran Baru

Polisi Masih Selidiki Dugaan Pengeroyokan Anggota TNI dan Polri di Kebayoran Baru

Megapolitan
Anggota TNI dan Polri Dikeroyok di Kebayoran Baru, Keterlibatan Oknum Diusut

Anggota TNI dan Polri Dikeroyok di Kebayoran Baru, Keterlibatan Oknum Diusut

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X